Waspada Bahaya Ultra-Processed Food: Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke di Balik Gurihnya Makanan Instan

Siska Wijaya | Menit Ini
17 Apr 2026, 12:55 WIB
Waspada Bahaya Ultra-Processed Food: Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke di Balik Gurihnya Makanan Instan

MenitIni — Kelezatan sosis bakar atau gurihnya nugget goreng memang sulit ditolak, apalagi saat waktu makan terasa sempit. Namun, di balik kemudahan dan rasanya yang memanjakan lidah, tersimpan risiko kesehatan serius yang sering kali terabaikan. Kelompok makanan ini dikenal dengan istilah Ultra-Processed Food (UPF), produk pangan yang telah melalui serangkaian proses pabrikasi panjang hingga kehilangan bentuk aslinya.

Menurut Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, seorang pakar dari IPB University, UPF bukan sekadar makanan olahan biasa. Ia menjelaskan bahwa makanan jenis ini umumnya telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan tambahan berbagai zat aditif yang bertujuan meningkatkan rasa dan daya simpan. “Biasanya ditambahkan dengan banyak bahan seperti gula, garam, minyak, serta zat aditif seperti pengawet dan pewarna,” ungkapnya dalam sebuah penjelasan mendalam mengenai pola makan sehat.

Baca Juga

Waspada! Timbal Bisa Menembus Plasenta: Ancaman Logam Berat yang Mengintai Perkembangan Janin

Waspada! Timbal Bisa Menembus Plasenta: Ancaman Logam Berat yang Mengintai Perkembangan Janin

Mengenali Wajah Ultra-Processed Food di Sekitar Kita

Mungkin banyak dari kita tidak menyadari bahwa menu harian kita didominasi oleh produk UPF. Selain sosis dan nugget, produk populer lainnya mencakup minuman berpemanis dalam kemasan serta berbagai camilan ringan yang memenuhi rak supermarket. Meski praktis, makanan ini memiliki karakteristik yang mengkhawatirkan: tinggi kalori namun sangat miskin akan zat gizi esensial.

Konsumsi yang berlebihan, terutama pada anak-anak, dapat memicu ketidakseimbangan nutrisi yang fatal. Tubuh mungkin mendapatkan energi yang melimpah dari kalori, tetapi di saat yang sama, ia menderita “kelaparan tersembunyi” karena kekurangan asupan serat, vitamin, dan mineral penting yang seharusnya didapat dari makanan alami.

Baca Juga

Ancaman Senyap Logam Berat: Bagaimana Paparan Timbal Merusak Otak dan Ginjal Anak Secara Permanen

Ancaman Senyap Logam Berat: Bagaimana Paparan Timbal Merusak Otak dan Ginjal Anak Secara Permanen

Ancaman Jangka Pendek hingga Risiko Penyakit Degeneratif

Dampak negatif dari kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat ini bisa dirasakan dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa di antaranya adalah kemunculan karies gigi pada anak-anak serta gangguan sistem pencernaan seperti sembelit kronis. Namun, ancaman yang jauh lebih besar justru mengintai dalam jangka panjang.

Kebiasaan mengandalkan UPF sebagai asupan utama secara konsisten dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit serius, antara lain:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan yang sulit dikontrol.
  • Diabetes tipe 2 akibat lonjakan kadar gula darah.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi akibat kadar garam yang berlebih.

Dr. Karina memperingatkan bahwa akumulasi dari risiko-risiko tersebut dapat berujung pada penyakit degeneratif yang mematikan. “Dengan sekumpulan risiko seperti obesitas dan hipertensi, dalam jangka panjang bisa berisiko menjadi penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan stroke,” tambahnya menekankan urgensi menjaga kesehatan pembuluh darah kita.

Baca Juga

10 Obat Alami Asam Urat: Solusi Ampuh dan Aman Redakan Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

10 Obat Alami Asam Urat: Solusi Ampuh dan Aman Redakan Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

Menyeimbangkan Pola Makan dengan Real Food

Lantas, apakah kita harus benar-benar menghapus UPF dari daftar belanja? Dr. Karina memberikan pandangan yang lebih bijak. Menikmati makanan olahan sesekali sebenarnya tidak dilarang, asalkan tidak menjadi menu harian yang dominan. Kuncinya terletak pada moderasi dan kesadaran untuk kembali ke makanan utuh atau real food.

Langkah terbaik untuk menjaga kebugaran adalah dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar, sayuran, dan masakan rumahan yang bahan-bahannya kita kontrol sendiri secara mandiri. Membatasi jajanan instan dan beralih ke gaya hidup sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan. “Jajan boleh, tapi jangan kebanyakan yang ultra-processed food,” pungkasnya memberikan pesan sederhana namun krusial bagi kesehatan masyarakat.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *