Waspada Penipuan Digital! MenitIni Bongkar 6 Hoaks Bansos dan Program Pemerintah yang Meresahkan Sepekan Terakhir

Bagus Pratama | Menit Ini
18 Mei 2026, 22:51 WIB
Waspada Penipuan Digital! MenitIni Bongkar 6 Hoaks Bansos dan Program Pemerintah yang Meresahkan Sepekan Terakhir

MenitIni — Laju informasi di jagat maya saat ini layaknya pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan akses, namun di sisi lain menjadi ladang subur bagi penyebaran hoaks yang kian canggih. Sepanjang sepekan terakhir, tim riset kami memantau adanya gelombang disinformasi yang secara spesifik menyasar harapan masyarakat terhadap bantuan ekonomi. Para pelaku kejahatan siber nampaknya semakin lihai memanipulasi narasi, mencatut nama institusi besar hingga tokoh publik demi menjaring korban dalam skema penipuan digital yang sistematis.

Anatomi Hoaks: Mengapa Masyarakat Masih Terjebak?

Fenomena hoaks bukan sekadar salah ketik atau berita burung belaka. Saat ini, informasi bohong dirancang dengan psikologi yang matang, memanfaatkan urgensi kebutuhan ekonomi masyarakat. MenitIni mencatat bahwa sebagian besar hoaks yang beredar menggunakan umpan berupa “dana hibah”, “subsidi gratis”, hingga “peluang kerja” di instansi pemerintah. Hal ini menciptakan rasa percaya yang palsu, apalagi ketika disertai dengan embel-embel pendaftaran gratis dan proses cepat.

Baca Juga

Hati-Hati Tergiur Gaji Fantastis! Simak Kumpulan Hoaks Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia Terbaru

Hati-Hati Tergiur Gaji Fantastis! Simak Kumpulan Hoaks Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia Terbaru

Penyebaran yang masif di platform pesan instan dan media sosial membuat verifikasi informasi menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui penelusuran mendalam, kami merangkum enam daftar hoaks paling menonjol dalam sepekan terakhir agar Anda tidak menjadi korban berikutnya dari sindikat keamanan digital yang tidak bertanggung jawab.

1. Manipulasi Pendaftaran KUR Bank BRI Melalui Media Sosial

Salah satu modus yang paling marak adalah tawaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI yang disebarkan melalui akun-akun anonim di Facebook. Narasi yang dibangun sangat menggiurkan: proses cair hanya dalam 10-30 menit tanpa perlu datang ke kantor cabang. Modus ini meminta calon korban mengirimkan data sensitif seperti foto KTP, Kartu Keluarga, hingga foto buku tabungan melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga

Waspada Manipulasi AI! Hoaks Video Sri Mulyani Bagi-Bagi Rezeki Rp 60 Juta Catut Nama Menkeu

Waspada Manipulasi AI! Hoaks Video Sri Mulyani Bagi-Bagi Rezeki Rp 60 Juta Catut Nama Menkeu

Perlu ditegaskan bahwa perbankan resmi tidak pernah meminta dokumen pribadi melalui kanal tidak resmi seperti media sosial atau nomor pribadi. Ini adalah taktik phishing yang bertujuan mencuri identitas Anda untuk disalahgunakan dalam aktivitas pinjaman online ilegal atas nama Anda. Selalu pastikan untuk melakukan konfirmasi langsung ke kantor cabang atau kanal komunikasi resmi bank terkait.

2. Iming-iming Kupon Subsidi BBM Gratis 50 Liter dari Pertamina

Isu energi selalu menjadi topik yang sensitif dan mudah memicu reaksi publik. Sepekan ini, beredar tautan yang mengklaim Pertamina membagikan e-voucher BBM gratis sebanyak 50 liter sebagai bentuk subsidi dari Kementerian BUMN. Tautan tersebut mengarahkan pengguna ke situs dengan domain mencurigakan seperti voucher.pertamina.biz.id.

Baca Juga

Waspada Modus Penipuan Undian Berhadiah yang Mencatut Nama Bank Daerah, Simak Faktanya!

Waspada Modus Penipuan Undian Berhadiah yang Mencatut Nama Bank Daerah, Simak Faktanya!

Hasil verifikasi MenitIni menunjukkan bahwa tautan tersebut adalah palsu. Situs tersebut bukan merupakan domain resmi Pertamina. Modus seperti ini biasanya digunakan untuk mencuri data browser atau menyisipkan malware ke perangkat korban. Pertamina secara resmi selalu mengimbau masyarakat untuk hanya memantau informasi promo dan subsidi melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi pertamina.com.

3. Hoaks Dana Insentif Rp 2,1 Juta hingga Rp 7 Juta untuk Guru dan ASN

Para tenaga pendidik juga tak luput dari sasaran hoaks. Muncul sebuah unggahan yang mengeklaim adanya penyaluran bantuan insentif serentak untuk Guru ASN, Non-ASN, hingga Guru Honorer dengan nilai mencapai Rp 7 juta. Untuk mendapatkan dana tersebut, korban diminta mengisi formulir digital pada tautan daftar-sekarangwl2.d4fttar.one.

Baca Juga

Waspada Jebakan Batman! Deretan Hoaks Bantuan Lansia yang Mengincar Kelompok Rentan

Waspada Jebakan Batman! Deretan Hoaks Bantuan Lansia yang Mengincar Kelompok Rentan

Situs tersebut meminta informasi nomor Telegram, yang merupakan pintu masuk bagi penipu untuk meretas akun pesan singkat korban. Skema bantuan pemerintah untuk sektor pendidikan selalu melalui mekanisme resmi kementerian terkait dan disalurkan langsung ke rekening yang terdata di Dapodik, bukan melalui formulir terbuka di media sosial. Waspadalah terhadap setiap tautan yang meminta akses ke aplikasi komunikasi pribadi Anda.

4. Penipuan Link Pendaftaran Bansos BPNT dan PKH 2026

Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program primadona yang sering dicatut namanya. Hoaks terbaru mengeklaim bahwa pendaftaran periode 2026 telah dibuka dan bisa dilakukan secara daring melalui tautan x6.daftar-online.click. Narasi “gratis tanpa biaya admin” digunakan untuk menurunkan kewaspadaan masyarakat.

Baca Juga

Waspada Sebaran Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Mengguncang Publik di Pati

Waspada Sebaran Disinformasi: Menelusuri Jejak Hoaks yang Mengguncang Publik di Pati

Faktanya, pendaftaran bansos pemerintah dilakukan melalui sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial, biasanya melalui perangkat desa atau kelurahan setempat, atau melalui aplikasi resmi “Cek Bansos”. Penggunaan domain luar dan permintaan data pribadi di luar kanal resmi adalah indikasi kuat sebuah upaya penipuan.

5. Deepfake Video Mahfud MD Terkait Bantuan Modal dari Aset Koruptor

Teknologi kecerdasan buatan kini mulai digunakan untuk tujuan jahat. Beredar video yang memperlihatkan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, seolah-olah mengumumkan pembagian dana Rp 100 juta per orang yang berasal dari rampasan aset koruptor. Video ini sangat meyakinkan karena menggunakan teknik dubbing dan sinkronisasi bibir yang rapi.

Namun, setelah ditelaah oleh tim MenitIni, video tersebut adalah hasil rekayasa digital atau deepfake. Mahfud MD tidak pernah memberikan pernyataan mengenai pembagian aset koruptor secara langsung kepada individu melalui WhatsApp. Penipu sengaja mencatut nama tokoh yang dikenal berintegritas untuk memberikan rasa percaya palsu kepada calon korban. Ini adalah pengingat bahwa di era sekarang, video pun bisa dimanipulasi dengan mudah.

6. Tautan Palsu Pendaftaran CPNS Kemenhub 2026

Isu lowongan kerja selalu memiliki daya tarik tinggi. Di platform TikTok, beredar informasi bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membuka pendaftaran CPNS untuk tahun 2026 dengan syarat yang sangat longgar, termasuk untuk lulusan SMA. Pengguna diminta mengklik tautan yang ada di bio profil akun tersebut.

Kementerian Perhubungan telah berulang kali menegaskan bahwa seluruh proses seleksi ASN (CPNS dan PPPK) hanya dilakukan melalui satu pintu, yaitu portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN. Tidak ada pendaftaran yang dilakukan melalui tautan di bio media sosial atau aplikasi pihak ketiga lainnya. Hoaks jenis ini biasanya bertujuan untuk mengumpulkan data pelamar yang nantinya akan digunakan untuk aksi penipuan bermodus rekrutmen berbayar.

Cara Menghadapi Gempuran Hoaks di Era Digital

Setelah melihat berbagai pola di atas, penting bagi kita untuk selalu menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing”. Hoaks cenderung memiliki ciri khas: menggunakan kata-kata bombastis, mendesak (urgensi), dan meminta data pribadi yang sangat sensitif. Pastikan Anda selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah atau media terpercaya.

Jangan mudah tergiur dengan angka-angka nominal besar yang dijanjikan secara instan. Keamanan data pribadi Anda jauh lebih berharga daripada janji manis yang ditawarkan oleh para pelaku di balik layar ponsel. Tetaplah waspada dan jadilah pengguna internet yang cerdas bersama MenitIni.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *