Gengsi El Clasico Memanas: Real Madrid Tolak Beri ‘Guard of Honour’ untuk Barcelona
MenitIni — Rivalitas abadi antara dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, tampaknya bakal mencapai babak baru yang lebih dingin. Menjelang bentrokan krusial di panggung El Clasico, sebuah kabar mengejutkan mencuat dari internal Los Blancos. Madrid dikabarkan telah mengambil sikap tegas untuk tidak memberikan guard of honour atau tradisi pasillo jika sang rival berhasil mengamankan gelar juara La Liga lebih dini.
Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou pada 11 Mei 2026 mendatang ini diprediksi akan berlangsung di bawah atmosfer yang mencekam. Saat ini, Barcelona masih kokoh bertakhta di puncak klasemen Liga Spanyol dengan selisih sembilan poin dari rival terdekatnya. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan tujuh laga, secara matematis trofi juara sudah sangat dekat dengan dekapan skuad asal Catalan tersebut.
Piala Presiden 2025 Cetak Sejarah Baru, Harsiwi Achmad: Edisi Paling Sukses di Segala Lini
Musim Kelam Skuad Alvaro Arbeloa
Di sisi lain, Real Madrid tengah berada dalam periode yang cukup sulit. Musim ini seolah menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa yang terancam menutup kompetisi tanpa satu pun gelar prestisius. Harapan mereka di kompetisi Eropa telah dipadamkan oleh Bayern Munchen, sementara langkah di Copa del Rey pun harus terhenti prematur.
Kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol awal tahun ini menambah daftar panjang duka publik Santiago Bernabeu. Meski ruang ganti Madrid mulai menyadari bahwa trofi La Liga hampir pasti lepas dari genggaman, manajemen klub tetap bersikukuh untuk tidak menunjukkan gestur penghormatan formal di hadapan pendukung lawan.
Chelsea dalam Bahaya? Paul Parker Beri Peringatan Keras Soal Masa Depan Cole Palmer dan Enzo Fernandez
Sentimen Kasus Negreira Jadi Pemicu
Laporan yang dihimpun oleh jurnalis senior Marcos Llorente dalam program El Chiringuito TV menegaskan bahwa tidak ada rencana sedikit pun bagi Madrid untuk melakukan pasillo. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Di balik ketegangan di lapangan, terdapat konflik hukum dan diplomatik yang jauh lebih dalam.
Alasan fundamental di balik sikap kaku Madrid adalah berlarutnya Kasus Negreira. Manajemen Madrid menjadi salah satu pihak yang paling vokal mendesak adanya investigasi menyeluruh dan sanksi berat jika tuduhan suap terhadap mantan wakil ketua komite wasit tersebut terbukti di meja hijau. Hal ini telah merusak hubungan diplomatik kedua klub hingga mencapai titik nadir.
Prediksi Manchester United vs Liverpool: Duel Panas di Old Trafford Menuju Panggung Liga Champions
Tradisi yang Tergerus Ego
Secara historis, pasillo adalah simbol sportivitas tertinggi di tanah Matador, di mana tim lawan memberikan tepuk tangan penghormatan kepada sang juara saat memasuki lapangan. Namun, dalam situasi penuh kecurigaan dan perselisihan hukum saat ini, El Clasico bukan lagi sekadar pertandingan sepak bola, melainkan medan pertempuran martabat.
Dengan penolakan ini, tensi menjelang pertemuan di Camp Nou dipastikan bakal semakin membara. Real Madrid memilih untuk menjaga gengsi dan prinsip klub, meski harus dianggap melanggar tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun di sepak bola Spanyol.