Wujud Bakti Nyata: Perjuangan Anak Selamatkan Ayah Lewat Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati

Siska Wijaya | Menit Ini
14 Apr 2026, 06:22 WIB
Wujud Bakti Nyata: Perjuangan Anak Selamatkan Ayah Lewat Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati

MenitIni — Sebuah narasi kemanusiaan yang mendalam baru saja terukir di ruang operasi RSUP Fatmawati, Jakarta. Bukan sekadar prosedur medis biasa, kisah ini menjadi potret pengabdian seorang anak berusia 26 tahun yang dengan berani memutuskan untuk mendonorkan sebagian organ hatinya demi menyelamatkan sang ayah tercinta.

Sang ayah yang kini menginjak usia 52 tahun, sebelumnya didiagnosa menderita sirosis hati kronis akibat komplikasi Hepatitis B. Kondisi kesehatan yang terus menurun tersebut membuat tindakan transplantasi hati menjadi satu-satunya jalan keluar untuk menyambung harapan hidupnya. Tindakan bedah kompleks tersebut berhasil dilaksanakan dengan sukses pada 9 April 2026 di RSUP Fatmawati.

Kondisi Pasca-Operasi yang Stabil

Hingga saat ini, tim medis melaporkan bahwa kondisi pendonor maupun penerima donor berada dalam keadaan stabil. Perkembangan positif ini membawa angin segar bagi keluarga dan tim dokter yang menangani. Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, secara langsung memantau perkembangan pasien di lokasi.

Baca Juga

Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

“Pasien saat ini sudah dalam kondisi sadar dan tengah menjalani observasi ketat di ruang ICU. Sementara itu, sang anak selaku pendonor juga menunjukkan kondisi yang sangat baik dan sudah mampu berkomunikasi dengan lancar,” ujar Prof. Dante saat memberikan keterangan pers di RSUP Fatmawati Jakarta.

Solidaritas Keluarga Sebagai Kunci Kesembuhan

Bagi Prof. Dante, keberhasilan prosedur living donor transplantation atau transplantasi dari donor hidup ini merupakan bukti nyata betapa krusialnya dukungan keluarga dalam dunia medis. Menurutnya, tindakan ini bukan hanya tentang keahlian bedah, melainkan juga bentuk solidaritas dan kasih sayang yang mampu mengalahkan maut.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati, dr. Muhammad Azhari Taufik, menekankan bahwa setiap prosedur bedah transplantasi yang dilakukan selalu menjadi ajang pembelajaran bagi institusi medis. Tantangan yang dihadapi dalam setiap operasi menjadi fondasi untuk terus meningkatkan standar pelayanan bagi masyarakat luas.

Baca Juga

Berapa Lama Hasil Gym Terlihat? Panduan Realistis Transformasi Tubuh untuk Pemula

Berapa Lama Hasil Gym Terlihat? Panduan Realistis Transformasi Tubuh untuk Pemula

Keamanan bagi Pendonor Hati

Masyarakat seringkali merasa khawatir mengenai dampak jangka panjang bagi seorang donor hati hidup. Namun, Prof. Dante memberikan penjelasan medis yang menenangkan. Hati merupakan organ yang memiliki kemampuan regenerasi luar biasa.

“Hati itu unik. Selama kondisi donor sehat sebelum operasi, pemotongan sebagian hati tidak akan menjadi masalah permanen. Bagian yang diambil akan tumbuh kembali secara alami,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa prosedur serupa telah sering dilakukan, khususnya pada kasus anak-anak di RSCM yang mencapai angka 200 kasus lebih, di mana orang tua mendonorkan hati untuk bayi mereka yang mengalami gangguan genetik.

Kisah inspiratif dari RSUP Fatmawati ini menjadi bukti bahwa di balik kecanggihan teknologi medis, kekuatan mental dan cinta kasih tetap menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan pemulihan seorang pasien.

Baca Juga

Ancaman El Nino Godzilla 2026: Kemenkes Ingatkan Potensi Lonjakan Penyakit dan Polusi Udara Ekstrem

Ancaman El Nino Godzilla 2026: Kemenkes Ingatkan Potensi Lonjakan Penyakit dan Polusi Udara Ekstrem
Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *