Waspadai Sinyal Tubuh Saat Alergi Menyerang: Dari Bersin Hingga Reaksi Kulit

Siska Wijaya | Menit Ini
17 Apr 2026, 16:52 WIB
Waspadai Sinyal Tubuh Saat Alergi Menyerang: Dari Bersin Hingga Reaksi Kulit

MenitIni — Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan yang luar biasa, namun terkadang sistem ini bereaksi terlalu protektif terhadap hal-hal yang sebenarnya sepele. Fenomena inilah yang kita kenal sebagai alergi—sebuah respon imun yang berlebihan terhadap zat asing atau alergen yang bagi sebagian besar orang dianggap tidak berbahaya.

Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai gangguan ringan, padahal itu adalah sinyal peringatan dari tubuh. Menurut dr. Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho, SpTHT-BKL, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, tanda-tanda gejala alergi bisa sangat bervariasi. Mulai dari rentetan bersin yang tak kunjung usai, hidung tersumbat, hingga gangguan pernapasan yang lebih serius seperti mengi atau sesak napas.

Baca Juga

Waspada ‘El Nino Godzilla’ 2026: Ancaman Polusi dan Wabah Penyakit Menular Mengintai

Waspada ‘El Nino Godzilla’ 2026: Ancaman Polusi dan Wabah Penyakit Menular Mengintai

Manifestasi Alergi pada Kulit dan Pernapasan

“Manifestasi alergi juga sering terlihat jelas pada kulit. Bentuknya bisa berupa dermatitis atopik atau urtikaria, yang ditandai dengan sensasi gatal hebat, ruam kemerahan, bentol-bentol, hingga kondisi kulit yang menjadi sangat kering,” ungkap dr. Lukman dalam sebuah sesi edukasi di IPB TV. Pemicunya pun sangat beragam, mulai dari butiran debu mikroskopis, serbuk sari, paparan suhu dingin yang ekstrem, hingga kandungan kimia tertentu dalam produk sehari-hari maupun makanan.

Dalam dunia medis, khususnya bidang otolaringologi (THT), dr. Lukman menekankan pentingnya membedakan jenis peradangan hidung atau rinitis. Terdapat tiga kategori utama: rinitis alergi, rinitis non-alergi, dan rinitis infeksi. Berbeda dengan alergi yang dipicu zat asing, rinitis infeksi biasanya disebabkan oleh serangan virus, bakteri, atau jamur yang sering kali disertai dengan gejala demam.

Baca Juga

Klarifikasi Kemenkes Terkait Dugaan Bayi Dipindahtangankan di RSHS Bandung: Kasus Berakhir Damai

Klarifikasi Kemenkes Terkait Dugaan Bayi Dipindahtangankan di RSHS Bandung: Kasus Berakhir Damai

Faktor Genetik dan Pengaruh Lingkungan

Munculnya alergi pada seseorang bukanlah tanpa alasan. Terdapat dua faktor utama yang saling berkaitan, yakni faktor genetik dan pengaruh lingkungan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka anak memiliki probabilitas lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Namun, faktor luar seperti polusi udara, paparan asap rokok sejak dini, hingga tingkat stres yang tinggi juga memegang peranan krusial.

Selain itu, gaya hidup modern turut memengaruhi sensitivitas tubuh. Pola makan yang rendah antioksidan serta kurangnya asupan asam lemak omega-3 diketahui dapat memperlemah barier mukosa tubuh, sehingga memudahkan alergen masuk dan memicu reaksi negatif.

Langkah Pengendalian untuk Hidup Lebih Nyaman

Meskipun beberapa jenis alergi sulit untuk disembuhkan secara total, kondisi ini sangat mungkin untuk dikendalikan agar tidak mengganggu kualitas hidup. Langkah fundamental yang harus diambil adalah mengidentifikasi pemicu spesifik (trigger) dan sebisa mungkin menghindarinya. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dari tungau dan debu adalah langkah preventif yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga

Spektrum Luas Penyakit Ginjal: Mengapa Deteksi Dini Melalui Tes DNA Menjadi Kunci Keselamatan Pasien?

Spektrum Luas Penyakit Ginjal: Mengapa Deteksi Dini Melalui Tes DNA Menjadi Kunci Keselamatan Pasien?

“Dengan mengenali apa yang memicu reaksi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat, kita tidak hanya mencegah alergi kambuh, tetapi juga memastikan tubuh tetap nyaman dan tetap produktif dalam menjalani aktivitas harian,” pungkas dr. Lukman. Melalui pemahaman yang tepat mengenai kesehatan tubuh, alergi bukan lagi menjadi penghalang untuk beraktivitas secara optimal.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *