Menguji Ketangguhan Wuling Eksion PHEV: Catatan Perjalanan 627 Kilometer Menembus Jantung Jawa

Dewi Amalia | Menit Ini
09 Jun 2026, 16:52 WIB
Menguji Ketangguhan Wuling Eksion PHEV: Catatan Perjalanan 627 Kilometer Menembus Jantung Jawa

MenitIni — Menjelajahi aspal Pulau Jawa dari hiruk-pikuk Jakarta hingga ke ketenangan Yogyakarta bukanlah sekadar perjalanan biasa. Ini adalah sebuah ujian bagi ketahanan fisik, mental, dan tentu saja, performa sebuah kendaraan. Tim redaksi kami berkesempatan untuk merasakan langsung sensasi berkendara bersama Wuling Eksion, kontestan terbaru di segmen SUV tujuh penumpang yang mengusung teknologi canggih Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Perjalanan sejauh 627 kilometer ini menjadi panggung pembuktian bagi mobil yang digadang-gadang sebagai solusi mobilitas modern bagi keluarga Indonesia.

Memulai Etape Pertama: Kenyamanan Kabin yang Memanjakan

Perjalanan dimulai pagi buta dari Jakarta. Unit yang kami gunakan adalah Wuling Eksion varian PHEV, yang diisi oleh empat orang dewasa dengan muatan penuh di bagasi, mulai dari koper besar hingga perlengkapan dokumentasi. Kesan pertama saat memasuki kabin adalah aura kemewahan yang subtil namun fungsional. Sebagai penumpang di baris kedua pada etape awal, penulis merasakan betapa jok mobil ini dirancang dengan ergonomi yang sangat baik. Materialnya empuk namun tetap memberikan topangan yang mantap pada tubuh, sebuah aspek krusial untuk perjalanan lintas provinsi agar tidak cepat lelah.

Baca Juga

Layanan Purnajual Mewah, Hyundai Siapkan Ratusan Mobil Pengganti Premium Termasuk Ioniq 5 Saat Servis

Layanan Purnajual Mewah, Hyundai Siapkan Ratusan Mobil Pengganti Premium Termasuk Ioniq 5 Saat Servis

Sembari melintasi tol dalam kota yang mulai padat, fitur ventilated seat pada baris depan memberikan kenyamanan ekstra, memastikan suhu tubuh tetap terjaga meski cuaca di luar mulai menyengat. Desain interior yang bersih dengan kontrol yang terpusat pada layar sentuh memberikan kesan futuristik, mempertegas identitas Eksion sebagai SUV modern yang melek teknologi.

Dinamika Berkendara: Kekuatan di Balik Ling Power

Setelah menempuh jarak puluhan kilometer, tiba saatnya bagi kami untuk mengambil alih kemudi selepas beristirahat di Rest Area Km 102 Tol Cipali. Mencari posisi duduk ideal di Wuling Eksion terasa sangat mudah berkat pengaturan jok elektrik yang presisi. Tak hanya itu, fitur tilt and telescopic steering memungkinkan pengemudi dengan berbagai postur tubuh untuk mendapatkan jangkauan kemudi yang paling nyaman.

Baca Juga

Strategi Cerdas Membeli Mobil Bekas Berkualitas: Mengapa Riwayat Inspeksi dan Jaminan Garansi Kini Jadi Harga Mati?

Strategi Cerdas Membeli Mobil Bekas Berkualitas: Mengapa Riwayat Inspeksi dan Jaminan Garansi Kini Jadi Harga Mati?

Saat pedal gas ditekan, kejutan pertama datang dari torsi instan yang dihasilkan. Berkat teknologi Ling Power, Wuling Eksion tidak menunjukkan gejala lamban meski membawa beban berat. Di putaran bawah, motor listrik memberikan dorongan yang sigap, membuat proses menyalip kendaraan besar di tol terasa begitu meyakinkan. Sensasi tenaga ini terus mengalir konsisten dari putaran tengah hingga atas, baik saat mobil beroperasi dalam mode listrik murni maupun saat mesin bensin mulai ikut campur tangan.

Menjelajahi Empat Mode Energi yang Pintar

Salah satu nilai jual utama dari mobil Plug-in Hybrid ini adalah fleksibilitas manajemen energinya. Wuling membekali Eksion dengan empat mode energi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi:

Baca Juga

Transformasi Digital Armada Listrik: Strategi Efisiensi dan Inovasi Telematika di Era Mobilitas Hijau

Transformasi Digital Armada Listrik: Strategi Efisiensi dan Inovasi Telematika di Era Mobilitas Hijau
  • EV Max: Mengutamakan penggunaan daya baterai secara penuh. Mode ini sangat ideal untuk penggunaan dalam kota atau saat melaju konstan di jalan tol. Menariknya, jika kapasitas baterai menyentuh angka kritis 12 persen, sistem secara cerdas akan berpindah ke mode hybrid untuk menjaga performa.
  • EV First: Serupa dengan EV Max, namun sistem akan mengaktifkan mesin bensin lebih awal, tepatnya saat baterai tersisa sekitar 35 persen. Ini berguna bagi mereka yang ingin menjaga cadangan listrik untuk digunakan di area tujuan.
  • Hybrid: Sinergi sempurna antara mesin bensin 1.5L dan motor listrik. Dalam mode ini, efisiensi bahan bakar dioptimalkan secara otomatis oleh sistem komputer mobil.
  • Fuel Priority: Mesin bensin bekerja lebih dominan untuk menggerakkan roda sekaligus mengisi daya baterai, memastikan kendaraan siap untuk jarak tempuh yang lebih jauh hingga melampaui angka 1.000 kilometer.

Selain mode energi, terdapat pula pilihan mode berkendara seperti Eco, Normal, dan Sport. Saat mencoba mode Sport di jalur menanjak, tarikan mesin terasa jauh lebih agresif, memberikan rasa percaya diri ekstra saat harus melahap elevasi yang curam.

Baca Juga

TVS Armado 200 Resmi Meluncur, Solusi Tangguh untuk UMKM dan Logistik dengan Harga Kompetitif

TVS Armado 200 Resmi Meluncur, Solusi Tangguh untuk UMKM dan Logistik dengan Harga Kompetitif

Handling dan Stabilitas di Jalur Menantang

Memasuki wilayah Purwokerto dan berlanjut ke arah Wonosobo, karakter jalanan mulai berubah. Tikungan tajam dan tanjakan panjang menjadi menu utama. Sebagai sebuah SUV 7-seater dengan dimensi yang cukup bongsor, Wuling Eksion menunjukkan stabilitas yang patut diacungi jempol. Suspensi mobil ini dikalibrasi untuk kenyamanan keluarga; tidak terlalu kaku namun tetap mampu meredam guncangan dengan baik.

Meski terdapat sedikit gejala body roll atau limbung saat bermanuver cepat di tikungan—hal yang wajar untuk mobil dengan ground clearance tinggi—pengendaliannya tetap terasa presisi. Setir yang ringan namun komunikatif memudahkan kami menavigasi mobil ini di jalanan yang sempit dan padat. Teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang tersemat juga berkali-kali memberikan peringatan dini yang sangat membantu menjaga keamanan selama perjalanan panjang ini.

Baca Juga

Prediksi Mengejutkan Bos XPeng: Hanya 5 Raksasa Mobil China yang Bakal Bertahan di Babak Eliminasi Global

Prediksi Mengejutkan Bos XPeng: Hanya 5 Raksasa Mobil China yang Bakal Bertahan di Babak Eliminasi Global

Panorama Alam dari Balik Panoramic Sunroof

Momen paling berkesan terjadi saat perjalanan melintasi kawasan Dipayana, Wonosobo. Jalur pegunungan sepanjang 18 kilometer ini menyuguhkan pemandangan spektakuler Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Di sinilah fitur panoramic sunroof Wuling Eksion benar-benar bersinar. Penumpang dapat menikmati kemegahan alam Jawa Tengah tanpa terhalang pilar kabin, memberikan rasa lapang dan koneksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Udara pegunungan yang segar memang tidak bisa masuk sepenuhnya, namun fitur PM2.5 air filter di dalam kabin memastikan udara yang dihirup seluruh penumpang tetap bersih dan sehat. Perjalanan yang melelahkan pun berubah menjadi pengalaman rekreasi yang menyenangkan bagi seluruh anggota tim.

Spesifikasi Teknis: Jantung Pacu yang Efisien

Secara teknis, Wuling Eksion mengandalkan mesin 1.5L dedicated hybrid engine yang memiliki efisiensi termal mencapai 43,2 persen—sebuah angka yang sangat kompetitif di kelasnya. Mesin ini berkolaborasi dengan motor listrik berdaya 145 kW dan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Hasilnya adalah kombinasi tenaga mesin 105 hp dengan torsi 130 Nm, serta dukungan motor listrik yang menyemburkan 195 hp dan torsi instan 230 Nm.

Dengan baterai terisi penuh, mobil ini mampu melaju hingga 125 kilometer hanya dengan tenaga listrik, sangat cukup untuk keperluan komuter harian tanpa setetes bensin pun. Namun bagi mereka yang hobi touring, total jarak tempuh yang mencapai lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar CLTC memberikan ketenangan pikiran tanpa perlu sering-sering mencari stasiun pengisian daya atau SPBU.

Kesimpulan: Standar Baru SUV Keluarga

Setelah menempuh lebih dari 600 kilometer, kami sampai di Yogyakarta dengan kondisi fisik yang relatif masih segar. Ini adalah bukti bahwa Wuling Eksion bukan sekadar mobil yang mengandalkan daftar fitur panjang, melainkan sebuah paket lengkap yang memikirkan aspek kenyamanan jangka panjang. Dari sisi efisiensi, teknologi PHEV yang diusungnya memberikan solusi nyata bagi masa transisi menuju kendaraan listrik murni.

Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, menjelaskan bahwa sistem Driving Mode dan Energy Mode pada Eksion dirancang untuk bekerja secara cerdas, menyeimbangkan performa dan efisiensi sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi. Bagi konsumen yang mencari kendaraan keluarga yang tangguh, canggih, namun tetap memiliki nilai ekonomis yang masuk akal, Wuling Eksion PHEV layak menduduki posisi teratas dalam daftar pertimbangan Anda.

Perjalanan Jakarta-Yogyakarta ini telah mengonfirmasi satu hal: masa depan mobilitas Indonesia kini hadir dalam bentuk SUV yang tidak hanya bertenaga, tapi juga sangat mengerti kebutuhan penggunanya.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *