Mengintip Hangatnya Sekolah Lansia Klinik Korpagama: Strategi Jitu Perkuat Kualitas Hidup dan Lawan Demensia di Hari Tua

Siska Wijaya | Menit Ini
12 Mei 2026, 22:52 WIB
Mengintip Hangatnya Sekolah Lansia Klinik Korpagama: Strategi Jitu Perkuat Kualitas Hidup dan Lawan Demensia di Hari Tua

MenitIni — Memasuki usia senja bukanlah halangan bagi seseorang untuk tetap produktif, ceria, dan memiliki kualitas hidup yang mumpuni. Di sudut Sleman, Yogyakarta, sebuah inisiatif luar biasa lahir dari rahim Klinik Korpagama. Bukan sekadar tempat berobat, klinik ini bertransformasi menjadi oase bagi para lanjut usia melalui program inovatif bertajuk Sekolah Lansia. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan, menciptakan harmoni antara kesehatan fisik dan kesejahteraan psikis.

Lebih dari Sekadar Klinik: Mengenal Konsep Sekolah Lansia

Sekolah Lansia di Klinik Korpagama bukanlah institusi pendidikan formal dengan kurikulum yang kaku. Sebaliknya, ini adalah sebuah komunitas edukasi dan pemberdayaan yang menempatkan warga senior sebagai subjek aktif, bukan sekadar objek medis. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen penyakit kronis sembari menjaga interaksi sosial yang sering kali meredup seiring bertambahnya usia.

Baca Juga

Misteri Kerentanan Anak Terhadap Influenza: Mengapa Si Kecil Lebih Mudah Tumbang dan Bagaimana Cara Membentenginya?

Misteri Kerentanan Anak Terhadap Influenza: Mengapa Si Kecil Lebih Mudah Tumbang dan Bagaimana Cara Membentenginya?

Wakil Ketua Sekolah Lansia, Suryono Hadi, yang kini menginjak usia 65 tahun, menjadi salah satu sosok di balik layar sekaligus saksi hidup keberhasilan program ini. Menurutnya, Sekolah Lansia hadir untuk mengisi celah yang selama ini sering terabaikan dalam pelayanan kesehatan konvensional, yakni aspek kognitif dan sosial. Dengan adanya interaksi sosial yang intens, para lansia merasa lebih dihargai dan memiliki semangat hidup yang lebih tinggi.

Kurikulum Kebahagiaan: Dari Seminar Hingga Outing Class

Kegiatan di Sekolah Lansia Klinik Korpagama disusun dengan sangat terencana. Setiap bulan, para peserta diajak untuk mendengarkan paparan dari berbagai narasumber ahli. Topik yang dibahas tidak melulu soal penyakit, tetapi juga mencakup gaya hidup, nutrisi, hingga manajemen stres di usia tua. Hal ini bertujuan agar para peserta memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan lansia secara mandiri di rumah.

Baca Juga

Jembatan Ilmu Medis dan Finansial, PERDOKJASI Targetkan Prodi S2 Kedokteran Asuransi Perdana di 2028

Jembatan Ilmu Medis dan Finansial, PERDOKJASI Targetkan Prodi S2 Kedokteran Asuransi Perdana di 2028

Tak hanya berkutat di dalam ruangan, Sekolah Lansia juga mengagendakan kegiatan luar ruangan atau outing class setiap enam bulan sekali. Momen ini menjadi yang paling dinantikan oleh para peserta. Rekreasi bersama ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sarana stimulasi untuk menjaga kebugaran fisik dan mencegah penurunan daya ingat atau demensia.

“Setiap bulan kami menghadirkan narasumber yang kompeten, dan setiap enam bulan sekali ada outing class. Kegiatan ini memiliki tujuan besar, yaitu menjaga kebugaran sekaligus mencegah demensia agar daya ingat tetap tajam meskipun usia terus bertambah,” ujar Suryono saat berbagi cerita pada Jumat (24/04/2026).

Sinergi dengan Prolanis BPJS Kesehatan

Keberhasilan Sekolah Lansia tidak lepas dari integrasi yang apik dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebagai bagian dari ekosistem BPJS Kesehatan, program ini memaksimalkan layanan Prolanis untuk memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif. Peserta mendapatkan berbagai manfaat medis seperti konsultasi rutin dengan dokter, pelayanan obat-obatan kronis, pemeriksaan laboratorium penunjang, hingga kegiatan fisik yang terukur.

Baca Juga

Waspada Gejala ‘3C’ Campak: Jangan Paksa Anak Sekolah Jika Tubuh Mulai Kurang Fit

Waspada Gejala ‘3C’ Campak: Jangan Paksa Anak Sekolah Jika Tubuh Mulai Kurang Fit

Salah satu elemen penting dari Prolanis yang sangat dirasakan manfaatnya adalah senam rutin. BPJS Kesehatan memberikan dukungan penuh dengan menyediakan instruktur senam profesional yang memahami anatomi dan kebutuhan fisik lansia. Tak hanya itu, penyediaan konsumsi ringan yang sehat juga menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta untuk tetap konsisten hadir di setiap sesi.

“Dukungan dari BPJS Kesehatan benar-benar nyata. Mulai dari instruktur senam yang energik hingga fasilitas pemeriksaan kesehatan berkala, semuanya membuat kami merasa diperhatikan dan dijaga,” tambah Suryono dengan nada antusias.

Tantangan Kapasitas dan Ambisi Digitalisasi

Meskipun antusiasme masyarakat sangat tinggi, saat ini Sekolah Lansia Klinik Korpagama baru mampu menampung sekitar 27 orang peserta. Keterbatasan fasilitas fisik membuat pengelola dengan berat hati belum bisa menambah anggota baru dalam jumlah besar. Namun, keterbatasan ini justru memicu inovasi baru di bidang teknologi.

Baca Juga

BPOM Pastikan Stok Obat Esensial Aman Hingga 6 Bulan ke Depan di Tengah Gejolak Global

BPOM Pastikan Stok Obat Esensial Aman Hingga 6 Bulan ke Depan di Tengah Gejolak Global

Ke depan, pengelola berencana melakukan ekspansi jangkauan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu rencana ambisius yang tengah disiapkan adalah penyediaan layanan streaming melalui kanal YouTube. Dengan begitu, edukasi yang diberikan di kelas tetap bisa diakses oleh warga lansia lain yang tidak bisa hadir secara fisik karena kendala jarak atau kapasitas ruangan.

Digitalisasi ini diharapkan dapat memutus rantai isolasi bagi lansia yang berada di rumah saja, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan informasi valid mengenai gaya hidup sehat tanpa harus meninggalkan kenyamanan tempat tinggal mereka.

Kisah Inspiratif Suryono Hadi: Berjuang dan Menang Melawan Penyakit

Suryono Hadi bukan hanya seorang pengurus, ia adalah bukti nyata efektivitas kedisiplinan dalam berobat. Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam menjaga kesehatan paru-paru. Melalui kontrol rutin di RSIY PDHI Yogyakarta dengan memanfaatkan fasilitas JKN, Suryono berhasil melewati masa-masa sulit perjuangan medisnya.

Baca Juga

Seni Menjaga Ketenangan: 12 Strategi Ampuh Mengendalikan Emosi untuk Hidup Lebih Berkualitas

Seni Menjaga Ketenangan: 12 Strategi Ampuh Mengendalikan Emosi untuk Hidup Lebih Berkualitas

Ia mengaku sempat menjalani perawatan rutin setiap bulan untuk masalah paru-parunya. Berkat kepatuhan penuh terhadap anjuran dokter dan disiplin dalam mengonsumsi obat, pada tahun 2024, ia dinyatakan sembuh. Kisahnya menjadi inspirasi bagi peserta lain bahwa diagnosis penyakit kronis bukanlah akhir dari segalanya, asalkan ada kemauan untuk berobat secara teratur.

“Awalnya saya rutin kontrol, kemudian dua tahun terakhir dinyatakan sudah sehat. Kuncinya hanya satu: disiplin berobat dan mengikuti semua anjuran dokter tanpa terkecuali,” tegasnya. Pengalaman ini membuktikan bahwa sistem jaminan kesehatan yang dikelola negara berfungsi dengan sangat baik jika dimanfaatkan dengan tepat.

Pesan untuk Generasi Senior: Mandiri, Sehat, dan Bahagia

Sebagai penutup dari perbincangan hangat tersebut, Suryono menitipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para peserta JKN. Ia menekankan bahwa kesehatan adalah aset yang harus dijaga secara proaktif. Rutin melakukan pengecekan kondisi tubuh, mematuhi instruksi medis, dan tetap aktif secara sosial adalah tiga pilar utama menuju masa tua yang berkualitas.

Kemandirian lansia adalah tujuan akhir dari program ini. Harapannya, para lansia tidak menjadi beban bagi keluarga, melainkan tetap menjadi figur yang menginspirasi dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang jernih. “Kita perlu menjaga kebahagiaan. Olahraga ringan, bersosialisasi dengan teman sebaya, dan selalu berpikir positif adalah obat terbaik yang tidak bisa dibeli di apotek mana pun,” pungkasnya.

Dengan adanya Sekolah Lansia di Klinik Korpagama, Sleman kini memiliki percontohan bagaimana pelayanan kesehatan primer dapat dikolaborasikan dengan pemberdayaan komunitas. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi senyum para orang tua di masa senja mereka.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *