Gaya Ikonik Demi Moore di Cannes 2026: Sentuhan Balenciaga yang Memantik Debat Mode Dunia

Rendi Saputra | Menit Ini
24 Mei 2026, 14:51 WIB
Gaya Ikonik Demi Moore di Cannes 2026: Sentuhan Balenciaga yang Memantik Debat Mode Dunia

MenitIni — Gemerlap karpet merah di pesisir French Riviera selalu menyisakan cerita yang tak habis dikupas, dan penutupan Festival Film Cannes 2026 tidak menjadi pengecualian. Di tengah parade busana mewah dari para pesohor dunia, sorotan tajam tertuju pada sosok aktris legendaris Demi Moore. Aktris yang tetap mempesona di usia kepala enam ini berhasil menghentak panggung mode lewat pilihan busana yang tak biasa, sebuah perpaduan antara keberanian artistik dan eksentrisitas yang memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat fashion hollywood.

Eksperimen Mode Demi Moore: Antara Adibusana dan ‘Kantung Tidur’

Malam penutupan festival film paling bergengsi sejagat itu menjadi saksi bagaimana Demi Moore memilih untuk tampil beda. Mengenakan gaun hijau zamrud yang bertabur permata berkilauan, Moore tampak memukau dalam balutan adibusana rancangan Pierpaolo Piccioli untuk rumah mode Balenciaga. Namun, bukan gaunnya yang menjadi perbincangan utama, melainkan sebuah syal atau aksesori penutup bahu berwarna biru langit yang memiliki volume sangat masif.

Baca Juga

Mahakarya Picasso Senilai Rp 17 Miliar Dilelang Rp 1,9 Juta, Peluang Emas Kolektor Seni Dunia

Mahakarya Picasso Senilai Rp 17 Miliar Dilelang Rp 1,9 Juta, Peluang Emas Kolektor Seni Dunia

Media kenamaan Inggris, Daily Mail, memberikan ulasan yang cukup menggelitik dengan menyamakan aksesori menggembung tersebut dengan sleeping bag atau kantung tidur. Jika dilihat lebih dekat, tekstur dan volumenya memang memberikan kesan protektif sekaligus dramatis. Beberapa kritikus lain bahkan menyebutnya lebih mirip dengan bean bag yang modis daripada sekadar syal biasa. Meskipun mendapat komentar beragam, tak bisa dipungkiri bahwa perpaduan warna hijau neon dan biru langit tersebut menciptakan kontras visual yang luar biasa di bawah lampu kilat kamera fotografer internasional.

Penampilan ini dipermanis dengan sarung tangan putih panjang yang memberikan nuansa klasik ala era keemasan Hollywood. Moore, yang tahun ini mengemban tugas sebagai salah satu juri, seolah ingin menegaskan bahwa gaya artis Cannes tidak harus selalu mengikuti pakem tradisional. Keberaniannya mengeksplorasi volume dan siluet dari Balenciaga menunjukkan bahwa ia tetap menjadi ikon mode yang relevan di tengah gempuran tren baru.

Baca Juga

Pesta Literasi 24 Jam: Big Bad Wolf Jakarta 2026 Hadirkan Diskon Gila-Gilaan hingga Flash Sale Serba Seribu

Pesta Literasi 24 Jam: Big Bad Wolf Jakarta 2026 Hadirkan Diskon Gila-Gilaan hingga Flash Sale Serba Seribu

Kontroversi Ozempic dan Spekulasi Kesehatan Sang Bintang

Di balik kemegahan gaun hijaunya, publik justru menangkap hal lain yang memicu kekhawatiran. Transformasi fisik Demi Moore yang terlihat jauh lebih ramping dibandingkan penampilan sebelumnya menjadi topik hangat di media sosial. Aktris film ‘Ghost’ ini terlihat memiliki rahang yang lebih tajam dan tubuh yang sangat kecil, memicu spekulasi liar mengenai penggunaan Ozempic, obat penurun berat badan yang sedang menjadi tren sekaligus kontroversi di kalangan selebriti Amerika Serikat.

Kekhawatiran penggemar tumpah di berbagai platform digital. Banyak yang menyayangkan jika Moore merasa harus mengikuti standar kecantikan Hollywood yang ekstrem di usianya yang ke-63. “Sangat menyedihkan melihatnya bertransformasi seperti ini hanya demi menyesuaikan diri,” tulis salah seorang netizen. Namun, di sisi lain, banyak pula yang membelanya dengan argumen bahwa Moore memang selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan diet ketat dan olahraga rutin selama puluhan tahun.

Baca Juga

Sudoku Packing: Rahasia Berkemas Efisien untuk Tampil Stylish Tanpa Beban Koper Berlebih

Sudoku Packing: Rahasia Berkemas Efisien untuk Tampil Stylish Tanpa Beban Koper Berlebih

Hingga artikel ini diterbitkan, pihak perwakilan Demi Moore belum memberikan pernyataan resmi terkait spekulasi tersebut. Terlepas dari segala tudingan, Moore tetap menunjukkan profesionalisme tinggi selama menjalankan tugasnya sebagai juri di festival film cannes, membuktikan bahwa energi dan dedikasinya terhadap industri perfilman tidak luntur oleh usia maupun komentar miring netizen.

Parade Kemewahan: Dari Eva Longoria hingga Penelope Cruz

Malam penutupan Cannes 2026 bukan hanya milik Demi Moore. Karpet merah juga diramaikan oleh kehadiran Eva Longoria yang tampil memukau dengan gaun berpayet emas. Desain tanpa tali dengan potongan korset yang menonjolkan siluet tubuhnya membuat Longoria terlihat seperti dewi Yunani modern. Rambut karamelnya yang dibiarkan terurai bergelombang menambah kesan glamor yang elegan.

Baca Juga

Buah Utuh, Jus, atau Smoothie? Menyingkap Cara Terbaik Menikmati Nutrisi Alam Menurut Sains

Buah Utuh, Jus, atau Smoothie? Menyingkap Cara Terbaik Menikmati Nutrisi Alam Menurut Sains

Tak kalah mencuri perhatian adalah pemenang Oscar, Penelope Cruz. Di usianya yang ke-52, Cruz tetap menjadi lambang keanggunan sejati. Ia memilih gaun dengan detail bulu hitam-putih yang dramatis. Rok bertingkat yang ia kenakan memberikan volume yang pas saat ia melangkah, menciptakan momen sinematik tersendiri di atas karpet merah. Sementara itu, Zoe Saldana tampil lebih segar dengan gaun motif bunga berwarna-warni yang memiliki garis leher rendah, memberikan nuansa musim semi yang ceria di penghujung festival.

Kejutan lain datang dari bintang muda Sofia Carson. Aktris berusia 33 tahun tersebut tampil dengan gaya yang sangat mengingatkan kita pada ikon legendaris Audrey Hepburn. Mengenakan gaun beludru hitam yang simpel namun sangat berkelas, lengkap dengan sarung tangan opera, Carson berhasil membawa nafas klasik ke tengah modernitas Cannes 2026.

Baca Juga

Kabar Gembira dari Madinah: Akomodasi Haji Indonesia 2026 Terpusat di Markaziyah dengan Jarak Terdekat 50 Meter

Kabar Gembira dari Madinah: Akomodasi Haji Indonesia 2026 Terpusat di Markaziyah dengan Jarak Terdekat 50 Meter

Menilik Jajaran Juri dan Pemenang Cannes 2026

Sebagai salah satu anggota juri, Demi Moore memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan siapa yang layak membawa pulang trofi Palme d’Or tahun ini. Ia bergabung dalam jajaran elit yang dipimpin oleh sutradara visioner asal Korea Selatan, Park Chan-wook. Formasi juri tahun ini sangat beragam, mencerminkan semangat inklusivitas yang terus digaungkan oleh penyelenggara festival.

Nama-nama besar seperti sutradara Chloé Zhao dan aktor Stellan Skarsgård turut memberikan penilaian objektif terhadap film-film yang berkompetisi. Selain itu, hadir pula Ruth Negga, Laura Wandel, Diego Céspedes, Isaach De Bankolé, dan Paul Laverty. Kolaborasi lintas negara dan latar belakang budaya ini memastikan bahwa setiap penghargaan, mulai dari Sutradara Terbaik hingga Skenario Terbaik, jatuh ke tangan para sineas yang benar-benar mampu menyentuh sisi kemanusiaan lewat layar lebar.

Ambisi Besar Indonesia di Panggung Cannes 2028

Di sela-sela kemeriahan festival, kabar membanggakan datang dari tanah air. Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mengungkapkan ambisi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai Country of Honor di Festival Film Cannes 2028. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan visibilitas talenta dan karya sineas lokal di kancah internasional.

“Kami sedang dalam proses bidding untuk menjadi Country of Honor tahun 2028. Tujuannya agar ekosistem film kita lebih terlihat dan membuka peluang kerja sama serta networking yang lebih luas dengan pelaku industri film dunia,” ujar Fadli Zon dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi kreatif dari sektor film Indonesia sangatlah besar, dengan produksi mencapai lebih dari 250 judul film per tahun.

Upaya pendekatan telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026 melalui acara ‘Indonesia Night’ yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting industri film global, termasuk Guillaume Esmiol selaku Direktur Eksekutif Marché du Film. Kehadiran delegasi Indonesia yang kuat di Cannes tahun ini diharapkan menjadi batu loncatan yang solid menuju target 2028 tersebut. Dukungan terhadap film indonesia kini tidak hanya datang dari penonton domestik, tetapi juga mulai mendapatkan apresiasi serius dari kurator festival film papan atas.

Dengan berakhirnya gelaran Cannes 2026, dunia kini menanti inovasi apa lagi yang akan dibawa oleh para bintang dan sineas di tahun-tahun mendatang. Dari debat mode Demi Moore hingga ambisi budaya Indonesia, Cannes tetap menjadi panggung di mana seni, gaya hidup, dan diplomasi bertemu dalam satu harmoni yang tak terlupakan.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *