Nicholas Saputra Jadi Ikon Baru, Sido Muncul Targetkan Tolak Angin Mendunia Lewat Riset Ilmiah Mendalam

Siska Wijaya | Menit Ini
20 Mei 2026, 10:54 WIB
Nicholas Saputra Jadi Ikon Baru, Sido Muncul Targetkan Tolak Angin Mendunia Lewat Riset Ilmiah Mendalam

MenitIni Dunia herbal Indonesia tengah bersiap mencatat sejarah baru di panggung global. PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) secara resmi memperkenalkan wajah baru bagi produk unggulan mereka, Tolak Angin, dalam sebuah seremoni peluncuran iklan bertajuk “Dari Indonesia untuk Dunia”. Langkah strategis ini bukan sekadar pergantian duta merek, melainkan sebuah manifesto besar perusahaan dalam menyambut usia ke-75 tahun yang jatuh pada November mendatang.

Kehadiran aktor kawakan Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaru menjadi magnet utama dalam kampanye ini. Sosok yang akrab disapa Nico tersebut dinilai bukan hanya sebagai figur publik dengan popularitas tinggi, tetapi juga representasi dari generasi modern yang kritis, cerdas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat. Sido Muncul melihat adanya keselarasan nilai antara citra positif Nicholas dengan integritas produk Tolak Angin yang telah dipercaya lintas generasi.

Baca Juga

Solusi Sarapan Sehat Anak Tanpa Ribet: Strategi Gizi Seimbang untuk Menunjang Konsentrasi dan Cegah Stunting

Solusi Sarapan Sehat Anak Tanpa Ribet: Strategi Gizi Seimbang untuk Menunjang Konsentrasi dan Cegah Stunting

Sinergi Tradisi dan Sains: Ambisi Menuju Pasar Global

Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat, mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan momentum krusial bagi perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, Sido Muncul ingin merombak persepsi masyarakat terhadap jamu, dari yang semula hanya berbasis pengalaman turun-temurun menjadi produk kesehatan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based medicine. Fokus utama perusahaan kini tertuju pada penguatan fondasi riset kesehatan herbal.

“Di usia 75 tahun ini, kami ingin melakukan riset secara lebih intensif. Kami memiliki fasilitas laboratorium yang sangat lengkap dan kami tahu persis bagaimana cara mengeksekusinya,” tegas Irwan Hidayat saat ditemui di Jakarta. Menurutnya, untuk dapat bersaing di pasar internasional, produk herbal Indonesia harus mampu berbicara dalam bahasa sains yang diakui secara global. Riset tersebut tidak hanya menyentuh aspek daya tahan tubuh, tetapi juga merambah pada penanganan kolesterol, diabetes mellitus, hingga pengembangan suplemen makanan yang inovatif.

Baca Juga

Sisi Kelam Gas Tertawa: Antara Euforia Semu dan Ancaman Kematian yang Mengintai

Sisi Kelam Gas Tertawa: Antara Euforia Semu dan Ancaman Kematian yang Mengintai

HerbalPedia: Literasi Digital untuk Masa Depan Herbal

Sebagai bagian dari rangkaian menuju perayaan ulang tahun ke-75, Sido Muncul juga meluncurkan portal khusus bertajuk Sido HerbalPedia. Platform ini dirancang sebagai perpustakaan digital yang memuat kumpulan literatur, hasil penelitian, dan berbagai informasi mendalam mengenai tanaman herbal Indonesia. Langkah ini diambil untuk meningkatkan literasi informasi di tengah masyarakat dan akademisi, sekaligus menjadi bukti transparansi Sido Muncul dalam mengembangkan obat tradisional.

Integrasi antara teknologi digital dan penelitian laboratorium farmakologi ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai warisan alam nusantara. Sido Muncul juga tidak berjalan sendiri; mereka aktif menggandeng berbagai institusi pendidikan ternama, salah satunya Universitas Sanata Dharma, guna memastikan setiap produk yang diluncurkan telah melalui uji klinis dan standar keamanan yang ketat.

Baca Juga

Mengungkap Fakta Medis di Balik Mitos Campak: Benarkah Larangan Mandi dan Air Kelapa Efektif?

Mengungkap Fakta Medis di Balik Mitos Campak: Benarkah Larangan Mandi dan Air Kelapa Efektif?

Narasi Iklan Terbaru: Perjalanan Nicholas Saputra ke Jantung Produksi

Direktur Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menjelaskan bahwa konsep iklan terbaru ini dikemas secara naratif dan visual yang memukau. Nicholas Saputra digambarkan melakukan perjalanan fisik menuju pabrik Sido Muncul di Semarang, Jawa Tengah. Di sana, aktor pemeran Rangga ini melihat secara langsung bagaimana ketatnya proses seleksi bahan baku, kecanggihan mesin produksi, hingga dedikasi para peneliti di laboratorium.

“Nicholas adalah sosok traveler dengan aktivitas yang sangat padat. Menariknya, sebelum kami ajak bekerja sama, beliau ternyata sudah menjadi konsumen setia Tolak Angin, terutama saat sedang melakukan perjalanan jauh,” ungkap Maria. Karakter Nicholas yang mendetail dan kritis saat mengunjungi pabrik justru menjadi nilai tambah, karena ia benar-benar mempertanyakan proses hulu hingga hilir, memastikan bahwa apa yang ia promosikan memiliki kualitas yang tak terbantahkan.

Baca Juga

Jangan Keliru! Ini Perbedaan Mencolok Influenza dan Salesma yang Sering Dianggap Sama

Jangan Keliru! Ini Perbedaan Mencolok Influenza dan Salesma yang Sering Dianggap Sama

Pesan Moral: “Jangan Mudah Dibawa Angin”

Selain aspek komersial, kampanye iklan ini membawa pesan sosial yang sangat relevan dengan dinamika media sosial saat ini. Tagline “Jangan mudah dibawa angin” bukan sekadar kiasan untuk masuk angin, melainkan imbauan bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menyaring informasi. Di era disrupsi informasi, literasi digital menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh berita bohong atau tren yang tidak memiliki dasar kuat.

Nicholas Saputra sendiri mengakui bahwa Tolak Angin telah menjadi bagian dari rutinitasnya sejak lama. “Saya sampai lupa kapan pertama kali mengenalnya, karena produk ini selalu ada di setiap fase hidup saya, terutama saat butuh dukungan kesehatan ekstra di tengah jadwal syuting yang padat,” ujarnya. Baginya, melihat langsung proses kultur jaringan dan hubungan harmonis perusahaan dengan para petani bahan baku lokal adalah pengalaman yang sangat menginspirasi.

Baca Juga

11 Manfaat Air Rebusan Kunyit: Rahasia Emas Rempah Nusantara untuk Kesehatan Menyeluruh

11 Manfaat Air Rebusan Kunyit: Rahasia Emas Rempah Nusantara untuk Kesehatan Menyeluruh

Tren Kembali ke Alam dan Pengakuan Wisatawan Asing

Dalam diskusinya, Nicholas menyoroti tren global yang mulai melirik kembali pada pengobatan Timur. Ia melihat adanya pergeseran paradigma di mana masyarakat dunia mulai mengapresiasi warisan leluhur yang dikemas secara modern dan higienis. “Saya rasa sekarang adalah eranya kembali ke Timur. Warisan ramuan kita memiliki potensi yang luar biasa jika didukung dengan riset yang kuat,” tambahnya.

Fakta menarik lainnya adalah bagaimana produk ini telah mendapatkan tempat di hati wisatawan mancanegara. Nicholas menceritakan bahwa banyak rekan-rekannya dari luar negeri yang berkunjung ke destinasi wisata seperti Bali sudah tidak asing lagi dengan sachet kuning Tolak Angin. Hal ini menjadi bukti awal bahwa impian Sido Muncul untuk membawa produk UMKM herbal skala besar ke kancah dunia bukanlah sekadar angan-angan.

Dengan kombinasi antara sosok Nicholas Saputra yang inspiratif, kekuatan riset ilmiah yang solid, serta visi besar Irwan Hidayat, Sido Muncul optimis dapat memosisikan Tolak Angin sebagai produk herbal kelas dunia. Perjalanan 75 tahun ini barulah permulaan dari babak baru industri herbal Indonesia yang lebih profesional, modern, dan diakui secara global.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *