Misi Besar POGI di Jakarta: Gandeng Pakar Dunia Demi Selamatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Siska Wijaya | Menit Ini
13 Apr 2026, 13:24 WIB
Misi Besar POGI di Jakarta: Gandeng Pakar Dunia Demi Selamatkan Kesehatan Ibu dan Anak

MenitIni — Langkah konkret kembali diambil oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dalam menjawab tantangan besar di sektor medis nasional. Melalui sebuah kolaborasi strategis, POGI menggandeng deretan pakar medis dunia guna memperkuat fondasi kesehatan ibu dan anak di tanah air. Sinergi ini secara resmi dikukuhkan dalam perhelatan forum regional bersama Asia & Oceania Federation of Obstetrics & Gynaecology (AOFOG) yang berlangsung di Jakarta pada 10 hingga 12 April 2026 mendatang.

Sinergi Global Hadapi Tantangan Kesehatan Perempuan

Pertemuan tingkat tinggi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah momentum krusial untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan kompleks yang menghantui perempuan Indonesia. Fokus utama forum ini mencakup penanganan stunting, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, hingga percepatan eliminasi kanker serviks. Kehadiran para ahli dari kawasan Asia dan Oseania diharapkan mampu melahirkan rencana aksi nyata yang berbasis pada pengalaman lintas negara.

Baca Juga

Berapa Lama Hasil Gym Terlihat? Panduan Realistis Transformasi Tubuh untuk Pemula

Berapa Lama Hasil Gym Terlihat? Panduan Realistis Transformasi Tubuh untuk Pemula

Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, FRANZCOG (Hons), menegaskan bahwa tantangan di dunia medis saat ini tidak bisa lagi dihadapi secara terfragmentasi. Menurutnya, kolaborasi global adalah kunci untuk mengakselerasi standar pelayanan kesehatan.

“Persoalan seperti stunting dan kematian ibu adalah isu multidimensi yang membutuhkan sinergi kuat antara organisasi profesi dan pemerintah. Melalui forum ini, kita ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil didasari oleh evidence-based medicine atau praktik medis berbasis bukti,” jelas Prof. Budi dalam keterangannya.

Program SPRIN: Perisai bagi Perempuan Indonesia

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam forum ini adalah implementasi program strategis POGI yang bertajuk SPRIN (Selamatkan PeRempuan INdonesia). Program ini dirancang sebagai sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan di setiap fase kehidupan mereka, mulai dari penguatan edukasi hingga akses layanan kesehatan yang lebih mumpuni.

Baca Juga

Investasi Masa Depan: 9 Kebiasaan Harian Agar Tubuh Tetap Bugar dan Terhindar dari Penyakit

Investasi Masa Depan: 9 Kebiasaan Harian Agar Tubuh Tetap Bugar dan Terhindar dari Penyakit

Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah. Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif POGI. Ia menilai bahwa investasi terbaik sebuah bangsa terletak pada kesehatan perempuannya. “Mendidik dan menjaga kesehatan perempuan berarti kita sedang membangun masa depan bangsa yang lebih kokoh,” tuturnya.

Apresiasi dari Dunia Internasional

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal AOFOG, Rohana Haththotuwa, melihat antusiasme POGI sebagai langkah progresif yang patut dicontoh oleh negara lain di kawasan Asia. Forum di Jakarta ini menjadi wadah pertukaran ilmu yang dinamis, di mana tantangan klinis dan kebijakan kesehatan dari berbagai negara dibedah untuk mencari titik temu terbaik.

Baca Juga

10 Obat Alami Asam Urat: Solusi Ampuh dan Aman Redakan Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

10 Obat Alami Asam Urat: Solusi Ampuh dan Aman Redakan Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

Dengan perpaduan gerakan nasional seperti SPRIN dan dukungan internasional dari AOFOG, POGI optimis dapat menciptakan perubahan signifikan. Harapannya, kualitas hidup ibu dan anak di Indonesia tidak hanya meningkat, tetapi juga mampu bersaing dengan standar kesehatan di kawasan regional, demi melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *