Bangkit dari Keterpurukan: Kisah Heroik Donny M Taklukan Lintasan Borneo yang Ganas

Dewi Amalia | Menit Ini
11 Mei 2026, 06:52 WIB
Bangkit dari Keterpurukan: Kisah Heroik Donny M Taklukan Lintasan Borneo yang Ganas

MenitIni — Dunia balap reli bukan sekadar tentang adu cepat di atas lintasan berdebu atau kelihaian memutar kemudi di tikungan tajam. Lebih dari itu, reli adalah ujian mental tentang seberapa kuat seorang atlet mampu bangkit setelah terhempas oleh kegagalan teknis yang menyakitkan. Hal inilah yang baru saja dibuktikan oleh pereli berbakat, Donny M, dalam putaran kedua ajang seri rally gravel yang berlangsung di tanah Borneo yang menantang.

Perjalanan Donny dalam kompetisi kali ini ibarat sebuah drama di atas sirkuit. Sempat berada di titik nadir pada hari pertama kompetisi, pereli yang bernaung di bawah bendera DMO Pertamax Turbo Fin+ ini berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Setelah dinyatakan gagal finis atau Did Not Finish (DNF) pada etape awal, Donny justru tampil menggila di hari berikutnya dan sukses mengamankan podium kedua di kelas M1 yang sangat bergengsi.

Baca Juga

Inovasi Tanpa Batas, Toyota Pamerkan Transformasi Hilux Rangga untuk Berbagai Sektor Bisnis di GIICOMVEC 2026

Inovasi Tanpa Batas, Toyota Pamerkan Transformasi Hilux Rangga untuk Berbagai Sektor Bisnis di GIICOMVEC 2026

Bencana di SS4: Saat Subaru STI Menyerah pada Gravitasi

Lintasan Borneo dikenal memiliki karakter yang sangat teknikal dengan gundukan-gundukan tanah yang memaksa mobil untuk sering melayang di udara. Pada hari Sabtu yang seharusnya menjadi pembuka jalan menuju kemenangan, nasib buruk justru menghampiri Donny M. Saat memacu mobil Subaru STI miliknya dengan kecepatan tinggi di Special Stage (SS) 4, sebuah insiden mekanis terjadi tepat setelah mobil melakukan aksi jumping yang cukup ekstrem.

Benturan keras saat mendarat membuat sistem penggerak atau drivetrain pada mobilnya mengalami kerusakan serius. Suara gemeretak logam yang beradu menjadi pertanda bahwa perjuangan Donny di hari itu harus berakhir lebih cepat. Kekecewaan tentu menyelimuti seluruh anggota tim, mengingat performa Donny sejak SS1 sebenarnya sangat menjanjikan untuk bersaing di barisan depan kejuaraan reli tersebut.

Baca Juga

Jadwal Terlengkap Samsat Keliling Jadetabek Senin 4 Mei 2026: Cek Lokasi dan Persyaratan Terbaru Di Sini!

Jadwal Terlengkap Samsat Keliling Jadetabek Senin 4 Mei 2026: Cek Lokasi dan Persyaratan Terbaru Di Sini!

“Sabtu kemarin memang momen yang cukup berat bagi kami. Kurang beruntung karena Subaru STI mengalami kendala serius pada sektor drivetrain sewaktu melakukan jumping di SS4. Kami terpaksa DNF dan harus ditarik keluar dari lintasan,” ungkap Donny saat mengenang momen pahit tersebut dengan raut wajah yang tetap tenang.

Keajaiban Mekanik: Kerja Keras Tanpa Henti di Paddock

Namun, di balik keberhasilan seorang pembalap, selalu ada tim mekanik yang bekerja dalam sunyi. Begitu mobil ditarik kembali ke area servis, tim mekanik DMO Pertamax Turbo Fin+ langsung bergerak cepat. Mereka tidak membiarkan rasa lelah menghalangi semangat untuk mengembalikan mobil ke kondisi prima. Sepanjang malam, area paddock berubah menjadi bengkel tempur di mana setiap baut dan roda gigi diperiksa dengan ketelitian tinggi.

Baca Juga

Dominasi Maxi Series di Sumatera: Geliat Ekonomi ‘Emas Hijau’ Pacu Penjualan Yamaha pada 2026

Dominasi Maxi Series di Sumatera: Geliat Ekonomi ‘Emas Hijau’ Pacu Penjualan Yamaha pada 2026

Proses recovery mobil ini tergolong luar biasa karena kerusakan pada sektor gardan dan transmisi biasanya membutuhkan waktu perbaikan yang cukup lama. Namun, berkat dedikasi tim yang rela lembur hingga dini hari, Subaru STI tersebut seolah mendapatkan nyawa kedua. Mereka membongkar seluruh sistem penggerak, mengganti komponen yang rusak, dan melakukan kalibrasi ulang agar mobil siap bertarung di hari kedua.

“Tim mekanik kami benar-benar luar biasa. Mereka tidak menyerah meski waktu sangat terbatas. Mereka membongkar gardan, mengecek ulang seluruh sistem secara mendalam, dan memastikan semuanya kembali presisi. Ini adalah bukti nyata bahwa mental juara tidak hanya dimiliki oleh pembalap, tapi juga seluruh kru di belakang layar,” puji Donny terhadap kerja keras timnya.

Baca Juga

Dominasi Baru di Aspal Listrik: Xiaomi SU7 Tembus 80 Ribu Pesanan, Bukti Nyata Ancaman Bagi Tesla dan BYD

Dominasi Baru di Aspal Listrik: Xiaomi SU7 Tembus 80 Ribu Pesanan, Bukti Nyata Ancaman Bagi Tesla dan BYD

Strategi Baru di Hari Kedua: Menemukan Ritme di Atas Debu

Memasuki hari Minggu, Donny M dan sang navigator setianya, Pramurahardjo, menyadari bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan murni. Belajar dari kegagalan di hari pertama, mereka memutuskan untuk mengubah pendekatan strategi balap mereka secara total. Jika sebelumnya mereka tampil sangat agresif sejak bendera start dikibarkan, kali ini aspek kesabaran dan ketenangan menjadi kunci utama.

Donny mengungkapkan bahwa pada SS1 dan SS2 di hari kedua, ia sengaja tidak langsung menekan gas secara penuh. Ia lebih memilih untuk melakukan recovery feeling, merasakan kembali grip ban di atas permukaan lintasan gravel Borneo yang licin, serta mendengarkan dengan seksama setiap suara yang keluar dari mesin dan kaki-kaki mobilnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan semalam benar-benar sempurna.

Baca Juga

Gagah Melantai di GIICOMVEC 2026, Isuzu D-Max Rodeo Jadi Standar Baru Kendaraan Operasional Off-Road

Gagah Melantai di GIICOMVEC 2026, Isuzu D-Max Rodeo Jadi Standar Baru Kendaraan Operasional Off-Road

Selain itu, evaluasi mendalam juga dilakukan melalui rekaman video on-board dari hari sebelumnya. Donny dan Pramurahardjo melakukan revisi besar-besaran pada pace note atau catatan navigasi mereka. Titik-titik di mana mobil berisiko mengalami benturan keras ditandai ulang agar mereka bisa melintas dengan lebih efisien tanpa mengorbankan durabilitas mobil.

Podium P2: Manisnya Buah dari Konsistensi

Strategi cerdas tersebut berbuah manis. Seiring berjalannya waktu di hari kedua, kepercayaan diri Donny terus meningkat. Dari SS ke SS, catatan waktunya semakin tajam namun tetap dalam kontrol yang terjaga. Mobil Subaru STI yang dikendarainya tampil kompetitif tanpa kendala teknis berarti, memungkinkannya untuk terus merangsek naik dalam perolehan waktu keseluruhan di kelas M1.

Hasil akhirnya pun membanggakan. Donny M berhasil menuntaskan balapan hingga garis finis dan mengamankan posisi kedua (P2) di podium. Sebuah pencapaian yang terasa sangat emosional mengingat beberapa jam sebelumnya mereka bahkan tidak yakin bisa melanjutkan balapan. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa Subaru STI miliknya masih menjadi ancaman serius bagi kompetitor lain di kancah balapan mobil tanah air.

“Ini adalah bukti kuatnya mentalitas tim kami. Sekali jatuh, kami tidak boleh terus terpuruk. Besoknya kami harus langsung bangkit dan memberikan yang terbaik. Hasil P2 ini kami persembahkan untuk semua yang sudah bekerja keras di belakang mobil ini,” kata Donny dengan penuh syukur.

Sinergi Sponsor: Lebih dari Sekadar Logo di Bodi Mobil

Keberhasilan Donny bangkit dari kegagalan juga tidak lepas dari dukungan moral dan finansial yang kokoh dari para mitra strategis. Nama-nama besar seperti Pertamina melalui produk unggulannya, Pertamax Turbo, serta dukungan dari Fin+ dan Rocket Racing Bali, memainkan peran krusial dalam perjalanan tim ini di Borneo.

Donny menekankan bahwa hubungan antara pembalap dan sponsor dalam timnya bukan sekadar hubungan bisnis formal. Para sponsor tersebut menunjukkan komitmen yang luar biasa, bahkan saat tim sedang berada dalam kondisi sulit akibat DNF di hari pertama. Alih-alih memberikan tekanan, para pendukung ini justru memberikan semangat tambahan agar tim tetap memiliki daya juang di hari kedua.

“Sponsor bagi kami bukan hanya tempelan logo di bodi mobil. Mereka benar-benar memberikan fighting chance. Saat kami gagal di hari Sabtu, mereka justru mendorong kami untuk bangkit lebih kencang di hari Minggu. Dukungan semacam inilah yang membuat kami merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk memberikan hasil maksimal,” tuturnya.

Sisi Lain Lintasan: Nasib Sial Aldio Oekon

Namun, kerasnya lintasan Borneo tidak selalu berakhir dengan cerita manis. Di saat Donny M merayakan kebangkitannya, pereli lain, Aldio Oekon, harus menelan pil pahit. Berduet dengan navigator Respati Adhi, Aldio yang mengandalkan Hyundai i20 N Rally2 harus mengakhiri lomba lebih awal akibat insiden kecelakaan yang cukup parah.

Kejadian yang dialami Aldio menjadi pengingat betapa berbahayanya olahraga otomotif Indonesia jenis reli ini. Meskipun sudah mencatat setiap detail rintangan dalam pace note, kondisi lintasan gravel yang dinamis bisa berubah sewaktu-waktu akibat dilalui oleh puluhan mobil sebelumnya. Aldio mengalami benturan keras pada kecepatan tinggi yang mengakibatkan setir mobilnya terkunci secara permanen, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan balapan.

“Inilah risiko nyata dari reli gravel. Kami sudah sangat waspada dan mencatat peringatan di catatan navigasi, tapi posisi rintangan atau lubang bisa berubah secara tak terduga. Benturannya sangat keras hingga sistem kemudi mengalami lock. Sangat mengecewakan, tapi inilah realita di lintasan balap,” ujar Aldio dengan nada getir.

Kesimpulan: Mentalitas Sebagai Pembeda

Pertarungan di Borneo kali ini memberikan pelajaran berharga bagi seluruh pecinta otomotif. Bahwa di balik kemilau trofi dan selebrasi di atas podium, terdapat narasi tentang kegigihan, kerja keras mekanik, strategi yang matang, dan dukungan yang tulus. Donny M telah menunjukkan bahwa dalam reli, kegagalan di hari pertama bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita kebangkitan yang lebih hebat.

Dengan berakhirnya seri kedua ini, persaingan di kelas M1 dipastikan akan semakin memanas pada seri-seri berikutnya. Donny M dan tim DMO Pertamax Turbo Fin+ kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, membawa bekal mentalitas petarung yang sudah teruji oleh kerasnya alam dan teknis lintasan Borneo.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *