Barcelona Selangkah Lagi Menuju Takhta Juara: Drama Tiga Gol di El Sadar Bungkam Osasuna
MenitIni — Ketegangan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga, semakin mendekati titik didihnya. Barcelona, raksasa Catalan yang tengah on-fire, baru saja melewati salah satu ujian terberat mereka musim ini di Stadion El Sadar. Dalam laga pekan ke-34 Liga Spanyol musim 2025/2026 yang berlangsung Minggu dini hari (3/5/2026) WIB, Blaugrana berhasil mencuri poin penuh lewat kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Osasuna. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka, melainkan pernyataan tegas bahwa mahkota juara sudah berada di depan mata.
Pertarungan Taktis di El Sadar
Laga ini sejak awal diprediksi tidak akan berjalan mudah bagi anak asuh Hansi Flick. Osasuna, yang bermain di hadapan pendukung fanatiknya, dikenal memiliki pertahanan gerendel yang sangat sulit ditembus. Benar saja, sepanjang 80 menit pertama, Barcelona dipaksa bekerja ekstra keras untuk membongkar barisan belakang yang digalang oleh Alejandro Catena dan kawan-kawan. Dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas Barcelona seolah membentur tembok kokoh setiap kali mendekati kotak penalti lawan.
Raphinha Meledak! Tuding Wasit Jadi Biang Keladi Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions
Tim tamu sebenarnya hampir saja memberikan kejutan kilat di awal babak pertama. Kerja sama apik di lini tengah yang dimotori oleh Pedri berhasil melepaskan umpan terukur kepada Dani Olmo. Namun, penyelesaian akhir pemain timnas Spanyol tersebut masih belum menemui sasaran dan hanya menggetarkan sisi jaring gawang Sergio Herrera. Peluang demi peluang terus tercipta, termasuk melalui kaki Robert Lewandowski di menit ke-10, tetapi dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada kubu Catalan hingga jeda turun minum.
Dominasi Tanpa Gol di Paruh Pertama
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan semakin meningkat. Hansi Flick menginstruksikan para pemainnya untuk lebih berani melakukan penetrasi dari sektor sayap. Roony Bardghji, talenta muda yang tengah naik daun, beberapa kali merepotkan Javi Galan di sisi kanan pertahanan Osasuna. Pada menit ke-22, Bardghji melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang memaksa Sergio Herrera melakukan penyelamatan gemilang.
Piala AFF Futsal 2026: Pelatih Vietnam Sebut Timnas Indonesia Kekuatan Terbaik di Asia Tenggara
Namun, Osasuna tidak tinggal diam. Tim besutan Alessio Lisci ini menunjukkan mengapa mereka menjadi tim yang sangat berbahaya melalui skema serangan balik. Striker andalan mereka, Ante Budimir, hampir saja membungkam pendukung tamu ketika sundulannya membentur tiang gawang. Joan Garcia, kiper muda Barca yang menggantikan posisi Marc-Andre ter Stegen, harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya agar tetap perawan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Drama Menit-Menit Akhir yang Menentukan
Kebuntuan yang tampak akan berakhir dengan skor kacamata akhirnya pecah di babak kedua. Barcelona yang tidak kenal lelah menyerang akhirnya memanen hasil pada menit ke-81. Berawal dari pergerakan cerdik Marcus Rashford di sisi kiri, pemain asal Inggris tersebut melepaskan umpan silang akurat yang langsung disambut oleh tandukan mematikan Robert Lewandowski. Gol ini disambut teriakan histeris dari bangku cadangan Barca, menandai runtuhnya pertahanan Osasuna yang begitu disiplin sepanjang laga.
Juventus Bidik Angelo Stiller: Permata Jerman Rekomendasi Toni Kroos yang Jadi Rebutan Raksasa Eropa
Belum sempat Osasuna menata ulang mental mereka, Barcelona kembali memukul lewat gol kedua hanya berselang lima menit kemudian. Kali ini giliran Ferran Torres yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-86. Memanfaatkan operan pendek yang sangat presisi dari Fermin Lopez, Torres dengan tenang melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang yang tidak mampu dijangkau Herrera. Skor 2-0 seolah telah mengunci kemenangan tim tamu.
Perlawanan Gigih Osasuna dan Akhir Laga
Namun, sepak bola Spanyol selalu punya kejutan hingga detik terakhir. Osasuna menolak untuk menyerah begitu saja. Di menit ke-88, Raul Garcia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan kelengahan di lini pertahanan Barca yang mulai merayakan kemenangan lebih awal. Gol tersebut membuat sisa waktu pertandingan di masa injury time menjadi sangat emosional dan penuh tekanan.
Marc Marquez Tak Terbendung di Jerez: Bangkit dari Jatuh, Menang di Hujan, dan Ancam Puncak Klasemen MotoGP 2026
Osasuna mencoba mengirimkan semua pemainnya ke depan, termasuk sang kiper dalam situasi bola mati terakhir. Namun, pengalaman dan ketenangan Pau Cubarsi di lini belakang berhasil menyapu semua ancaman yang datang. Saat peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Barcelona. Sebuah kemenangan yang diraih dengan keringat dan perjuangan tanpa henti di El Sadar.
Jalan Lapang Menuju Gelar Juara
Dengan hasil positif di markas Osasuna ini, Barcelona kini mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dengan raihan 88 poin dari 34 pertandingan. Mereka kini unggul jauh 13 poin dari rival abadi mereka, Real Madrid, yang berada di posisi kedua. Secara matematis, Barca hanya tinggal menunggu waktu untuk dinobatkan sebagai kampiun La Liga musim 2025/2026.
Revolusi Skuad Mikel Arteta: 5 Bintang Arsenal yang Berpotensi Angkat Kaki dari Emirates Stadium
Skenario juara bahkan bisa terjadi lebih cepat. Seluruh mata kini tertuju pada laga antara Espanyol vs Real Madrid. Jika El Real gagal memetik kemenangan dalam pertandingan tersebut, maka secara otomatis poin Barcelona sudah tidak mungkin lagi terkejar, dan pesta juara akan segera pecah di jalanan Las Ramblas, Barcelona. Sementara itu, bagi Osasuna, kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di posisi ke-10 klasemen dengan koleksi 42 poin.
Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut adalah daftar pemain yang turun dalam laga krusial ini:
- Osasuna (4-2-3-1): Sergio Herrera; Javi Galan, Alejandro Catena, Enzo Boyomo, Valentin Rosier; Lucas Torro, Jon Moncayola; Raul Moro, Moi Gomez, Ruben Garcia; Ante Budimir.
Pelatih: Alessio Lisci - Barcelona (4-2-3-1): Joan Garcia; Joao Cancelo, Gerard Martin, Pau Cubarsi, Eric Garcia; Pedri, Gavi; Fermin Lopez, Dani Olmo, Roony Bardghji; Robert Lewandowski.
Pelatih: Hansi Flick
Kemenangan ini membuktikan betapa kedalaman skuad yang dimiliki Hansi Flick menjadi kunci sukses musim ini. Meskipun beberapa pemain kunci mengalami kelelahan, rotasi yang dilakukan tetap mampu menjaga kualitas permainan tim di level tertinggi. Bagi para fans Blaugrana, gelar juara kini bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang tinggal menunggu hitungan jam atau hari saja.