Sempat Nyaris ‘Gila’ Akibat Kasus Paspor di Belanda, Dean James Tegaskan Kesetiaan pada Skuad Garuda

Aris Setiawan | Menit Ini
14 Apr 2026, 00:22 WIB
Sempat Nyaris 'Gila' Akibat Kasus Paspor di Belanda, Dean James Tegaskan Kesetiaan pada Skuad Garuda

MenitIni — Badai administrasi yang sempat mengguncang karier Dean James di Belanda akhirnya mereda. Bek kiri andalan Timnas Indonesia ini kini telah kembali merumput bersama Go Ahead Eagles setelah persoalan paspor dan izin kerja yang sempat menjeratnya dinyatakan tuntas. Di tengah hiruk-pikuk polemik tersebut, pemain berusia 25 tahun itu menegaskan satu hal penting: komitmennya pada Merah Putih tak sedikit pun goyah.

Kisah ini bermula dari sengketa administratif di Liga Belanda yang sempat membuat James dan beberapa penggawa diaspora lainnya terasing dari lapangan hijau. Akibat permasalahan izin kerja pasca-naturalisasi, mereka sempat dilarang tampil dalam kompetisi resmi maupun menjalani sesi latihan bersama klub. Puncaknya terjadi setelah Go Ahead Eagles melumat NAC Breda dengan skor telak 6-0 pada pertengahan Maret 2026. Pihak lawan mengajukan protes keras dan menuntut laga diulang, menuding Dean James tidak memenuhi syarat administrasi sebagai pemain asing non-Uni Eropa setelah resmi menjadi WNI pada Maret 2025.

Baca Juga

Dilema Gabriel Martinelli: Bertahan di Emirates atau Menjadi Korban Revolusi Mikel Arteta?

Dilema Gabriel Martinelli: Bertahan di Emirates atau Menjadi Korban Revolusi Mikel Arteta?

Tekanan Mental dan Kejelasan Hukum

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, Dean James mengakui bahwa beban mental yang dirasakannya sangat berat. Ia bahkan memilih mengisolasi diri dari media sosial untuk menjaga kewarasannya. “Saya harus mematikan ponsel saya. Jika Anda membaca semua spekulasi yang ada, Anda bisa menjadi gila,” ungkapnya dengan nada emosional mengenai hari-hari sulit tersebut. Selama lima hari pertama, masa depannya di Belanda tampak abu-abu sebelum akhirnya tim hukum yang ia tunjuk berhasil memverifikasi statusnya secara sah.

Hasil investigasi otoritas terkait akhirnya membawa kabar baik: James dinyatakan bersih dan tidak mendapatkan hukuman apa pun. Segera setelah verifikasi selesai, ia langsung tancap gas kembali ke tim utama. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri polemik yang sempat membayangi status para pemain diaspora di kancah sepak bola internasional yang berkarier di Negeri Kincir Angin.

Baca Juga

Analisis Tajam Fabio Capello: Mengapa AC Milan Tumbang dan Kehilangan Ritme di San Siro?

Analisis Tajam Fabio Capello: Mengapa AC Milan Tumbang dan Kehilangan Ritme di San Siro?

Kesetiaan Tanpa Batas untuk Skuad Garuda

Banyak pihak sempat khawatir kejadian ini akan membuat pemain naturalisasi berpikir dua kali untuk memperkuat tim nasional. Namun, James dengan tegas menepis kekhawatiran tersebut. Baginya, membela Skuad Garuda adalah kehormatan yang ingin terus ia jalankan dalam jangka panjang.

“Tentu saja saya ingin terus bermain untuk Indonesia. Itu adalah hal yang pasti. Meski ada tantangan administratif seperti ini, kami akan selalu mencari cara untuk menyelesaikannya,” tegas James dengan penuh keyakinan. Sejak resmi menyandang status WNI, ia telah membuktikan kualitasnya dengan mencatatkan lima penampilan, termasuk empat laga krusial di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan satu laga persahabatan kontra Lebanon.

Baca Juga

Aksi Gemilang Rider Indonesia di ARRC Sepang 2026: Gerry Salim hingga Andi Gilang Borong Podium

Aksi Gemilang Rider Indonesia di ARRC Sepang 2026: Gerry Salim hingga Andi Gilang Borong Podium

Kini, dengan tuntasnya urusan di level klub, fokus utama Dean James adalah menjaga konsistensi performa demi membawa sepak bola Indonesia terbang lebih tinggi. Loyalitas yang ia tunjukkan di tengah badai menjadi bukti nyata bahwa jiwanya kini sepenuhnya milik Indonesia.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan pengalaman 5 tahun meliput kompetisi sepak bola. Fokus pada analisis statistik dan strategi pertandingan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *