Anak Pernah Kena Campak? Tetap Butuh Vaksin MR, Ini Jadwal dan Penjelasan Ahli

Siska Wijaya | Menit Ini
19 Apr 2026, 16:52 WIB
Anak Pernah Kena Campak? Tetap Butuh Vaksin MR, Ini Jadwal dan Penjelasan Ahli

MenitIni Muncul sebuah pertanyaan yang sering menghampiri para orang tua: apakah buah hati yang baru saja sembuh dari serangan campak masih perlu mendapatkan vaksinasi MR atau MMR? Jawabannya adalah ya. Meski anak mungkin sudah memiliki kekebalan alami terhadap campak pasca-infeksi, perlindungan terhadap ancaman virus lain dalam paket vaksin tersebut tetap menjadi prioritas yang tidak boleh dilewatkan.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan pediatri tropis, dr. Nina Dwi Putri, menjelaskan bahwa meskipun seseorang yang sudah terkena campak secara teori tidak akan terinfeksi kembali oleh virus yang sama, vaksin MR atau MMR memiliki cakupan perlindungan yang lebih luas. Vaksin MR dirancang untuk melindungi anak dari campak (measles) sekaligus rubella. Sementara itu, vaksin MMR memberikan proteksi tambahan terhadap mumps atau penyakit gondongan.

Baca Juga

Hati-Hati, Hepatitis Bisa Picu Kerusakan Hati Permanen: Wamenkes Ingatkan Pentingnya Pencegahan

Hati-Hati, Hepatitis Bisa Picu Kerusakan Hati Permanen: Wamenkes Ingatkan Pentingnya Pencegahan

Pentingnya Jeda Satu Bulan Pasca-Sembuh

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan imunisasi setelah sakit adalah kunci efektivitas vaksin. Saat tubuh seorang anak sedang bertarung melawan gejala campak, sistem pertahanan tubuh mereka mengalami kelelahan yang luar biasa atau penurunan daya tahan. Oleh karena itu, dokter menyarankan untuk memberikan jeda waktu sebelum melanjutkan program imunisasi.

“Beri jeda sekitar satu bulan agar daya tahan tubuh kembali stabil. Dengan begitu, tubuh dapat merespons vaksin rubela dan gondongan yang diberikan dengan lebih optimal,” ungkap dr. Nina dalam sebuah diskusi kesehatan bersama IDAI. Masa pemulihan ini krusial agar antibodi yang terbentuk melalui vaksinasi benar-benar kuat untuk menangkal ancaman di masa depan.

Baca Juga

Bukan Sekadar Kurang Darah, Anemia Defisiensi Besi Jadi Ancaman Nyata bagi Kecerdasan dan Masa Depan Bangsa

Bukan Sekadar Kurang Darah, Anemia Defisiensi Besi Jadi Ancaman Nyata bagi Kecerdasan dan Masa Depan Bangsa

Mengenal Ancaman di Balik Campak, Mumps, dan Rubella

Memahami risiko komplikasi dari ketiga penyakit ini akan membuat kita semakin sadar betapa pentingnya imunisasi anak secara lengkap. Berikut adalah gambaran bahaya yang mengintai:

  • Campak: Bukan sekadar ruam merah, penyakit ini bisa memicu infeksi telinga, radang paru-paru, hingga radang otak (encephalitis) yang berisiko menyebabkan kejang, tuli, bahkan retardasi mental.
  • Gondongan (Mumps): Selain pembengkakan di area rahang, komplikasi serius seperti radang selaput otak (meningitis) hingga risiko kemandulan (sterilitas) akibat radang buah zakar bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar.
  • Rubella (Campak Jerman): Meski gejalanya terlihat ringan pada anak, virus ini sangat berbahaya jika menular ke ibu hamil, karena dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital yang memicu cacat lahir permanen pada janin.

Melihat tingginya risiko komplikasi tersebut, melengkapi jadwal vaksinasi meskipun anak pernah jatuh sakit adalah langkah preventif terbaik. Pastikan kondisi fisik buah hati sudah benar-benar fit sebelum mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan dosis perlindungan mereka.

Baca Juga

Jangan Salah Kaprah, IDAI Tegaskan Batita Bukan ‘Pendaki Kecil’ Usai Insiden Hipotermia di Gunung Ungaran

Jangan Salah Kaprah, IDAI Tegaskan Batita Bukan ‘Pendaki Kecil’ Usai Insiden Hipotermia di Gunung Ungaran
Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *