Tragedi Jalur Inca: Wisatawan Australia Tewas Terperosok ke Jurang Machu Picchu Akibat Pagar Pembatas Rusak

Rendi Saputra | Menit Ini
23 Mei 2026, 12:51 WIB
Tragedi Jalur Inca: Wisatawan Australia Tewas Terperosok ke Jurang Machu Picchu Akibat Pagar Pembatas Rusak

MenitIni — Keindahan magis Machu Picchu yang tersohor di seantero jagat kembali menyimpan duka mendalam bagi dunia pariwisata internasional. Sebuah perjalanan impian yang seharusnya menjadi momen penuh kenangan indah justru berakhir menjadi tragedi memilukan bagi seorang pria asal Australia. Matthew Cameron Paton, pria berusia 52 tahun, dilaporkan kehilangan nyawanya setelah terjatuh ke dalam jurang saat sedang menelusuri eksotisme Jalur Inca menuju situs kuno kebanggaan Peru tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran menyangkut aspek keamanan infrastruktur di salah satu destinasi wisata dunia paling populer. Berdasarkan laporan resmi dari otoritas setempat, insiden maut tersebut terjadi ketika Paton tengah melintasi jalur pegunungan yang ekstrem. Tim Penyelamat Pegunungan Tinggi dari Kepolisian Cusco menemukan jenazah korban pada hari Kamis, 21 Mei 2026, di lokasi yang sangat sulit dijangkau.

Baca Juga

Cara Seru Level Up Belajar Bahasa Jepang di Rumah Ditemani Kelezatan Ramen Yes yang Legendaris

Cara Seru Level Up Belajar Bahasa Jepang di Rumah Ditemani Kelezatan Ramen Yes yang Legendaris

Kronologi Jatuhnya Matthew Paton di Titik ’50 Gradas’

Penemuan jenazah Paton menandai akhir dari pencarian intensif yang dilakukan sejak ia dilaporkan hilang. Lokasi jatuhnya korban berada di bawah lereng yang sangat curam, sekitar 300 meter dari jalur utama yang dikenal dengan sebutan “50 Gradas”. Kawasan ini memang terkenal dengan medannya yang menantang, namun seharusnya tetap aman dengan adanya pagar-pagar pelindung di sepanjang lintasan.

Menurut informasi yang dihimpun oleh MenitIni, Paton telah berada di kawasan Cusco selama 12 hari sebelum petaka tersebut terjadi. Ia melakukan perjalanan tersebut didampingi oleh sang istri tercinta, sekelompok turis lainnya, serta seorang pemandu profesional. Naas, pada hari Rabu yang nahas itu, keseimbangan alam dan keamanan infrastruktur seolah tidak berpihak padanya.

Baca Juga

Rahasia Resep Cakwe Mengembang Sempurna: Tekstur Renyah dan Lembut ala Profesional

Rahasia Resep Cakwe Mengembang Sempurna: Tekstur Renyah dan Lembut ala Profesional

Jenderal Virgilio Velasquez, Kepala Kepolisian Wilayah Cusco, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga tersandung saat sedang menyeberangi sebuah jembatan kayu di jalur pendakian. Dalam refleks alaminya, Paton mencoba meraih dan berpegangan pada pagar kayu di sisi jembatan untuk menstabilkan posisinya. Namun, pagar yang diduga telah rapuh atau mengalami kerusakan tersebut justru roboh, menyebabkan ia ikut terjatuh ke jurang yang sangat dalam.

Sosok Berdedikasi: Matthew Paton di Mata Rekan Sejawat

Kematian Matthew Paton tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi kepolisian di Australia. Paton bukanlah sosok sembarangan; ia merupakan seorang petugas polisi senior yang sangat dihormati di Kepolisian Victoria. Bergabung sejak tahun 2009, ia telah mengabdikan dirinya selama 16 tahun untuk melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.

Baca Juga

AIA Vitality Women’s 10K 2026: Menggerakkan Semangat Perempuan Melalui Ekosistem Lari yang Inklusif

AIA Vitality Women’s 10K 2026: Menggerakkan Semangat Perempuan Melalui Ekosistem Lari yang Inklusif

Ironisnya, bulan depan seharusnya menjadi tonggak sejarah baru dalam kariernya. Paton dijadwalkan akan segera dilantik untuk mengemban peran baru sebagai Senior Sersan. Komisaris Kepala Kepolisian Victoria, Mike Bush, mengenang almarhum sebagai sosok yang tanpa pamrih, memiliki selera humor yang hangat, dan sangat peduli terhadap kesejahteraan rekan-rekannya. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam struktur kepolisian tempatnya bernaung.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa perjalanan ke Peru adalah salah satu impian terbesar Paton. Baginya, keluarga adalah segalanya, dan perjalanan ini dimaksudkan untuk merayakan kehidupan bersama orang-orang terkasih. Kini, impian tersebut terkubur di lembah Andes yang sunyi, menyisakan duka yang tak terlukiskan bagi istri dan ketiga anaknya.

Baca Juga

Rahasia Dapur Profesional: 10 Teknik Menggoreng Pastel Agar Tetap Renyah, Bergelembung Cantik, dan Bebas Minyak

Rahasia Dapur Profesional: 10 Teknik Menggoreng Pastel Agar Tetap Renyah, Bergelembung Cantik, dan Bebas Minyak

Masalah Keamanan di Machu Picchu: Dilema Antara Ekonomi dan Konservasi

Insiden yang menimpa Paton kembali memicu perdebatan lama mengenai standar keselamatan di situs Machu Picchu. Sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru, situs ini menerima ribuan pengunjung setiap harinya. Tekanan dari industri pariwisata yang masif seringkali membuat pemeliharaan infrastruktur di jalur-jalur sulit terabaikan.

Pemerintah Peru saat ini tengah dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, pembangunan bandara baru dan peningkatan fasilitas pendukung sangat dibutuhkan untuk mendongkrak ekonomi lokal. Namun di sisi lain, konservasi alam dan jaminan keselamatan bagi para pendaki di Jalur Inca harus tetap menjadi prioritas utama. Rusaknya pagar pembatas di titik “50 Gradas” menjadi bukti nyata bahwa audit keselamatan secara berkala mutlak diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga

Resep Otentik Ayam Lodho Tulungagung: Perpaduan Sempurna Aroma Bakar dan Gurihnya Santan Pedas

Resep Otentik Ayam Lodho Tulungagung: Perpaduan Sempurna Aroma Bakar dan Gurihnya Santan Pedas

Pihak berwenang di Cusco kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola jalur pendakian. Jenazah korban sendiri telah dievakuasi dan dipindahkan ke kota terdekat untuk proses repatriasi ke Australia dengan bantuan konsuler dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Bukan Pertama Kali: Rekam Jejak Kecelakaan di Tebing Peru

Kisah pilu Matthew Paton menambah daftar panjang kecelakaan fatal yang melibatkan wisatawan asing di kawasan arkeologi Peru. Beberapa tahun sebelumnya, publik juga dikejutkan dengan kematian Oliver Park, seorang turis asal Jerman yang terjatuh dari tebing di Machu Picchu saat sedang mencoba mengambil foto selfie. Bedanya, dalam kasus Park, ia dilaporkan mengabaikan tanda peringatan dan masuk ke area terlarang demi mendapatkan sudut foto yang dramatis.

Perbedaan mencolok antara kasus Paton dan Park adalah pada penyebab jatuhnya. Jika Park terjatuh karena faktor kelalaian pribadi dalam mengambil risiko, kasus Paton justru menyoroti potensi kegagalan infrastruktur keamanan di jalur resmi. Hal ini tentu menjadi alarm bagi para pelancong yang berencana mendaki pegunungan Andes agar selalu waspada terhadap kondisi sekitar, meskipun berada di jalur yang dianggap aman oleh pemandu.

Tips Keselamatan Bagi Wisatawan yang Hendak Mendaki Jalur Inca

Bagi Anda yang merencanakan petualangan ke situs kuno suku Inca, sangat penting untuk memperhatikan beberapa aspek keselamatan agar perjalanan tidak berubah menjadi malapetaka. Jalur Inca bukanlah pendakian biasa; ia membutuhkan kesiapan fisik dan kewaspadaan mental yang tinggi.

  • Cek Kondisi Cuaca: Cuaca di Andes bisa berubah secara drastis. Hujan dapat membuat jalur kayu dan batu menjadi sangat licin.
  • Gunakan Pemandu Berlisensi: Pastikan Anda menggunakan jasa agen perjalanan yang memiliki reputasi baik dan memprioritaskan keamanan peralatan.
  • Jangan Terlalu Bertumpu pada Pagar: Seperti yang terlihat pada kasus Paton, infrastruktur luar ruangan bisa mengalami korosi atau pelapukan. Selalu jaga keseimbangan tubuh sendiri tanpa terlalu bergantung pada pagar pembatas.
  • Persiapan Fisik: Aklimatisasi terhadap ketinggian di Cusco sangat penting untuk menghindari pusing atau hilangnya keseimbangan akibat penyakit ketinggian (altitude sickness).
  • Patuhi Rambu: Jangan pernah melewati batas aman atau pagar pembatas hanya demi sebuah foto.

Tragedi yang menimpa Matthew Paton adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa alam memiliki kekuatannya sendiri yang harus dihormati. Kehilangan sosok pahlawan publik seperti Paton adalah kehilangan besar bagi banyak orang. Kini, doa dan dukungan mengalir dari Australia hingga Peru, berharap agar keadilan bagi korban ditegakkan melalui perbaikan fasilitas keamanan yang lebih mumpuni di masa depan.

Pemerintah Australia melalui juru bicaranya menyatakan belasungkawa terdalam dan berkomitmen untuk mendampingi keluarga selama masa sulit ini. Sembari menanti hasil investigasi final, komunitas pendaki gunung dunia diharapkan dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa ini: bahwa keselamatan adalah prioritas yang tak bisa ditawar, bahkan di tempat seindah Machu Picchu sekalipun.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *