Sentuhan Omotenashi di Wajah Baru Bandara Narita: Ada Area Tatami hingga Tempat Berendam Kaki

Rendi Saputra | Menit Ini
15 Apr 2026, 07:21 WIB
Sentuhan Omotenashi di Wajah Baru Bandara Narita: Ada Area Tatami hingga Tempat Berendam Kaki

MenitIni — Menghirup napas baru di tengah hiruk-pikuk gerbang udara utama Jepang, Bandara Internasional Narita secara resmi memamerkan transformasi memukau pada sebagian gedung Terminal 1. Mulai Kamis, 9 April 2026, para pelancong kini tidak hanya sekadar melintas, melainkan diajak untuk merasakan kehangatan budaya lokal melalui dek observasi yang telah dipugar total, lengkap dengan fasilitas merendam kaki yang menenangkan.

Proyek renovasi ambisius yang menelan investasi fantastis sebesar 2,5 miliar yen atau setara Rp 268 miliar ini menyasar lantai lima gedung pusat Terminal 1. Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi, langkah ini merupakan strategi besar dari Narita International Airport Corp untuk menyuguhkan esensi budaya Jepang dan perubahan musim yang puitis bagi penumpang domestik maupun mancanegara sejak menapakkan kaki pertama kali.

Baca Juga

Permata Hitam Papua Mendunia: Raja Ampat Dinobatkan Sebagai Destinasi Selam Terbaik Versi BBC

Permata Hitam Papua Mendunia: Raja Ampat Dinobatkan Sebagai Destinasi Selam Terbaik Versi BBC

Relaksasi di ‘Garden Walk’ yang Memikat

Area observasi yang kini dijuluki sebagai “Garden Walk” dirancang dengan konsep platform bertingkat yang modern namun tetap asri. Inovasi paling menarik adalah penghilangan pagar yang menghalangi pandangan, memungkinkan para antusias penerbangan menyaksikan pesawat lepas landas dan mendarat dengan sudut pandang yang lebih luas. Sambil menikmati pemandangan burung besi, pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas kolam rendam kaki untuk melepas penat.

Tak berhenti di situ, ruang tatami yang autentik kini menjadi bagian dari area relaksasi baru. Ruang ini menawarkan berbagai pilihan tempat duduk, termasuk sofa nyaman yang mampu menampung hingga 130 orang. Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Yuka Sagawa, seorang pengunjung asal Prefektur Chiba. “Sungguh menyenangkan bisa merendam kaki sambil mengabadikan momen pesawat yang terbang tepat di hadapan saya. Ini adalah pengalaman yang ingin saya ulangi berkali-kali,” ujarnya dengan wajah berseri.

Baca Juga

Gak Pakai Ribet! 5 Kreasi Olahan Ayam Lezat Hanya dengan 3 Bahan Utama untuk Menu Harian

Gak Pakai Ribet! 5 Kreasi Olahan Ayam Lezat Hanya dengan 3 Bahan Utama untuk Menu Harian

Transformasi Infrastruktur dan Tantangan Landasan Pacu

Renovasi yang dimulai sejak April tahun lalu ini mencakup area seluas 8.000 meter persegi, baik interior maupun eksterior Terminal 1. Ke depannya, operator bandara Jepang tersebut juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan peningkatan serupa pada Terminal 2 guna menyeragamkan standar kenyamanan.

Namun, di balik kemegahan fasilitas baru tersebut, pembangunan landasan pacu ketiga (Runway C) sepanjang 3.500 meter menghadapi tantangan teknis. Rencana operasional yang semula ditargetkan pada Maret 2029 diprediksi akan mengalami penundaan karena kendala dalam pembebasan lahan. Naoki Fujii, Presiden Narita International Airport Corp, dikabarkan akan segera melaporkan perkembangan ini kepada Menteri Perhubungan Jepang, Yasushi Kaneko.

Meskipun ada kendala pada landasan pacu baru, optimisme tetap tinggi. Dengan adanya perpanjangan landasan pacu B yang sudah ada, kapasitas pergerakan pesawat tahunan di Narita diproyeksikan melonjak drastis dari 340.000 menjadi 500.000 penerbangan.

Baca Juga

Hemat Bukan Berarti Hambar: 7 Kreasi Masakan 2 Bahan Penyelamat Kantong Anak Kos di Akhir Bulan

Hemat Bukan Berarti Hambar: 7 Kreasi Masakan 2 Bahan Penyelamat Kantong Anak Kos di Akhir Bulan

Narita vs Haneda: Mana yang Terbaik untuk Anda?

Meski sering dianggap sebagai pintu masuk utama Tokyo, Narita sebenarnya terletak di Prefektur Chiba, berjarak sekitar 60 km dari pusat ibu kota. Namun, aksesibilitas bukan lagi masalah besar berkat layanan kereta cepat seperti Narita Express dan Keisei Skyliner yang dikenal dengan ketepatan waktunya yang legendaris. Bandara ini menonjolkan prinsip omotenashi—keramahtamahan khas Jepang—yang tercermin dari desain interior hingga pelayanan stafnya.

Jika dibandingkan dengan Bandara Haneda yang lebih dekat dengan pusat kota (hanya 20-30 menit), Narita tetap memegang keunggulan bagi mereka yang mencari pengalaman transit yang lebih santai. Haneda mungkin unggul dalam efisiensi waktu untuk pebisnis, namun Narita menawarkan area belanja bebas bea (duty-free) yang lebih luas serta nuansa budaya yang lebih kental. Dengan wajah barunya ini, Narita kian mengukuhkan posisinya bukan sekadar tempat transit, melainkan destinasi wisata awal yang mengesankan bagi siapa pun yang berkunjung ke Negeri Sakura.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *