Sering Menunda dan Mudah Lelah? Waspadai Sinyal Stres Tersembunyi yang Jarang Disadari

Siska Wijaya | Menit Ini
18 Apr 2026, 18:52 WIB
Sering Menunda dan Mudah Lelah? Waspadai Sinyal Stres Tersembunyi yang Jarang Disadari

MenitIni — Banyak orang beranggapan bahwa stres hanya terjadi saat seseorang merasa sangat tertekan atau sedih secara emosional. Padahal, dalam realitanya, stres sering kali menyelinap melalui cara-cara yang sangat halus dan jarang disadari sebagai ancaman bagi kesehatan mental.

Psikolog Teresa Indira mengungkapkan bahwa manusia adalah sebuah sistem kompleks di mana pikiran, emosi, tubuh, dan perilaku saling berinteraksi secara intens. Karena keterkaitan inilah, stres tidak melulu bermanifestasi dalam bentuk pikiran yang kacau, melainkan bisa terlihat dari perubahan perilaku hingga reaksi fisik yang nyata.

Mengenali Sinyal ‘Halus’ dari Tubuh

Sering kali, kita merasa tubuh sangat lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Menurut Teresa, ini adalah salah satu gejala stres yang paling umum namun sering diabaikan. Selain rasa lelah yang konstan, tanda-tanda lain meliputi kesulitan untuk fokus, perasaan “kosong”, hingga emosi yang menjadi lebih sensitif atau mudah tersinggung.

Baca Juga

Mengenal Hidronefrosis: Bahaya Tersembunyi Saat Ginjal ‘Kebanjiran’ Urine dan Cara Menanganinya

Mengenal Hidronefrosis: Bahaya Tersembunyi Saat Ginjal ‘Kebanjiran’ Urine dan Cara Menanganinya

“Saat seseorang berada di bawah tekanan emosional, tubuh akan memberikan reaksi spontan. Jantung berdebar lebih kencang, pernapasan melaju cepat, dan otot-otot menegang,” jelas Teresa. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan dalam jangka panjang, dampaknya bisa merembet ke masalah fisik yang lebih serius seperti gangguan pencernaan (maag), migrain, hingga insomnia kronis.

Mengapa Kita Suka Menunda Pekerjaan?

Salah satu fenomena yang menarik adalah hubungan antara stres dan kecenderungan untuk menunda-nunda atau prokrastinasi. Banyak yang mengira ini adalah bentuk kemalasan, namun secara psikologis, menunda pekerjaan sering kali merupakan mekanisme pertahanan diri dari kecemasan.

Rasa takut tidak mampu menyelesaikan tugas dengan sempurna menciptakan kecemasan yang tinggi. Akibatnya, pikiran memilih untuk menghindar dari sumber tekanan tersebut dengan cara menunda, yang justru berujung pada menurunnya produktivitas dan menambah beban stres di kemudian hari.

Baca Juga

Waspada ‘El Nino Godzilla’ 2026: Ancaman Polusi dan Wabah Penyakit Menular Mengintai

Waspada ‘El Nino Godzilla’ 2026: Ancaman Polusi dan Wabah Penyakit Menular Mengintai

Sumber Stres: Dari Kemacetan Hingga Trauma

Penyebab stres tidak selalu harus berupa kejadian besar yang traumatis. Tekanan harian yang kita anggap “biasa”—seperti kemacetan lalu lintas, beban kerja yang menumpuk, kurang tidur, hingga interaksi sosial yang menguras energi—jika terjadi secara terus-menerus akan menjadi akumulasi yang membahayakan mental.

Tentu saja, peristiwa besar seperti kehilangan orang tersayang atau konflik rumah tangga tetap menjadi faktor signifikan. Namun, memahami bahwa “stres kecil” yang rutin juga valid untuk ditangani adalah langkah awal menuju pemulihan yang lebih baik.

Langkah Sederhana Mengembalikan Keseimbangan

Lantas, bagaimana cara mengelolanya? MenitIni merangkum beberapa langkah praktis yang disarankan oleh pakar. Mulailah dengan menyadari kondisi diri sendiri. Saat merasa kewalahan, berhentilah sejenak. Teknik pernapasan dalam, peregangan ringan, atau sekadar berjalan kaki sebentar dapat membantu menurunkan ketegangan saraf.

Baca Juga

Mitos Vape Lebih Aman Terbantah, Pakar Paru Beberkan Sederet Bahaya Fatal Mulai dari Adiksi Hingga Kanker

Mitos Vape Lebih Aman Terbantah, Pakar Paru Beberkan Sederet Bahaya Fatal Mulai dari Adiksi Hingga Kanker

Selain itu, penting untuk tidak terjebak dalam narasi negatif terhadap diri sendiri. Rayakanlah kemenangan-kemenangan kecil setiap hari. “Menikmati makanan dengan tenang, tertawa bersama rekan kerja, atau merasa lega setelah menyelesaikan satu tugas kecil adalah momen krusial untuk menjaga keseimbangan emosi,” tutup Teresa.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *