Ancaman Tersembunyi Virus HPV pada Laki-laki: Kenali Gejala, Risiko Kanker, dan Pentingnya Pencegahan Dini
MenitIni — Selama ini, narasi seputar Human Papilloma Virus (HPV) seolah-olah hanya menjadi momok bagi kaum Hawa, terutama terkait risiko kanker serviks. Namun, stigma ini justru menjadi bumerang yang membahayakan kaum Adam. Faktanya, virus HPV tidak mengenal gender; laki-laki memiliki risiko infeksi yang sama besarnya, bahkan sering kali bertindak sebagai pembawa virus tanpa menyadarinya.
Dalam sebuah diskusi mendalam bertajuk ‘Kelas Jurnalis 2026: Perlindungan Sejak Dini dari HPV untuk Semua’, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, membedah fenomena ini. Beliau menegaskan bahwa gejala HPV pada laki-laki sering kali tidak kasat mata, yang membuat rantai penularan sulit diputus.
Bukan Sekadar Kurang Jumlah, Ini Akar Masalah Krisis Dokter di Indonesia yang Sebenarnya
Gejala yang Sering Terabaikan: Lebih dari Sekadar Kutil
Salah satu alasan mengapa HPV pada pria jarang terdeteksi adalah absennya gejala klinis yang menonjol pada tahap awal. Namun, ketika virus mulai bermanifestasi, tanda yang paling umum muncul adalah pertumbuhan kutil di area genital. Kutil ini tidak selalu terasa nyeri, namun bentuknya bisa bervariasi, mulai dari benjolan kecil yang halus hingga tekstur kasar yang menyerupai kembang kol.
Menurut Dr. Hanny, lokasi kemunculan kutil ini tidak hanya terbatas pada alat kelamin. “Virus ini bisa muncul di anus, area mulut, hingga tenggorokan. Bagi laki-laki yang tidak disunat, lesi atau kutil ini bahkan bisa bersembunyi di balik kulup kulit, menjadikannya tempat perlindungan bagi virus untuk bertahan lebih lama tanpa diketahui,” jelasnya.
Sering Menunda dan Mudah Lelah? Waspadai Sinyal Stres Tersembunyi yang Jarang Disadari
Risiko Keganasan: Dari Infeksi Menjadi Kanker
Jangan anggap remeh infeksi yang tampak ringan di awal. Jika sistem imun tidak mampu membersihkan virus secara alami, infeksi HPV yang menetap (persisten) dapat berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius. Kanker penis, kanker anus, serta kanker orofaring (mulut dan tenggorokan) adalah ancaman nyata bagi laki-laki yang terinfeksi tipe HPV risiko tinggi, seperti tipe 16 dan 18.
Data medis menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 pria di atas usia 15 tahun berpotensi terinfeksi HPV. Tanpa adanya metode skrining rutin yang semudah pap smear pada perempuan, laki-laki sering kali baru mencari bantuan medis ketika kondisi sudah memasuki tahap lanjut atau menjadi keganasan.
Waspada! Tramadol Ilegal Mengintai Generasi Muda: Dari Risiko Putus Sekolah Hingga Ancaman Kematian
Membedah Jalur Penularan yang Tak Terduga
Banyak persepsi keliru yang menganggap HPV hanya menular melalui hubungan seksual penetratif. Padahal, penularan HPV terjadi melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact). Hal ini mencakup kontak genital, oral, hingga penggunaan benda-benda yang telah terkontaminasi virus.
Beberapa jalur penularan lainnya yang perlu diwaspadai antara lain:
- Transmisi dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal.
- Inokulasi mandiri (memindahkan virus dari satu bagian tubuh ke bagian lain melalui tangan).
- Kontak di lingkungan medis yang tidak steril atau penggunaan barang pribadi bersama.
Faktor Risiko dan Pentingnya Langkah Preventif
Gaya hidup memegang peranan krusial dalam memperparah infeksi. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, serta aktivitas seksual dengan banyak pasangan secara signifikan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap virus ini. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menangkal virus secara alami juga cenderung menurun.
Terobosan Baru! Menkes Budi Targetkan Vaksin Tuberkulosis Siap Edar di 2029
Sebagai solusi jangka panjang, Dr. Hanny sangat menekankan pentingnya vaksinasi HPV sebagai benteng pertahanan utama. “Pencegahan jauh lebih bijak dan efektif dibandingkan pengobatan yang memakan waktu dan biaya besar. Vaksinasi bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat,” tutupnya.
Kesadaran kolektif bahwa HPV adalah masalah kesehatan bersama—bukan hanya masalah perempuan—menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus kanker di masa depan. Sudah saatnya laki-laki mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka demi kualitas hidup yang lebih baik.