Waspada Modus Baru! Mencatut Nama Sherly Tjoanda, Hoaks Bantuan Rp 20 Juta Hantui Media Sosial

Bagus Pratama | Menit Ini
06 Jun 2026, 02:51 WIB
Waspada Modus Baru! Mencatut Nama Sherly Tjoanda, Hoaks Bantuan Rp 20 Juta Hantui Media Sosial

MenitIni — Di tengah pesatnya arus informasi digital, ruang publik kembali dikejutkan dengan munculnya upaya penipuan yang sangat terorganisir. Kali ini, nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber. Sebuah narasi yang mengeklaim adanya pembagian dana bantuan sosial senilai Rp 20 juta beredar luas di platform media sosial, memancing rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat akan keamanan data pribadi mereka.

Munculnya Klaim Sertifikat Palsu di Media Sosial

Tim redaksi kami menemukan sebuah unggahan yang meresahkan di salah satu akun Facebook yang dipublikasikan pada medio Juni 2026. Unggahan tersebut menampilkan sebuah gambar yang didesain sedemikian rupa menyerupai sertifikat resmi dengan tajuk mencolok: “SURAT IZIN RESMI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA”.

Baca Juga

Bayang-Bayang Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Masih Menyerang Mantan Presiden Jokowi

Bayang-Bayang Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Masih Menyerang Mantan Presiden Jokowi

Dalam dokumen palsu bernomor Oll/POLRI/014/VII, 2026 tersebut, tertulis pesan yang sangat menggiurkan. Pelaku yang mengatasnamakan Sherly Tjoanda Laos menyatakan niatnya untuk berbagi dana bantuan sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Untuk meyakinkan korban, mereka menambahkan janji manis bahwa program ini sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya pajak sedikit pun. Masyarakat yang berminat hanya diminta untuk menghubungi via layanan pesan singkat atau direct message (DM).

Kejanggalan mulai terlihat dari penyebutan institusi dalam sertifikat tersebut. Meskipun mencatut nama Gubernur Maluku Utara, dokumen itu justru mencantumkan stempel Polda Metro Jaya dan ditandatangani secara sepihak atas nama Irjen M. Fadil Imran. Inkonsistensi administrasi seperti ini merupakan ciri khas modus penipuan yang menyasar masyarakat yang kurang waspada terhadap detail birokrasi.

Baca Juga

Awas Terjebak! Mengungkap Sindikat Hoaks Bansos: Dari PKH Hingga Bantuan UMKM yang Mengincar Data Pribadi Anda

Awas Terjebak! Mengungkap Sindikat Hoaks Bansos: Dari PKH Hingga Bantuan UMKM yang Mengincar Data Pribadi Anda

Analisis Mendalam: Mengapa Narasi Ini Berbahaya?

Penipuan semacam ini tidak hanya bertujuan untuk merugikan secara finansial, tetapi juga merupakan upaya pencurian data pribadi atau phishing. Dengan mengarahkan calon korban untuk mengirim pesan pribadi, pelaku dapat dengan mudah meminta informasi sensitif seperti nomor rekening, foto KTP, hingga kode OTP yang sangat berisiko jika jatuh ke tangan yang salah.

Banyak warga yang tergiur karena situasi ekonomi, sehingga cek fakta menjadi instrumen krusial untuk membendung penyebaran hoaks ini. Penggunaan nama tokoh publik seperti Sherly Tjoanda dilakukan untuk memberikan kesan kredibilitas semu, memanfaatkan rasa percaya masyarakat terhadap pemimpin daerah mereka.

Klarifikasi Resmi dari Sherly Tjoanda Laos

Menanggapi maraknya pencatutan namanya, Sherly Tjoanda Laos segera mengambil langkah tegas melalui akun Instagram pribadinya, @s_tjo. Dalam sebuah unggahan video yang emosional namun lugas, ia memberikan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjebak dalam perangkap jahat para pelaku siber.

Baca Juga

Cek Fakta: Benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut PLN Rugi Akibat Masyarakat Tak Bisa Hemat Listrik?

Cek Fakta: Benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut PLN Rugi Akibat Masyarakat Tak Bisa Hemat Listrik?

“Belakangan ini sering beredar pesan atau video melalui WhatsApp dan media sosial yang mengatasnamakan saya, Sherly Tjoanda atau Sherly Laos, dengan iming-iming giveaway uang tunai puluhan juta rupiah. Mereka meminta data pribadi, nomor rekening, bahkan KTP,” tegas Sherly dalam pernyataannya. Ia pun menambahkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini telah disalahgunakan oleh penipu untuk meniru suara dan wajahnya agar terlihat sangat meyakinkan.

Dalam klarifikasi tersebut, Sherly menekankan tiga poin utama bagi masyarakat:

  • Tidak Ada Giveaway: Beliau secara resmi menyatakan tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk mengadakan program bantuan uang tunai atau meminta data pribadi masyarakat melalui platform tidak resmi.
  • Waspada Janji Manis: Masyarakat diminta mengabaikan pihak mana pun yang menjanjikan jabatan, proyek, atau hadiah dengan syarat transfer uang atau penyerahan data penting.
  • Kanal Informasi Resmi: Segala bentuk informasi mengenai kebijakan pemerintah atau bantuan sosial hanya akan disampaikan melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Maluku Utara atau akun media sosial pribadinya yang telah terverifikasi.

Ancaman Teknologi AI dalam Dunia Penipuan

Kehadiran teknologi AI seperti deepfake menjadi tantangan baru dalam dunia informasi. Pelaku kini bisa membuat video yang seolah-olah memperlihatkan tokoh publik sedang berbicara memberikan janji hadiah. Hal ini menuntut kita untuk memiliki literasi digital yang jauh lebih kuat. Jangan mudah percaya hanya karena melihat wajah atau mendengar suara yang familiar di layar ponsel.

Baca Juga

Siap-Siap Long Weekend! Catat Jadwal Resmi Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Mei 2026

Siap-Siap Long Weekend! Catat Jadwal Resmi Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Mei 2026

Sherly Laos mengingatkan, “Demi keamanan, jangan pernah membagikan data pribadi, rekening, atau dokumen penting kepada pihak yang tidak jelas. Mari kita saling mengingatkan, lindungi diri dan keluarga dari modus penipuan seperti itu.”

Kesimpulan: Murni Hoaks dan Upaya Penipuan

Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh tim kami, dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai sertifikat kepolisian dan pembagian dana bantuan Rp 20 juta dari Sherly Tjoanda adalah SALAH atau HOAKS. Ini adalah bentuk penipuan yang sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kebutuhan masyarakat dan mencuri identitas digital.

Kami menghimbau pembaca setia untuk selalu melakukan verifikasi ulang sebelum mempercayai informasi yang terlalu muluk di internet. Jika Anda menemukan informasi yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib atau periksa kebenarannya di situs-situs kredibel.

Baca Juga

Waspada Jerat Penipuan! Koperasi Desa Merah Putih Dicatut dalam Pusaran Hoaks Lowongan Kerja dan Bantuan

Waspada Jerat Penipuan! Koperasi Desa Merah Putih Dicatut dalam Pusaran Hoaks Lowongan Kerja dan Bantuan

Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama. Dengan tetap kritis dan waspada, kita dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan aman bagi semua orang. Pastikan Anda selalu mendapatkan informasi terkini hanya dari sumber yang terpercaya seperti MenitIni.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *