Waspada Hipotermia pada Balita Saat Naik Gunung: Kenali Langkah Darurat dan Peringatan Ahli

Siska Wijaya | Menit Ini
13 Apr 2026, 20:23 WIB
Waspada Hipotermia pada Balita Saat Naik Gunung: Kenali Langkah Darurat dan Peringatan Ahli

MenitIni — Insiden yang menimpa seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun berinisial LL di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, bocah malang tersebut mengalami kondisi kritis akibat hipotermia setelah terpapar cuaca ekstrem dan hujan deras saat diajak orang tuanya melakukan aktivitas naik gunung. Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa fisik anak-anak memiliki batas ketahanan yang jauh berbeda dibandingkan orang dewasa.

Anak Bukanlah Orang Dewasa dalam Versi Kecil

Menanggapi fenomena tersebut, dr. Yogi Prawira, SpA Subs ETIA(K), selaku Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memberikan penekanan penting bagi para orang tua. Menurutnya, ada persepsi salah yang sering menganggap anak memiliki ketahanan fisik yang setara dengan orang dewasa.

Baca Juga

Optimalkan Kesehatan Usus: 12 Pilihan Buah Terbaik untuk Pencernaan Lancar dan Sehat

Optimalkan Kesehatan Usus: 12 Pilihan Buah Terbaik untuk Pencernaan Lancar dan Sehat

“Anak itu bukan dewasa kecil. Jadi, jangan berasumsi bahwa daya tahan tubuh anak sama kuatnya dengan orang dewasa,” ujar dr. Yogi. Beliau menjelaskan bahwa dalam kondisi hujan lebat dan tubuh yang basah, anak-anak kehilangan panas tubuh dengan kecepatan yang jauh lebih drastis, sehingga risiko hipotermia atau kondisi medis darurat di mana suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius menjadi sangat nyata.

Langkah Darurat Menangani Anak yang Terkena Hipotermia

Jika kondisi buruk sudah terjadi, kecepatan dan ketepatan penanganan awal adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa anak. Berikut adalah panduan penanganan yang direkomendasikan untuk mengatasi penurunan suhu tubuh secara ekstrem:

  • Segera Lepaskan Pakaian Basah: Pakaian yang basah dan menempel pada kulit akan terus menyerap panas tubuh anak. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membuka seluruh pakaian yang basah dan segera mengeringkan tubuhnya secara menyeluruh.
  • Metode Skin-to-Skin (Kontak Kulit ke Kulit): Ini adalah cara paling efektif untuk mentransfer kehangatan. Orang tua disarankan untuk membuka baju dan menempelkan tubuh anak langsung ke kulit mereka. Suhu tubuh orang dewasa yang normal (sekitar 36-37 derajat Celsius) akan bertindak sebagai “inkubator alami” bagi sang buah hati.
  • Gunakan Selimut Kering dan Aluminium Foil: Setelah melakukan kontak kulit, selimuti anak dengan kain atau selimut kering untuk menjaga panas tubuh. Jika tersedia, gunakan emergency blanket (selimut aluminium foil) guna mencegah panas keluar lebih lanjut.

Peringatan IDAI: Hindari Mengajak Batita ke Gunung

Kasus di Gunung Ungaran ini memicu reaksi tegas dari Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA Subsp.Kardio(K). Beliau menegaskan bahwa anak di bawah usia tiga tahun (batita) sangat tidak direkomendasikan untuk diajak melakukan pendakian gunung yang berisiko terpapar cuaca ekstrem.

Baca Juga

Teknik vs Beban: Mengupas Rahasia Latihan Efektif Agar Otot Tumbuh Tanpa Cedera

Teknik vs Beban: Mengupas Rahasia Latihan Efektif Agar Otot Tumbuh Tanpa Cedera

“Sangat tidak direkomendasikan membawa batita naik gunung dengan potensi kehujanan, basah kuyup, atau terpapar panas berlebih,” tegas dr. Piprim. Selain masalah suhu, anak-anak juga lebih rentan mengalami dehidrasi karena frekuensi pernapasan mereka yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Tips Mengenalkan Alam Secara Aman

Meski mengenalkan anak pada alam bebas memiliki dampak positif bagi tumbuh kembangnya, hal tersebut harus dilakukan secara bertahap dan penuh perhitungan. Sebagai langkah awal, orang tua bisa memilih aktivitas ringan seperti hiking santai atau berkunjung ke destinasi alam yang tidak memiliki risiko cuaca ekstrem.

Pastikan kesehatan anak dalam kondisi prima dan lengkapi mereka dengan perlengkapan teknis yang mumpuni, seperti jaket anti air (waterproof) dan pakaian berlapis. Yang paling utama, orang tua harus memiliki pengetahuan dasar mengenai penanganan kondisi darurat sebelum memutuskan untuk membawa anak berpetualang di alam terbuka.

Baca Juga

Waspada Padel Elbow: Mengenal Gejala dan Cara Jitu Mengatasi Cedera Tren Olahraga Kekinian

Waspada Padel Elbow: Mengenal Gejala dan Cara Jitu Mengatasi Cedera Tren Olahraga Kekinian
Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *