Waspada Disinformasi! Benarkah Jubir ESDM Sarankan Pindah ke Solar Saat Harga Pertamax Meroket? Ini Faktanya

Bagus Pratama | Menit Ini
15 Jun 2026, 12:51 WIB
Waspada Disinformasi! Benarkah Jubir ESDM Sarankan Pindah ke Solar Saat Harga Pertamax Meroket? Ini Faktanya

MenitIni — Fenomena disinformasi di era digital sering kali memanfaatkan momentum keresahan publik, terutama ketika menyangkut urusan isi kantong seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Baru-baru ini, sebuah narasi provokatif mendadak viral di jagat maya, menyeret nama Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kabar tersebut mengklaim bahwa pihak kementerian menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan Solar karena harga Pertamax yang kian melambung. Namun, benarkah demikian? Tim redaksi kami telah melakukan penelusuran mendalam untuk mengupas tuntas fakta di balik kegaduhan ini.

Kronologi Munculnya Kabar Miring di Media Sosial

Geliat media sosial, khususnya platform Threads, mendadak riuh pada pertengahan Juni 2026. Sebuah unggahan yang menyertakan tangkapan layar artikel berita memicu gelombang kemarahan netizen. Dalam gambar tersebut, terlihat judul yang sangat kontroversial: “Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?”.

Baca Juga

Kalender Libur Mei 2026: Strategi Memaksimalkan ‘Bulan Emas’ dengan Deretan Long Weekend Terbaik

Kalender Libur Mei 2026: Strategi Memaksimalkan ‘Bulan Emas’ dengan Deretan Long Weekend Terbaik

Unggahan yang mulai beredar luas sejak 14 Juni 2026 tersebut tidak hanya menyebarkan gambar, tetapi juga dibumbui dengan narasi sinis yang menyerang integritas pejabat publik. Akun pengunggah menuliskan kalimat pedas yang menuding bahwa uang pajak rakyat digunakan untuk menggaji pejabat dengan kualitas pernyataan yang dianggap rendah. Sontak, hal ini memicu ribuan komentar negatif dari masyarakat yang merasa tercekik oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Klarifikasi Langsung dari Juru Bicara Kementerian ESDM

Menanggapi isu yang semakin liar, MenitIni melakukan verifikasi langsung untuk memastikan keabsahan kutipan tersebut. Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM yang namanya dicatut dalam unggahan tersebut, memberikan pernyataan tegas bahwa informasi yang beredar adalah murni kebohongan atau hoaks.

Baca Juga

Waspada Jerat Penipuan Digital: Menelusuri Jejak Hoaks Bantuan Dana Keagamaan yang Kian Meresahkan

Waspada Jerat Penipuan Digital: Menelusuri Jejak Hoaks Bantuan Dana Keagamaan yang Kian Meresahkan

“Ini sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sekonyol itu. Ada pihak tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menyalahgunakan foto saya dan menempelkannya dengan kutipan palsu,” tegas Anggia saat memberikan klarifikasi resmi. Beliau juga menyoroti kejanggalan dalam tangkapan layar tersebut, di mana nama media yang dicatut ditulis secara salah sebagai ‘Kompos.corn’, yang jelas-jelas merupakan upaya peniruan identitas media besar untuk menyesatkan pembaca.

Anggia mengimbau agar masyarakat lebih selektif dan kritis dalam mengonsumsi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran fitnah semacam ini tidak hanya merugikan secara personal, tetapi juga berpotensi memprovokasi kemarahan publik yang tidak berdasar pada realita. Ia menegaskan bahwa pelaku penyebaran berita bohong ini seharusnya dapat dijerat secara hukum karena telah menyebarkan informasi menyesatkan di tengah situasi ekonomi yang sensitif.

Baca Juga

Waspada! Sindikat Hoaks Undian Berhadiah Incar Nasabah Bank Daerah, Ini Cara Mengenali Modusnya

Waspada! Sindikat Hoaks Undian Berhadiah Incar Nasabah Bank Daerah, Ini Cara Mengenali Modusnya

Jejak Digital: Manipulasi dari Artikel Asli

Penelusuran lebih lanjut menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Foto Dwi Anggia yang digunakan dalam hoaks tersebut ternyata berasal dari artikel asli yang dipublikasikan oleh media kredibel pada 11 Juni 2026. Namun, judul aslinya sangat jauh berbeda dengan apa yang tersebar di Threads.

Artikel aslinya berjudul: “Pertamax Jadi Rp 16.250 Per Liter, ESDM: Itu Masih di Bawah Harga Keekonomian”. Dalam artikel yang sebenarnya, Jubir ESDM tengah menjelaskan konteks teknis mengenai penetapan harga Pertamax yang masih disubsidi secara terselubung oleh pemerintah karena belum mencapai nilai keekonomian pasar global. Tidak ada satu pun kalimat dalam artikel asli tersebut yang menyarankan masyarakat untuk pindah ke Solar, apalagi dengan alasan ‘sama-sama BBM’.

Baca Juga

Panduan Lengkap Aplikasi Cek Bansos: Cara Bijak Memantau Bantuan dan Menghalau Penipuan Digital

Panduan Lengkap Aplikasi Cek Bansos: Cara Bijak Memantau Bantuan dan Menghalau Penipuan Digital

Mengapa Hoaks Ini Berbahaya? Analisis Dampak dan Teknis

Penyebaran informasi palsu mengenai pengalihan penggunaan BBM bukan sekadar masalah komunikasi politik, tetapi juga menyangkut keamanan teknis kendaraan masyarakat. Secara teknis, mesin yang dirancang untuk bahan bakar bensin (seperti Pertamax) tidak akan bisa berjalan menggunakan Solar, dan begitu pula sebaliknya. Jika masyarakat benar-benar mengikuti saran palsu tersebut, hal itu justru akan merusak mesin kendaraan dan menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi warga.

Selain dampak teknis, disinformasi semacam ini bertujuan untuk mendelegitimasi pemerintah dan menciptakan ketidakstabilan sosial. Dengan memanfaatkan sentimen negatif terhadap kenaikan harga, pembuat hoaks mencoba memancing amarah massa terhadap kebijakan energi nasional yang sedang dijalankan oleh Kementerian ESDM.

Baca Juga

Waspada Serangan Misinformasi: Menguliti Deretan Hoaks yang Menargetkan KPK dan Pejabat Negara

Waspada Serangan Misinformasi: Menguliti Deretan Hoaks yang Menargetkan KPK dan Pejabat Negara

Edukasi Literasi Digital: Cara Mengenali Berita Palsu

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi literasi digital. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil oleh netizen untuk menghindari jebakan hoaks di masa depan:

  • Periksa Nama Domain: Perhatikan alamat situs yang tertera. Dalam kasus ini, penggunaan ‘Kompos.corn’ alih-alih ‘Kompas.com’ adalah indikator utama bahwa situs tersebut palsu.
  • Cek Konsistensi Judul dan Isi: Seringkali hoaks menggunakan judul yang bombastis atau clickbait yang tidak sinkron dengan fakta di lapangan.
  • Verifikasi Melalui Media Kredibel: Jika menemukan berita yang terasa ganjil, carilah konfirmasi di setidaknya tiga media nasional yang memiliki reputasi baik.
  • Gunakan Tool Cek Fakta: Manfaatkan layanan cek fakta independen atau fitur laporan di media sosial jika menemukan konten yang mencurigakan.

Kesimpulan: Sebuah Fitnah yang Terorganisir

Berdasarkan seluruh data dan verifikasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan secara mutlak bahwa narasi yang menyebutkan Jubir ESDM meminta masyarakat memakai Solar sebagai pengganti Pertamax adalah HOAKS. Ini adalah bentuk manipulasi informasi dengan cara mengubah judul artikel asli dan memalsukan identitas media massa.

Kementerian ESDM tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan terkait kebijakan energi nasional. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang tidak jelas sumbernya. Melawan hoaks adalah tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat dan informatif.

Mari kita menjadi bagian dari solusi dengan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Ingat, satu klik ‘share’ Anda bisa berdampak luas pada stabilitas informasi nasional.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *