Seni Menyesap Musim Semi: Eksplorasi Teh Premium di Cafe Kissa Bersama Tea Sommelier Ratna Somantri
MenitIni — Tren gaya hidup urban di Jakarta kini tidak lagi sekadar berkutat pada aroma kopi yang kuat di sudut-sudut kafe estetik. Sebuah pergeseran budaya mulai terasa, di mana secangkir teh kini naik kelas menjadi sebuah pengalaman sensorik yang mewah dan mendalam. Salah satu momentum yang mencuri perhatian adalah kolaborasi apik antara Cafe Kissa dengan maestro teh Indonesia, Ratna Somantri, dalam tajuk ‘The Art of Seasonal Te: Spring in Bloom’.
Mengambil inspirasi dari filosofi hanami atau tradisi menikmati mekarnya bunga sakura di Jepang, kolaborasi ini seolah membawa embusan angin musim semi ke tengah hiruk-pikuk ibu kota. Melalui tangan dingin Ratna Somantri, teh bukan lagi sekadar minuman pendamping, melainkan sebuah narasi tentang alam, waktu, dan ketenangan yang tertuang dalam setiap cangkirnya.
Diplomasi Rasa: Mengapa Buah Segar Thailand Begitu Menggoda Pasar Indonesia?
Sentuhan Magis Ratna Somantri dalam Kurasi Teh Musim Semi
Bagi para pencinta teh, nama Ratna Somantri bukanlah sosok asing. Sebagai pendiri Indonesia Tea Institute, Ratna telah mendedikasikan lebih dari 15 tahun hidupnya untuk mendalami seluk-beluk budaya teh global. Dedikasinya bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih tinggi terhadap komoditas teh, khususnya di tanah air yang sebenarnya kaya akan perkebunan teh berkualitas tinggi.
Dalam proyek terbarunya di Cafe Kissa, Ratna meracik tiga menu khusus yang mencerminkan esensi kebangkitan musim semi. Menu pertama yang menjadi primadona adalah Hanami Blossom. Ini bukanlah sekadar teh melati biasa. Racikan ini merupakan perpaduan presisi antara kelembutan teh melati dan kesegaran teh hijau, yang kemudian diberi sentuhan aromatik stroberi untuk memunculkan sensasi manis alami yang elegan.
Eksklusif: Bocoran Tanggal Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York Terungkap
“Ada lapisan aroma yang sangat halus yang tertinggal di indra perasa pada setiap tegukan. Pengalaman ini sengaja dirancang untuk mengingatkan kita pada bayangan kelopak sakura yang berguguran di bawah langit musim semi yang cerah,” ungkap Ratna saat berbagi cerita tentang filosofi di balik racikannya di Jakarta baru-baru ini.
Inovasi Mocktail: Memadukan Tradisi dan Modernitas
Selain teh panas konvensional, kolaborasi ini juga melahirkan Sakura Honey Mocktail. Minuman ini adalah bukti nyata bahwa teh bisa bersifat adaptif dan playful. Dengan basis campuran teh hijau dan oolong yang secara alami memiliki karakter fruity, minuman ini kemudian diperkaya dengan ekstrak pir Jepang dan bunga rosella.
Rahasia Resep Puding Roti Tawar Tanpa Agar-Agar: Tekstur Menul, Lembut, dan Anti Gagal untuk Pemula
Penambahan rosella memberikan aksen warna merah muda yang menawan sekaligus memberikan sentuhan rasa asam yang segar. Untuk menyeimbangkan rasa, madu digunakan sebagai pemanis alami yang tidak menutupi karakter asli tehnya. Hasilnya adalah sebuah minuman yang terasa modern namun tetap memiliki kedalaman rasa (refined), seolah-olah menangkap spirit musim semi yang penuh energi dalam satu gelas tinggi yang menyegarkan.
Harmonisasi Rasa: Pairing Teh dengan Bloom Matcha Daifuku
Budaya minum teh di Jepang tidak akan lengkap tanpa kehadiran camilan manis atau wagashi. Menyadari hal tersebut, Cafe Kissa menghadirkan Bloom Matcha Daifuku sebagai pasangan sempurna. Dessert ini tampil cantik dengan warna pink yang lembut, membungkus tekstur mochi yang kenyal namun lumer di mulut.
Rahasia Tahu Bacem Otentik: Teknik Jitu Menghasilkan Cita Rasa Manis Gurih yang Meresap Hingga ke Dalam
Kejutan sesungguhnya ada pada bagian dalam, di mana isian Basque cheesecake yang creamy bertemu dengan karakter matcha Jepang yang cenderung earthy dan sedikit pahit. Kombinasi antara teh Hanami Blossom yang floral dengan Daifuku yang kaya rasa menciptakan simfoni rasa yang seimbang, di mana rasa pahit, manis, dan gurih saling melengkapi satu sama lain.
Cendyarani, selaku President Director ISMAYA Group, menjelaskan bahwa menu ini adalah bentuk interpretasi perusahaan terhadap perubahan gaya hidup masyarakat saat ini. “Kami ingin menawarkan momen jeda yang relevan bagi pelanggan. Ini adalah tentang craftsmanship dan bagaimana menghargai waktu di tengah rutinitas yang cepat,” ujarnya.
Fenomena Teh Sebagai ‘The New Coffee’ di Indonesia
Apa yang dilakukan oleh Cafe Kissa sebenarnya merupakan respons terhadap tren teh premium yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Selama beberapa dekade, teh sering kali dipandang sebelah mata sebagai minuman gratisan atau sekadar pelepas dahaga. Namun kini, posisinya mulai setara dengan kopi specialty.
Revolusi Wangi Lokal: Dari Identitas Nusantara Menuju Panggung Global, Bagaimana Parfum Indonesia Menaklukkan Dunia?
Liana Setiawan, Commercial Director PT Sinergi Prosperia Global, distributor resmi Harney & Sons di Indonesia, mengamini hal ini. Menurutnya, konsumen Indonesia mulai cerdas dalam membedakan profil rasa teh. Mereka mulai memperhatikan aroma, tingkat kepekatan (body), hingga aftertaste yang dihasilkan dari lokasi penanaman teh yang berbeda.
Indonesia memiliki potensi besar dalam peta teh dunia. Dengan ketersediaan bahan baku premium seperti teh putih, kayu manis, hingga moringa, budaya minum teh premium di tanah air diprediksi akan terus bertumbuh. “Masyarakat kita sudah punya tradisi minum teh yang kuat sejak dulu, sekarang tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan standar kualitas yang lebih tinggi,” tambah Liana.
Menilik Sejarah dan Pentingnya Hari Teh Internasional
Perbincangan mengenai teh premium ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Teh Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 Mei. Ditetapkan oleh PBB pada tahun 2019, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat akan pentingnya keberlanjutan industri teh bagi ekonomi global dan kesejahteraan jutaan petani di seluruh dunia.
Sejarah teh sendiri telah terbentang lebih dari 5.000 tahun yang lalu, berawal dari daratan Tiongkok sebelum akhirnya berkelana ke India, Sri Lanka, hingga ke meja-meja bangsawan di Eropa. Saat ini, teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Sekitar tiga miliar cangkir teh disesap setiap harinya secara global.
Mike Harney, Vice President dari jenama teh ternama Harney & Sons, menekankan bahwa teh yang baik bukan hanya soal teknis penyeduhan, tetapi tentang pengalaman emosional. “Tujuan utama dari teh yang berkualitas adalah menciptakan senyuman di wajah orang-orang yang menikmatinya,” kata Mike. Menurutnya, karakter unik teh sangat dipengaruhi oleh terrior—perpaduan antara iklim, jenis tanah, dan cara pengolahannya.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman sensorik musim semi ini, paket pairing spesial di Cafe Kissa tersedia dengan harga Rp150.000. Namun, Anda harus bergegas karena kurasi eksklusif bersama Ratna Somantri ini hanya tersedia hingga 31 Mei 2026. Ini adalah kesempatan sempurna untuk berhenti sejenak, menyesap keharuman floral, dan merayakan keindahan musim yang bermekaran dalam secangkir teh hangat.