Efektifkah Leg Day untuk Menurunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Pakar Gizi Berikut Ini

Siska Wijaya | Menit Ini
08 Apr 2026, 06:48 WIB
Efektifkah Leg Day untuk Menurunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Pakar Gizi Berikut Ini

MenitIni — Tren kebugaran di jagat maya, mulai dari TikTok hingga X (dahulu Twitter), belakangan ini diramaikan oleh anjuran untuk rutin melakukan leg day atau latihan otot bagian bawah. Banyak yang meyakini bahwa latihan ini adalah cara tercepat untuk mengikis lemak dan mendapatkan angka timbangan yang ideal. Namun, di balik popularitasnya, benarkah latihan kaki memiliki dampak langsung terhadap penurunan berat badan?

Mitos vs Fakta Seputar Leg Day

Menanggapi fenomena tersebut, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinik dari Fyn Nutrition & Wellness Center, memberikan pandangan medis yang lebih jernih. Menurutnya, anggapan bahwa latihan kaki secara otomatis akan membakar lemak secara instan tidaklah sepenuhnya tepat.

“Latihan bagian tubuh bawah atau leg day itu memang sangat bagus, tetapi sebenarnya tujuannya tidak secara eksplisit untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat,” ungkap dr. Nadhira saat memberikan penjelasan terkait gaya hidup sehat.

Otot Kaki Sebagai Mesin Metabolisme

Satu hal yang perlu dipahami adalah anatomi tubuh manusia. Otot-otot terbesar berada di bagian kaki. Oleh karena itu, jika seseorang berfokus untuk meningkatkan massa otot secara signifikan, latihan kaki merupakan metode yang paling efisien.

“Jika targetnya adalah menambah kilogram otot, maka latihan kaki adalah cara terbesar yang bisa dilakukan. Itulah alasan mengapa jenis latihan ini sering sekali direkomendasikan,” tambahnya. Namun, dr. Nadhira menegaskan bahwa leg day bukanlah metode utama untuk fat loss atau peluruhan lemak lokal. Lemak tidak bisa hilang hanya dengan melatih satu bagian tubuh saja secara terus-menerus.

Manfaat Jangka Panjang: Investasi Kalori

Meski tidak memberikan hasil instan dalam memangkas lemak, bukan berarti latihan ini sia-sia dalam program diet sehat. Manfaat sesungguhnya dari leg day terasa pada mekanisme metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

Dr. Nadhira menjelaskan bahwa semakin besar massa otot yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi pula Basal Metabolic Rate (BMR) mereka. BMR adalah jumlah energi atau kalori yang dibakar oleh tubuh saat kita sedang beristirahat total.

  • Peningkatan Metabolisme: Otot membutuhkan energi lebih banyak untuk dipertahankan dibandingkan jaringan lemak.
  • Pembakaran Kalori Pasif: Dengan massa otot kaki yang kuat, tubuh akan terus membakar kalori meski Anda sedang tidur atau bersantai.
  • Efek Domino: Peningkatan metabolisme inilah yang pada akhirnya membantu proses menurunkan berat badan secara berkelanjutan.

Kesimpulannya, latihan tubuh bagian bawah memang memberikan sumbangsih besar terhadap transformasi fisik. Melalui penambahan massa otot yang signifikan, tubuh secara perlahan akan menjadi mesin pembakar lemak yang lebih efisien, yang pada akhirnya mempermudah tercapainya berat badan impian melalui proses yang sehat dan stabil.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *