Gengsi El Clasico Memanas: Real Madrid Tolak Beri ‘Guard of Honour’ untuk Barcelona

Aris Setiawan | Menit Ini
17 Apr 2026, 12:53 WIB
Gengsi El Clasico Memanas: Real Madrid Tolak Beri 'Guard of Honour' untuk Barcelona

MenitIni — Rivalitas abadi antara dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, tampaknya bakal mencapai babak baru yang lebih dingin. Menjelang bentrokan krusial di panggung El Clasico, sebuah kabar mengejutkan mencuat dari internal Los Blancos. Madrid dikabarkan telah mengambil sikap tegas untuk tidak memberikan guard of honour atau tradisi pasillo jika sang rival berhasil mengamankan gelar juara La Liga lebih dini.

Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou pada 11 Mei 2026 mendatang ini diprediksi akan berlangsung di bawah atmosfer yang mencekam. Saat ini, Barcelona masih kokoh bertakhta di puncak klasemen Liga Spanyol dengan selisih sembilan poin dari rival terdekatnya. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan tujuh laga, secara matematis trofi juara sudah sangat dekat dengan dekapan skuad asal Catalan tersebut.

Baca Juga

Misi Senyap AC Milan Bajak Leon Goretzka: Strategi Kontrak Jangka Panjang Siap Pecundangi Juventus

Misi Senyap AC Milan Bajak Leon Goretzka: Strategi Kontrak Jangka Panjang Siap Pecundangi Juventus

Musim Kelam Skuad Alvaro Arbeloa

Di sisi lain, Real Madrid tengah berada dalam periode yang cukup sulit. Musim ini seolah menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa yang terancam menutup kompetisi tanpa satu pun gelar prestisius. Harapan mereka di kompetisi Eropa telah dipadamkan oleh Bayern Munchen, sementara langkah di Copa del Rey pun harus terhenti prematur.

Kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol awal tahun ini menambah daftar panjang duka publik Santiago Bernabeu. Meski ruang ganti Madrid mulai menyadari bahwa trofi La Liga hampir pasti lepas dari genggaman, manajemen klub tetap bersikukuh untuk tidak menunjukkan gestur penghormatan formal di hadapan pendukung lawan.

Baca Juga

Alasan Martin Zubimendi Tolak Real Madrid Demi Arsenal: Proyek di London Jauh Lebih Menjanjikan

Alasan Martin Zubimendi Tolak Real Madrid Demi Arsenal: Proyek di London Jauh Lebih Menjanjikan

Sentimen Kasus Negreira Jadi Pemicu

Laporan yang dihimpun oleh jurnalis senior Marcos Llorente dalam program El Chiringuito TV menegaskan bahwa tidak ada rencana sedikit pun bagi Madrid untuk melakukan pasillo. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Di balik ketegangan di lapangan, terdapat konflik hukum dan diplomatik yang jauh lebih dalam.

Alasan fundamental di balik sikap kaku Madrid adalah berlarutnya Kasus Negreira. Manajemen Madrid menjadi salah satu pihak yang paling vokal mendesak adanya investigasi menyeluruh dan sanksi berat jika tuduhan suap terhadap mantan wakil ketua komite wasit tersebut terbukti di meja hijau. Hal ini telah merusak hubungan diplomatik kedua klub hingga mencapai titik nadir.

Baca Juga

Barcelona Kian Tak Terkejar, Real Madrid Terpeleset: Intip Peta Persaingan Klasemen Liga Spanyol Terbaru

Barcelona Kian Tak Terkejar, Real Madrid Terpeleset: Intip Peta Persaingan Klasemen Liga Spanyol Terbaru

Tradisi yang Tergerus Ego

Secara historis, pasillo adalah simbol sportivitas tertinggi di tanah Matador, di mana tim lawan memberikan tepuk tangan penghormatan kepada sang juara saat memasuki lapangan. Namun, dalam situasi penuh kecurigaan dan perselisihan hukum saat ini, El Clasico bukan lagi sekadar pertandingan sepak bola, melainkan medan pertempuran martabat.

Dengan penolakan ini, tensi menjelang pertemuan di Camp Nou dipastikan bakal semakin membara. Real Madrid memilih untuk menjaga gengsi dan prinsip klub, meski harus dianggap melanggar tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun di sepak bola Spanyol.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan pengalaman 5 tahun meliput kompetisi sepak bola. Fokus pada analisis statistik dan strategi pertandingan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *