Bojan Hodak Akui BRI Super League 2025/2026 Paling Menguras Energi: Gelar Juara Bisa Ditentukan di Pekan Terakhir
MenitIni — Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka mengakui bahwa panggung persaingan BRI Super League musim 2025/2026 jauh lebih menguras energi dan pikiran dibandingkan tiga edisi sebelumnya. Intensitas kompetisi yang semakin tinggi membuat peta perebutan takhta juara menjadi sulit diprediksi hingga detik-detik terakhir.
Saat ini, Persib Bandung memang masih menyandang status sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara. Tim berjuluk Pangeran Biru tersebut bertengger di puncak klasemen sementara dengan koleksi 64 poin dari 27 pertandingan yang telah dilakoni. Namun, posisi ini sama sekali belum aman bagi pasukan Bojan Hodak.
Persaingan Sengit yang Melampaui Musim-Musim Sebelumnya
Hanya berselisih satu angka, Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua dengan 63 poin. Sementara itu, rival abadi mereka, Persija Jakarta, tetap mengintai di peringkat ketiga dengan raihan 58 poin. Meskipun kedua tim pesaing tersebut sudah memainkan satu laga lebih banyak, margin poin yang sangat tipis membuat tekanan berada di pundak Persib.
Update Klasemen Liga Inggris: Manchester United Kokoh di Tiga Besar Usai Bungkam Brentford
Menariknya, jika kita membandingkan dengan data statistik beberapa musim terakhir, raihan poin Persib saat ini seharusnya sudah bisa membuat mereka bernapas lega. Sebagai kilas balik, pada musim lalu saja, Maung Bandung berhasil mengunci gelar juara dengan total 69 poin, di mana pesaing terdekat mereka, Dewa United FC, tertinggal jauh di angka 61 poin.
Kondisi serupa juga terlihat pada musim 2024/2025, di mana Borneo FC memimpin fase reguler dengan selisih delapan angka dari Persib. Bahkan pada musim 2022/2023, dominasi PSM Makassar relatif lebih stabil dibandingkan dinamika musim ini yang sangat fluktuatif.
Bojan Hodak: Ini Musim Tersulit
“Saya rasa ini adalah musim tersulit dari tiga musim terakhir yang saya jalani,” ujar Bojan Hodak dalam sesi jumpa pers menjelang laga krusial melawan Dewa United Banten FC. Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut menilai bahwa ketatnya poin di papan atas menunjukkan kualitas liga yang semakin merata.
Misi Penebusan Les Rouges: Profil Timnas Kanada Menuju Panggung Piala Dunia 2026
Meskipun penuh tekanan, Hodak melihat fenomena ini sebagai angin segar bagi industri sepak bola Indonesia. Menurutnya, drama perebutan gelar yang melibatkan banyak tim hingga pekan-pekan akhir akan meningkatkan nilai jual kompetisi, baik dari sisi hiburan bagi suporter maupun dari aspek komersial dan pemasaran.
Penentuan Juara di Garis Finis
Dengan sisa sekitar 6 hingga 7 pertandingan lagi, masih ada potensi 18 sampai 21 poin yang diperebutkan. Hodak menyadari sepenuhnya bahwa situasi bisa berbalik dalam sekejap jika anak asuhnya kehilangan fokus. Kemenangan Borneo FC dan Persija pada pekan ini menjadi alarm keras bagi Persib Bandung untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun.
“Kita memang memiliki sedikit keuntungan posisi saat ini, tetapi saya rasa semuanya masih bisa berubah hingga pertandingan terakhir. Motivasi kami sangat besar, namun kami harus tetap membumi karena penentuan juara bisa saja baru terjadi di hari terakhir liga,” tutup Hodak dengan nada waspada.
Sugiono Muncul Sebagai Kandidat Kuat Pengganti Prabowo di PB IPSI, Begini Respon Sang Menlu
Bagi para penggemar setia, drama klasemen liga musim ini dipastikan akan menyuguhkan ketegangan yang luar biasa hingga peluit panjang tanda berakhirnya kompetisi dibunyikan.