Bilik Telepon Jadul di Tokyo Bangkit Lagi, Kini Jadi Hotspot Wi-Fi Gratis dengan Teknologi OpenRoaming

Rendi Saputra | Menit Ini
18 Apr 2026, 18:52 WIB
Bilik Telepon Jadul di Tokyo Bangkit Lagi, Kini Jadi Hotspot Wi-Fi Gratis dengan Teknologi OpenRoaming

MenitIni — Di tengah kepungan gedung pencakar langit dan dominasi gawai pintar yang serba cepat, eksistensi bilik telepon umum di kota metropolitan seperti Tokyo sempat dipandang sebelah mata. Namun, alih-alih meruntuhkan kotak-kotak bersejarah tersebut, Pemerintah Metropolitan Tokyo justru melakukan langkah transformatif dengan menyulapnya menjadi titik akses internet nirkabel yang mutakhir.

Nafas Baru Infrastruktur Klasik di Jantung Jepang

Langkah ini bukan sekadar upaya nostalgia. Mengutip data terbaru, Jepang memandang telepon umum bukan lagi sebagai alat komunikasi usang, melainkan jalur penyelamat krusial saat situasi darurat menghantam. Melalui visi bertajuk “Tokyo Terhubung”, pemerintah setempat menggandeng raksasa telekomunikasi Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East) untuk mengintegrasikan teknologi terbaru ke dalam bilik-bilik ikonik tersebut.

Baca Juga

Jakarta Bukan Sekadar Ibu Kota: Mengintip Potensi Wellness Tourism Melalui Saka Yoga Festival dan Tradisi Betawi

Jakarta Bukan Sekadar Ibu Kota: Mengintip Potensi Wellness Tourism Melalui Saka Yoga Festival dan Tradisi Betawi

Transformasi ini menjadikan infrastruktur lama tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Sejak akhir tahun 2025, bilik-bilik ini mulai memancarkan sinyal Wi-Fi gratis yang bisa diakses oleh siapa saja, mulai dari warga lokal, pebisnis, hingga wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata Jepang.

Mengenal Teknologi OpenRoaming: Sekali Daftar, Terhubung Selamanya

Apa yang membuat proyek ini istimewa adalah penggunaan sistem OpenRoaming. Dari sekitar 10.525 bilik telepon yang tersebar di seantero Tokyo, sekitar 1.500 di antaranya telah ditingkatkan menjadi hotspot dengan sistem keamanan tingkat tinggi ini. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk terhubung secara otomatis di jutaan titik global hanya dengan satu kali registrasi awal.

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Tokyo, berikut adalah langkah mudah untuk menikmati fasilitas ini:

Baca Juga

Rahasia Cake Wortel Lembut Takaran Sendok: Kreasi Rumahan Rasa Premium Ala MenitIni

Rahasia Cake Wortel Lembut Takaran Sendok: Kreasi Rumahan Rasa Premium Ala MenitIni
  • Aktifkan Wi-Fi di ponsel Anda dan pilih jaringan bernama START_TOKYO_Wi-Fi.
  • Halaman pengaturan akan muncul secara otomatis untuk memandu proses pendaftaran.
  • Verifikasi identitas Anda menggunakan akun Google, Apple ID, LINE, atau alamat email.
  • Unduh dan instal profil khusus yang disediakan untuk memastikan koneksi berjalan aman.
  • Setelah profil terpasang, cukup lupakan (forget) jaringan awal, dan perangkat Anda akan otomatis beralih ke TOKYO_FREE_Wi-Fi setiap kali Anda berada di dekat bilik telepon tersebut.

Meskipun panduan ini sangat ramah bagi pengguna iPhone, para pengguna perangkat Android juga dapat menikmati kemudahan serupa dengan proses instalasi yang bahkan lebih ringkas.

Lebih dari Sekadar Koneksi: Benteng Pertahanan Saat Bencana

Fungsi ganda bilik telepon ini sangat terasa di negara yang rawan terhadap bencana alam seperti Jepang. Dalam kondisi darurat, ketika jaringan seluler konvensional biasanya mengalami kelebihan beban atau lumpuh, telepon umum dan hotspot Wi-Fi statis ini diproyeksikan menjadi tulang punggung komunikasi publik.

Baca Juga

Sorotan MenitIni: Polemik Etika di Transportasi Publik hingga Kemewahan Prewedding Selebritas

Sorotan MenitIni: Polemik Etika di Transportasi Publik hingga Kemewahan Prewedding Selebritas

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menekankan bahwa akses informasi yang stabil adalah kunci keselamatan warga. Saat ini, fokus pemasangan hotspot terkonsentrasi di jalur sibuk Yamanote Line, namun ekspansi besar-besaran terus dilakukan menuju taman-taman kota yang juga berfungsi sebagai lokasi evakuasi darurat.

Target Ambisius Menuju Kota Pintar

Pemerintah Tokyo menargetkan jumlah titik akses ini akan melonjak hingga tiga kali lipat, mencapai 3.600 lokasi pada tahun 2028. Inisiatif ini mempertegas posisi Tokyo sebagai pemimpin dalam konsep kota pintar (smart city) yang tidak melupakan aspek kemanusiaan dan keamanan.

Dengan adanya fasilitas ini, wisatawan tidak perlu lagi khawatir kehilangan arah atau kesulitan mengakses peta digital saat menjelajahi sudut-sudut kota. Inovasi ini membuktikan bahwa dengan kreativitas yang tepat, teknologi masa lalu bisa menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih terkoneksi dan aman.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *