Waspada Padel Elbow: Mengenal Gejala dan Cara Jitu Mengatasi Cedera Tren Olahraga Kekinian

Siska Wijaya | Menit Ini
13 Apr 2026, 09:23 WIB
Waspada Padel Elbow: Mengenal Gejala dan Cara Jitu Mengatasi Cedera Tren Olahraga Kekinian

MenitIni — Fenomena olahraga padel kini tengah menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Kombinasi unik antara tenis dan squash ini menjadi magnet baru bagi masyarakat, mulai dari pegiat kebugaran hingga kalangan selebritas. Namun, di balik keseruan mengejar bola di dalam lapangan kaca, ada satu risiko kesehatan yang mengintai dan semakin sering dilaporkan: Padel Elbow.

Secara klinis, kondisi ini dikenal sebagai lateral epicondylitis, sebuah peradangan pada tendon yang menghubungkan otot lengan bawah ke tonjolan tulang di bagian luar siku. Tendon ini memegang peranan krusial karena berfungsi membantu kita mengangkat pergelangan tangan serta memberikan kekuatan saat melakukan ayunan pukulan. Jika tidak ditangani dengan tepat, cedera ini bisa menjadi penghalang serius bagi hobi olahraga Anda.

Baca Juga

Waspada! Timbal Bisa Menembus Plasenta: Ancaman Logam Berat yang Mengintai Perkembangan Janin

Waspada! Timbal Bisa Menembus Plasenta: Ancaman Logam Berat yang Mengintai Perkembangan Janin

Mengapa Padel Berbeda dari Tenis?

Banyak yang menyamakan kondisi ini dengan tennis elbow. Meski gejalanya serupa, pemicu utama pada olahraga padel memiliki karakteristik yang unik. Perbedaan mendasar terletak pada alat pemukulnya. Berbeda dengan raket tenis yang menggunakan senar elastis, raket padel memiliki permukaan padat yang terbuat dari bahan seperti karbon atau fiberglass dengan pola lubang-lubang kecil.

Ketiadaan senar ini membuat raket tidak memiliki daya serap benturan yang maksimal. Akibatnya, setiap kali bola menghantam raket, energi kinetik dan getaran keras akan langsung tersalurkan secara linear dari pergelangan tangan hingga ke area siku. Beban repetitif inilah yang membuat tendon bekerja ekstra keras dan rentan mengalami peradangan. Memahami teknik bermain padel yang benar menjadi kunci utama untuk menghindari risiko ini.

Baca Juga

Perkuat Garda Terdepan, Vaksinasi Campak Dewasa Sasar 223 Ribu Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi

Perkuat Garda Terdepan, Vaksinasi Campak Dewasa Sasar 223 Ribu Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi

Faktor Pemicu Cedera yang Sering Diabaikan

Menurut dr. Aldo Fransiskus Marsetio, seorang dokter konsultan ortopedi cedera olahraga dari Gatam Institute Eka Hospital, terdapat beberapa faktor krusial yang menyebabkan pemain—baik pemula maupun profesional—terkena padel elbow:

  • Getaran Raket yang Intens: Struktur raket yang solid memaksa lengan bawah menyerap seluruh energi dari bola tanpa filter.
  • Kesalahan Teknik Backhand: Banyak pemain pemula cenderung memukul bola backhand hanya dengan mengandalkan kekuatan pergelangan tangan, tanpa melibatkan putaran bahu dan tenaga dari tumpuan kaki.
  • Eforia Bermain yang Berlebihan: Karena sifat olahraga ini sangat menyenangkan dan adiktif, banyak pemain baru yang bermain setiap hari tanpa memberikan waktu bagi otot untuk fase pemulihan.
  • Pemilihan Alat yang Tidak Sesuai: Menggunakan raket yang terlalu berat atau ukuran grip yang tidak ergonomis dapat meningkatkan ketegangan pada otot lengan bawah.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai peralatan, pastikan untuk melakukan riset mengenai rekomendasi raket padel yang ramah bagi persendian.

Baca Juga

Bukan Sekadar Kurang Jumlah, Ini Akar Masalah Krisis Dokter di Indonesia yang Sebenarnya

Bukan Sekadar Kurang Jumlah, Ini Akar Masalah Krisis Dokter di Indonesia yang Sebenarnya

Mengenali Gejala Sebelum Terlambat

Padel elbow tidak muncul secara tiba-tiba dalam satu malam, melainkan berkembang secara bertahap melalui mikrotrauma yang berulang. Beberapa tanda yang harus Anda waspadai antara lain:

  1. Rasa nyeri yang tajam atau perih tepat pada tonjolan tulang di sisi luar siku.
  2. Rasa sakit yang mulai menjalar dari siku hingga ke pergelangan tangan.
  3. Melemahnya kekuatan genggaman, bahkan saat melakukan aktivitas sederhana seperti bersalaman atau memutar gagang pintu.
  4. Kekakuan pada area siku, terutama saat bangun tidur di pagi hari.

Langkah Penanganan dan Pemulihan

Jika Anda mulai merasakan tanda-tanda di atas, dr. Aldo menyarankan beberapa langkah penanganan dini untuk mencegah kerusakan tendon yang lebih permanen:

Pertama, lakukan istirahat total dari aktivitas lapangan selama minimal satu hingga dua minggu. Selama masa ini, kompres area yang nyeri dengan es selama 15 menit beberapa kali sehari untuk meredam peradangan. Melakukan fisioterapi dan peregangan secara rutin juga sangat disarankan untuk memperkuat otot di sekitar siku.

Selain itu, evaluasi kembali peralatan Anda. Menambahkan overgrip untuk menyesuaikan ukuran pegangan atau beralih ke raket dengan material soft EVA foam dapat membantu meredam getaran dengan lebih baik. Jika nyeri tetap berlanjut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis seperti pemberian obat antiinflamasi atau penggunaan penyangga siku (brace).

“Cedera olahraga yang diabaikan dapat berkembang menjadi nyeri kronis yang mengganggu kualitas hidup sehari-hari. Jangan ragu untuk memeriksakan diri sebelum kondisi memburuk,” pungkas dr. Aldo dalam keterangannya yang diterima redaksi MenitIni. Tetaplah aktif, namun jangan lupa untuk selalu mendengarkan sinyal dari tubuh Anda.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *