Misi Kebangkitan Garuda Asia: Kurniawan Dwi Yulianto Siapkan Amunisi Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026
MenitIni — Langkah besar tengah disiapkan oleh jajaran kepelatihan Timnas Indonesia U-17 guna menyongsong gelaran bergengsi Piala Asia U-17 2026. Menyadari ketatnya persaingan di level kontinental, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengonfirmasi akan melakukan perombakan signifikan dalam komposisi skuad Garuda Asia demi tampil lebih kompetitif.
Kegagalan melaju lebih jauh di ajang Piala AFF U-17 2026 baru-baru ini menjadi pelecut utama bagi tim kepelatihan untuk berbenah. Meski berstatus sebagai tuan rumah, langkah Indonesia harus terhenti prematur di babak grup setelah hanya mampu mengoleksi empat poin dari tiga laga. Kini, fokus sepenuhnya dialihkan untuk mematangkan tim sebelum terbang ke Arab Saudi pada Mei mendatang.
“Untuk Piala Asia U-17 2026, kami hanya akan membawa 23 pemain terbaik. Saat ini ada sekitar 50 nama dalam daftar besar yang sudah didaftarkan. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan melakukan evaluasi total terhadap pemain yang ada saat ini,” ungkap Kurniawan saat ditemui pada Minggu (19/4/2026).
Berburu Nakhoda Baru: Julian Nagelsmann Masuk Radar Chelsea di Tengah Krisis Kursi Pelatih Stamford Bridge
Suntikan Tenaga Baru dari Jalur Diaspora
Salah satu strategi utama untuk mendongkrak kualitas tim adalah dengan memanggil pemain keturunan yang berkarier di kompetisi luar negeri. Kurniawan membocorkan tiga nama pemain diaspora yang dipastikan akan bergabung dan memberikan warna baru dalam permainan Timnas U-17.
Ketiga pemain tersebut adalah Matthew Baker yang kini memperkuat Melbourne City di Australia, Noha Pohan Simangunsong dari klub Belanda NAC Breda, serta Mike Rajasa, penjaga gawang potensial yang tengah menimba ilmu di FC Utrecht, Belanda. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkokoh kedalaman skuad di berbagai lini.
“InsyaAllah, akan ada tambahan tiga pemain baru untuk Piala Asia nanti. Ada Matthew Baker, Noha, dan Mike di posisi kiper. Kami benar-benar akan menyeleksi ketat siapa saja 23 pemain yang paling siap untuk bertarung di level Asia,” tegas legenda sepak bola Indonesia tersebut.
Milan vs Juventus: Duel Taktis Tanpa Gol di San Siro, Pertarungan Sengit Memperebutkan Zona Liga Champions
Evaluasi Taktik dari Piala AFF
Kurniawan menjelaskan bahwa penampilan Garuda Asia di Piala AFF U-17 kemarin sejatinya merupakan bagian dari simulasi strategi. Sebagai contoh, pada laga terakhir melawan Vietnam, Indonesia sengaja menerapkan formasi bertahan yang disiplin sembari mengandalkan serangan balik cepat.
Pendekatan pragmatis tersebut sengaja dilakukan sebagai uji coba menghadapi lawan-lawan tangguh di kancah Asia yang secara postur dan teknik mungkin lebih unggul. Meski hasil imbang tanpa gol kontra Vietnam belum memuaskan secara skor, tim kepelatihan mendapatkan data berharga mengenai ketahanan fisik dan kedisiplinan posisi para pemainnya.
Piala Asia U-17 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 22 Mei 2026. Dengan sisa waktu yang ada, Timnas Indonesia U-17 diharapkan mampu mencapai puncak performa dan memberikan kejutan di tanah Arab.
Mengejar Mimpi ke Amerika: DBL Camp 2026 Cetak Sejarah Baru dengan Teknologi Sport Science Tercanggih