Jembatan Ilmu Medis dan Finansial, PERDOKJASI Targetkan Prodi S2 Kedokteran Asuransi Perdana di 2028

Siska Wijaya | Menit Ini
16 Apr 2026, 18:53 WIB
Jembatan Ilmu Medis dan Finansial, PERDOKJASI Targetkan Prodi S2 Kedokteran Asuransi Perdana di 2028

MenitIni — Dunia medis tanah air tengah bersiap menyambut babak baru dalam integrasi layanan kesehatan dan sistem pembiayaan. Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) secara resmi menyuarakan urgensi pembukaan Program Studi (Prodi) Magister atau S2 Kedokteran Asuransi. Langkah ini diambil guna mengatasi tantangan literasi asuransi yang selama ini dinilai masih minim di kalangan praktisi medis.

Mengisi Celah Literasi di Dunia Medis

Ketua Pengurus Pusat PERDOKJASI, Marsma TNI (Purn). DR. Dr. Wawan Mulyawan, menyoroti fakta bahwa pemahaman mengenai mekanisme asuransi kesehatan secara keilmuan belum merata di kalangan dokter. Meskipun berbagai pelatihan singkat telah tersedia, edukasi yang bersifat akademis dan mendalam masih sangat jarang ditemukan di Indonesia.

Baca Juga

Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

Strategi Baru Putus Rantai Tuberkulosis: Menkes Wajibkan Skrining Bagi Seluruh Keluarga Pasien

“Kami melihat sedikit sekali rekan sejawat yang memahami asuransi secara keilmuan formal. Selama ini, kedokteran asuransi memang belum tersosialisasi secara masif di tanah air,” ungkap Wawan saat ditemui dalam sebuah pertemuan media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menjadi Jembatan Berbasis Bukti

Kedokteran asuransi diposisikan sebagai disiplin ilmu yang menjembatani praktik kedokteran klinis dengan dunia penjaminan. Fokus utamanya terletak pada kajian medis berbasis bukti (evidence-based) yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip industri asuransi. Dengan pemahaman ini, diharapkan tidak ada lagi ketimpangan antara tindakan medis yang dilakukan dokter dengan cakupan proteksi dari pihak penjamin.

Program studi ini dirancang untuk jenjang pascasarjana (S2) yang ditujukan bagi para dokter umum. Layaknya program magister lainnya, kurikulum ini direncanakan menempuh durasi pendidikan selama empat semester atau dua tahun. PERDOKJASI memasang target ambisius agar prodi ini sudah bisa diimplementasikan secara resmi pada tahun 2028 mendatang.

Baca Juga

Bukan Sekadar Estetika, Menelisik Urgensi Medis di Balik Prosedur Bedah Plastik

Bukan Sekadar Estetika, Menelisik Urgensi Medis di Balik Prosedur Bedah Plastik

Kolaborasi Lintas Sektor

Saat ini, PERDOKJASI sedang dalam tahap penyusunan modul pendidikan yang komprehensif. Modul ini nantinya akan ditawarkan kepada pihak universitas untuk dikembangkan menjadi program berbasis kampus (university-based). Wawan optimistis bahwa jika rencana ini terwujud, Indonesia akan memiliki institusi pendidikan pertama yang secara khusus mencetak pakar di bidang insurance medicine.

Menariknya, tenaga pendidik dalam prodi ini tidak hanya akan berasal dari kalangan dokter klinis maupun dokter komunitas. PERDOKJASI berkomitmen untuk melibatkan para pemangku kepentingan dari industri asuransi sebagai pengajar. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya ahli dalam diagnosis medis, tetapi juga mahir dalam melakukan kajian medis untuk kepentingan sistem penjaminan layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga

Rahasia Pernikahan Langgeng: 7 Fondasi Utama Menciptakan Hubungan Harmonis dan Bahagia

Rahasia Pernikahan Langgeng: 7 Fondasi Utama Menciptakan Hubungan Harmonis dan Bahagia
Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *