Jangan Terkecoh Tampilan Fisik, Inilah Alasan Mengapa Remaja Tetap Membutuhkan Vaksinasi

Siska Wijaya | Menit Ini
19 Apr 2026, 18:51 WIB
Jangan Terkecoh Tampilan Fisik, Inilah Alasan Mengapa Remaja Tetap Membutuhkan Vaksinasi

MenitIni — Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan anak seringkali memudar seiring bertambahnya usia mereka. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa setelah melewati masa balita, ancaman penyakit serius telah usai karena fisik anak terlihat semakin kuat dan aktif. Namun, fakta medis justru menunjukkan hal sebaliknya: kelompok usia remaja ternyata sangat rentan dan sering kali luput dari perhatian program imunisasi.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan pediatri tropis, Nina Dwi Putri, mengungkapkan bahwa fase remaja merupakan salah satu periode yang paling sering terlewatkan dalam urusan vaksinasi. Kerap kali, penampilan luar yang energik mengecoh kewaspadaan orang tua. “Remaja itu sering terlupakan karena secara kasat mata mereka terlihat sehat,” ujar Nina dalam sebuah diskusi edukatif bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca Juga

Tetap Aktif Tanpa Drama Asam Lambung: 6 Rekomendasi Olahraga Aman bagi Pasien GERD

Tetap Aktif Tanpa Drama Asam Lambung: 6 Rekomendasi Olahraga Aman bagi Pasien GERD

Mengapa Pubertas Menjadi Titik Kritis?

Banyak yang belum menyadari bahwa ketahanan tubuh manusia tidaklah statis. Menurut Nina, jika kita menelaah siklus kehidupan manusia, terdapat tiga fase utama di mana sistem pertahanan tubuh cenderung melemah atau berada dalam kondisi yang tidak stabil. Ketiga fase tersebut adalah masa bayi, masa remaja (khususnya saat masa pubertas), dan usia lanjut.

“Pada masa pubertas, terjadi perubahan hormonal dan fisik yang masif, yang tanpa disadari dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Oleh karena itu, para remaja tetap membutuhkan perlindungan tambahan melalui vaksinasi lanjutan guna memastikan mereka tetap terlindungi dari berbagai risiko penyakit menular,” tambahnya menjelaskan fenomena biologis tersebut.

Baca Juga

Bukan Sekadar Angka di Timbangan, Inilah 4 Jenis Obesitas yang Wajib Anda Waspadai

Bukan Sekadar Angka di Timbangan, Inilah 4 Jenis Obesitas yang Wajib Anda Waspadai

Memahami Program BIAS sebagai Benteng Pertahanan

Pemerintah sendiri sebenarnya telah memfasilitasi kebutuhan ini melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi anak di atas usia lima tahun hingga usia sekolah. Program ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan instrumen penting untuk melengkapi kekebalan tubuh anak-anak sebelum mereka benar-benar menginjak usia dewasa. Beberapa jenis vaksin krusial dalam program tersebut antara lain:

  • Imunisasi Campak Rubela: Vaksin ini sangat vital untuk melindungi anak dari komplikasi berat seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga risiko kebutaan yang menetap.
  • Imunisasi DT dan Td: Ini adalah langkah preventif yang tidak boleh ditawar untuk menangkal bahaya difteri dan tetanus yang bisa berakibat fatal jika menyerang tubuh yang tidak terproteksi.
  • Imunisasi HPV: Pemberian vaksin ini sangat krusial, terutama bagi remaja perempuan, sebagai investasi perlindungan terhadap kanker leher rahim di masa depan. Mengingat hampir 95% kasus kanker serviks dipicu oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi.

Melalui narasi kesehatan yang lebih komprehensif mengenai pentingnya imunisasi, diharapkan para orang tua tidak lagi mengabaikan jadwal vaksinasi hanya karena sang buah hati terlihat bugar. Proteksi medis yang diberikan di masa sekolah adalah jaminan kesehatan jangka panjang bagi generasi muda Indonesia.

Baca Juga

Terobosan Baru Kesehatan: BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak bagi Orang Dewasa Berisiko

Terobosan Baru Kesehatan: BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak bagi Orang Dewasa Berisiko
Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *