Mengenal Varises: Lebih Dari Sekadar Masalah Estetika, Ini Sinyal Bahaya bagi Pembuluh Darah Anda

Siska Wijaya | Menit Ini
15 Apr 2026, 20:22 WIB
Mengenal Varises: Lebih Dari Sekadar Masalah Estetika, Ini Sinyal Bahaya bagi Pembuluh Darah Anda

MenitIni — Guratan urat menonjol berwarna keunguan atau biru pada tungkai seringkali hanya dianggap sebagai pengganggu penampilan semata. Namun, di balik penampakannya yang mencolok, kondisi yang dikenal sebagai varises ini sebenarnya adalah alarm nyata adanya gangguan serius pada sistem sirkulasi darah di bagian bawah tubuh.

Varises sejatinya merupakan manifestasi dari penyakit vena kronis. Kondisi ini mencerminkan kegagalan aliran balik darah dari kaki menuju jantung, yang memicu penumpukan tekanan pada pembuluh darah. Menurut dr. Emanoel Oepangat, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, varises tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Varises adalah sinyal dari sistem sirkulasi yang mulai terganggu, bukan sekadar urat berwarna kebiruan di permukaan kulit,” ungkap dr. Emanoel. Beliau menekankan bahwa kemunculan warna kebiruan tersebut merupakan indikasi awal bahwa mekanisme transportasi darah dalam tubuh sedang tidak berjalan optimal.

Baca Juga

Bukan Sekadar ‘Bercanda’, Ini Dampak Fatal Pelecehan Verbal di Grup Chat bagi Mental

Bukan Sekadar ‘Bercanda’, Ini Dampak Fatal Pelecehan Verbal di Grup Chat bagi Mental

Gejala yang Sering Diabaikan

Perjalanan penyakit varises biasanya berlangsung secara perlahan dan seringkali tidak disadari. Pada tahap awal, penderita mungkin hanya merasakan sensasi kaki yang terasa berat, nyeri tumpul, atau mudah lelah setelah beraktivitas seharian. Keluhan ini kemudian berlanjut pada pembengkakan di area pergelangan kaki, terutama saat sore hari setelah banyak berdiri atau duduk.

Seiring waktu, pembuluh darah halus mulai menampakkan diri di bawah kulit dengan warna kebiruan. Jika tidak segera ditangani, pembuluh darah tersebut akan semakin menebal, menonjol, dan tampak terpuntir di permukaan kulit. Pada stadium lanjut, penderita bisa mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau kecokelatan di area betis bawah, yang menjadi tanda kerusakan jaringan yang lebih dalam. Untuk memahami lebih lanjut mengenai tanda-tanda ini, Anda bisa mencari informasi seputar gejala gangguan vena.

Baca Juga

Ancaman El Nino Godzilla 2026: Strategi Ampuh Jaga Kesehatan Anak di Tengah Cuaca Ekstrem

Ancaman El Nino Godzilla 2026: Strategi Ampuh Jaga Kesehatan Anak di Tengah Cuaca Ekstrem

Risiko Komplikasi Serius

Menunda pengobatan varises bisa berakibat fatal. Dokter yang berpraktik di Heartology Cardiovascular Hospital Jakarta ini menjelaskan bahwa banyak pasien baru mencari pertolongan medis ketika sudah timbul luka terbuka atau nyeri hebat. Padahal, varises bersifat progresif yang artinya akan terus memburuk jika dibiarkan.

Beberapa komplikasi yang mengintai antara lain insufisiensi vena kronis, ulkus vaskular (luka terbuka yang sulit sembuh), hingga risiko mematikan berupa Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh darah dalam. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan konsultasi terkait kesehatan pembuluh darah sebelum kondisi memburuk.

Teknologi Diagnosis dan Solusi Modern

Dunia medis saat ini telah memiliki cara yang sangat akurat untuk mendeteksi tingkat keparahan varises. Salah satunya adalah menggunakan Duplex Ultrasound Vaskular. Teknologi pencitraan ini memungkinkan dokter melihat fungsi katup vena dan mendeteksi lokasi sumbatan secara presisi tanpa prosedur yang menyakitkan.

Baca Juga

Fondasi Tubuh Ideal: 7 Manfaat Vital Protein bagi Pemula Fitness dan Cara Kerjanya

Fondasi Tubuh Ideal: 7 Manfaat Vital Protein bagi Pemula Fitness dan Cara Kerjanya

Setelah diagnosa ditegakkan, terdapat beberapa pilihan terapi modern yang tersedia, di antaranya:

  • Terapi Kompresi Medis: Penggunaan stoking khusus untuk membantu melancarkan aliran balik darah.
  • Sclerotherapy: Prosedur penyuntikan larutan khusus untuk menutup pembuluh darah yang bermasalah.
  • Radiofrequency Ablation (RFA) & Laser Vein Therapy: Teknik minim invasif tanpa sayatan besar yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan pulang di hari yang sama.

Seluruh penanganan ini bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi, mengembalikan fungsi vena, dan mencegah komplikasi jangka panjang yang merugikan. Informasi mengenai tindakan medis ini dapat dipelajari lebih lanjut lewat pencarian pengobatan varises modern.

Mengapa Wanita Lebih Rentan?

Data dari Journal of Vascular Surgery dan WHO menunjukkan bahwa varises menyerang sekitar 25% wanita dan 10–15% pria di seluruh dunia. Perbedaan angka ini sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal. Hormon estrogen dan progesteron pada wanita diketahui dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Kondisi ini diperparah saat masa kehamilan, di mana tekanan di area perut meningkat dan menambah beban kerja vena di kaki.

Meski demikian, kaum pria juga tidak luput dari risiko, terutama mereka yang memiliki profesi yang menuntut untuk berdiri atau duduk dalam durasi yang sangat lama, seperti petugas keamanan, pengemudi, atau pekerja kantoran. Memahami gaya hidup sehat sangatlah krusial, carilah tips mengenai gaya hidup sehat vena untuk mencegah kondisi ini sejak dini.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *