Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

Siska Wijaya | Menit Ini
16 Apr 2026, 11:22 WIB
Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

MenitIni — Selama ini, upaya deteksi penyakit tuberkulosis (TB) seringkali hanya tertuju pada mereka yang sudah menunjukkan gejala fisik. Padahal, ancaman sesungguhnya bisa saja bersembunyi di balik tubuh yang tampak bugar. Menyadari risiko kuman TB yang bersifat ‘dorman’ atau tidur dalam tubuh manusia, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan kini memperluas jangkauan pencegahannya.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan pentingnya langkah proaktif dengan mewajibkan seluruh anggota keluarga dari pasien TB untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini diambil sebagai strategi krusial untuk memutus mata rantai penularan yang kerap terjadi di lingkup rumah tangga.

Melampaui Pengobatan Konvensional

Saat melakukan kunjungan kerja di Bandar Lampung, pria yang juga merupakan dokter spesialis paru ini menjelaskan bahwa paradigma penanganan TB kini telah bergeser. Fokusnya tidak lagi sekadar mengobati yang sakit, tetapi juga melindungi yang sehat di sekitar pasien.

Baca Juga

Waspada Bahaya Ultra-Processed Food: Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke di Balik Gurihnya Makanan Instan

Waspada Bahaya Ultra-Processed Food: Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke di Balik Gurihnya Makanan Instan

“Program kita sekarang mewajibkan seluruh anggota rumah tangga pasien TB diperiksa melalui CKG. Pemeriksaan meliputi tensi darah, gula darah, hingga prosedur rontgen. Jika hasil tes menunjukkan negatif namun ada kontak erat, mereka wajib menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) seminggu sekali selama 12 minggu,” ungkap Benny, sapaan akrab sang Wamenkes.

Di Kota Bandar Lampung sendiri, program skrining kesehatan ini menargetkan sekitar 20.000 jiwa yang berasal dari anggota keluarga 4.301 pasien TB yang terdata tahun lalu. Target ambisius ini sejalan dengan temuan kasus yang terus meningkat, di mana hingga April 2024 saja sudah ditemukan 882 kasus baru dari estimasi total 5.868 kasus di wilayah tersebut.

Suntikan Dana Rp4,1 Triliun untuk Percepatan

Keseriusan pemerintah dalam menangani isu kesehatan masyarakat ini dibuktikan dengan alokasi anggaran ekstra mencapai Rp4,1 triliun. Dana fantastis ini disiapkan untuk mempercepat pengadaan alat rontgen, biaya operasional tracing kontak erat, hingga pemberian insentif bagi para kader TB yang menjadi ujung tombak di lapangan.

Baca Juga

Dilema Klaim Asuransi Kesehatan: Mengapa Peran Dewan Penasihat Medis Kini Menjadi Krusial?

Dilema Klaim Asuransi Kesehatan: Mengapa Peran Dewan Penasihat Medis Kini Menjadi Krusial?

“Kami tidak hanya meminta bantuan masyarakat, tetapi kami menyiapkan pendanaannya. Setiap sesi CKG akan melayani sekitar 100 orang. Di Bandar Lampung sendiri, kami proyeksikan akan ada sekitar 200 sesi serupa agar semua kontak erat terlayani dengan baik,” tambahnya lagi.

Pesan Presiden: TB Adalah Masalah Lintas Sektoral

Dalam kesempatan yang sama, Benny turut mengenang kembali instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai status darurat TB di Indonesia. Dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun, Indonesia menduduki peringkat kedua kasus TB terbanyak di dunia versi WHO.

Presiden Prabowo, menurut Benny, memberikan pesan tegas bahwa penanggulangan TB tidak bisa hanya diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci utama, mulai dari perbaikan sanitasi rumah oleh Kementerian Perumahan hingga pengawasan di lingkungan kerja oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga

Teknik vs Beban: Mengupas Rahasia Latihan Efektif Agar Otot Tumbuh Tanpa Cedera

Teknik vs Beban: Mengupas Rahasia Latihan Efektif Agar Otot Tumbuh Tanpa Cedera

“Segalanya saling berkaitan. Kita tidak mungkin bisa menyembuhkan pasien secara tuntas tanpa memperbaiki kondisi rumah tinggal mereka. Ini adalah kerja besar lintas sektor untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tutup Benny dengan optimis.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *