Drama di Bernabeu: Real Madrid Bungkam Oviedo 2-0, Namun Mbappe Jadi Sasaran Kekecewaan Fans
MenitIni — Gemuruh di Santiago Bernabeu pada Jumat dini hari (15/5/2026) menyisakan atmosfer yang tidak biasa. Meski papan skor menunjukkan angka 2-0 untuk kemenangan tuan rumah atas Real Oviedo dalam lanjutan pekan ke-36 La Liga musim 2025/2026, ada nada sumbang yang terdengar di sela-sela sorak-sorai kemenangan tersebut. Sorotan tajam tertuju pada sosok Kylian Mbappe yang malam itu justru mendapatkan sambutan dingin hingga cemoohan dari sebagian pendukung Madridista.
Kemenangan Hambar di Tengah Kepastian Posisi
Pertandingan yang dipimpin oleh juru taktik Alvaro Arbeloa ini sebenarnya sudah tidak lagi menentukan nasib kedua tim secara drastis di tabel klasemen. Real Madrid telah mengunci posisi sebagai runner-up liga, sementara Real Oviedo sudah dipastikan harus angkat kaki dari kasta tertinggi alias terdegradasi. Namun, bagi publik Madrid, setiap laga di Bernabeu adalah panggung kehormatan yang harus dibayar dengan performa maksimal.
Drama Perempat Final Liga Champions: Bayern Munchen Permalukan Madrid, Arsenal Berjaya di Portugal
Dua gol kemenangan Los Blancos lahir dari kaki Gonzalo Garcia di penghujung babak pertama dan aksi individu gemilang Jude Bellingham di sepuluh menit terakhir pertandingan. Meski secara statistik mendominasi, permainan Madrid dianggap kurang memiliki determinasi tinggi oleh para pengamat, sebuah cerminan tim yang mungkin sudah mulai kehilangan fokus di akhir musim yang melelahkan.
Dominasi Sejak Menit Awal Namun Minim Efektivitas
Sejak peluit pertama dibunyikan, Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Gonzalo Garcia hampir saja mencatatkan namanya di papan skor pada menit keenam setelah berhasil mengecoh Eric Bailly di sisi sayap. Ia mengirimkan umpan matang kepada Franco Mastantuono, namun ketangkasan kiper Oviedo, Aaron Escandell, berhasil mementahkan peluang emas tersebut.
Legenda Bicara: Luis Figo Desak Real Madrid Beri Penghormatan Layak untuk Dani Carvajal
Sisi kanan pertahanan Oviedo terus dibombardir. Pemain anyar yang mengisi posisi bek kanan, Trent Alexander-Arnold, beberapa kali mencoba memecah kebuntuan melalui tembakan jarak jauh khasnya. Pada menit ke-21, sebuah sepakan keras pemain asal Inggris itu meluncur deras, namun sayang bolanya masih melenceng tipis di samping mistar gawang. Madrid tampak frustrasi menghadapi tembok pertahanan Oviedo yang tampil tanpa beban.
Cemoohan untuk Kylian Mbappe: Ada Apa dengan Sang Bintang?
Salah satu momen yang menjadi perbincangan hangat di media sosial dan ruang ganti adalah reaksi penonton terhadap Kylian Mbappe. Pemain asal Prancis itu tampak kesulitan menemukan ritme permainannya sepanjang laga. Beberapa kali sentuhannya tidak sempurna dan peluang yang didapatkannya gagal dikonversi menjadi ancaman nyata. Puncaknya, saat ia ditarik keluar atau gagal memaksimalkan peluang, terdengar suara ‘boo’ yang cukup nyaring dari tribun.
Maestro Gratisan: 5 Rekrutan Bebas Transfer Tersukses Juventus yang Mengubah Sejarah Bianconeri
Situasi ini memicu spekulasi mengenai masa depannya di klub dan tekanan psikologis yang ia hadapi di bawah bayang-bayang ekspektasi tinggi publik Madrid. Bagi Real Madrid, memiliki pemain kelas dunia berarti harus siap dengan standar yang tidak masuk akal, dan malam itu Mbappe merasakan sisi keras dari Bernabeu.
Pecahnya Kebuntuan Lewat Gonzalo Garcia
Momen yang ditunggu-tunggu publik tuan rumah akhirnya tiba pada menit ke-44. Berawal dari kesalahan fatal lini tengah Oviedo dalam membangun serangan (build-up play), Brahim Diaz dengan cerdik memotong aliran bola. Diaz kemudian melakukan akselerasi cepat dan memberikan umpan kunci kepada Gonzalo Garcia yang berdiri bebas di area terlarang.
Prediksi PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di BRI Super League: Misi Macan Kemayoran Jaga Asa Juara di Pulau Dewata
Dengan tenang, Garcia melakukan gerak tipu memutar badan sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang terukur ke sudut bawah gawang. Escandell yang tampil impresif sejak awal laga kali ini tak mampu menjangkau bola. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah, sekaligus sedikit meredakan ketegangan di tribun.
Babak Kedua: Oviedo Memberi Perlawanan Sengit
Memasuki interval kedua, Real Oviedo yang sudah tidak memiliki beban klasemen mencoba bermain lebih terbuka. Tim tamu sempat memberikan kejutan lewat serangan balik cepat. Peluang berbahaya datang dari kaki Nacho Vidal yang melepaskan tendangan voli di dalam kotak penalti, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang yang dijaga ketat oleh lini pertahanan Madrid.
Sempat Nyaris ‘Gila’ Akibat Kasus Paspor di Belanda, Dean James Tegaskan Kesetiaan pada Skuad Garuda
Arbeloa mencoba menyegarkan lini tengah dengan memasukkan beberapa pemain cadangan. Namun, serangan Madrid tetap sering kandas di kaki para pemain bertahan Oviedo yang bermain sangat disiplin. Buruknya penyelesaian akhir dari pemain seperti Aurelien Tchouameni dan lini depan Madrid membuat skor 1-0 bertahan cukup lama.
Aksi Magis Jude Bellingham Mengunci Kemenangan
Kepastian kemenangan Madrid baru benar-benar terasa pada menit ke-80. Jude Bellingham, yang sepanjang musim ini menjadi poros permainan tim, menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat Ballon d’Or. Menerima bola di lini tengah, Bellingham melakukan solo run yang memukau, melewati hadangan dua hingga tiga pemain lawan sebelum masuk ke area penalti.
Tanpa ragu, gelandang enerjik tersebut melepaskan tembakan mendatar yang bersarang tepat di pojok gawang lawan. Gol ini disambut meriah oleh seluruh stadion, menjadi kontras yang nyata dengan perlakuan yang diterima Mbappe sebelumnya. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Analisis Pasca Pertandingan dan Nasib Kedua Tim
Bagi Real Oviedo, kekalahan ini melengkapi duka mereka yang harus turun kasta ke divisi kedua musim depan. Meski kalah, semangat juang mereka di Bernabeu layak mendapatkan apresiasi. Di sisi lain, Real Madrid harus segera mengevaluasi keharmonisan tim dan hubungan antara pemain bintang dengan suporter menjelang persiapan musim baru dan jendela bursa transfer yang akan segera dibuka.
Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers usai laga menyatakan bahwa timnya tetap profesional hingga akhir musim. Mengenai cemoohan fans terhadap Mbappe, Arbeloa enggan berkomentar banyak dan lebih memilih fokus pada hasil tim. Kemenangan ini setidaknya memberikan rasa aman bagi posisi mereka sebagai runner-up, meskipun ambisi meraih gelar juara La Liga musim ini harus kandas oleh rival abadi mereka.
Dengan sisa dua pertandingan lagi, Madrid diharapkan bisa memberikan jam terbang lebih banyak bagi pemain muda sekaligus memperbaiki performa individu para bintangnya agar tidak ada lagi suara sumbang di stadion kebanggaan mereka sendiri.