Polemik Krisis Gaji PSBS Biak: Erick Thohir Dorong Penyelesaian Melalui Jalur NDRC dan Operator Liga
MenitIni — Badai finansial yang menerpa klub PSBS Biak kini menjadi sorotan tajam di kancah sepak bola nasional. Menanggapi situasi pelik tersebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya angkat bicara dan memberikan arahan mengenai mekanisme penyelesaian sengketa antara pemain dan manajemen klub.
Jeritan Pemain di Balik Layar Hijau
Kabar mengenai kondisi internal PSBS Biak mencuat ke publik setelah para pemain secara serentak mengunggah surat terbuka melalui media sosial pada Rabu (15/4). Sejumlah nama pilar seperti Kadu, Ruyery Blanco, Mohcine Nader, hingga Pablo Andrade tak lagi mampu membendung keresahan mereka. Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa hak-hak dasar mereka sebagai atlet profesional telah terabaikan selama hampir tiga bulan.
Dilema Kapten Real Madrid: Belajar dari Kasus Modric, Dani Carvajal Kini Jadi Simbol Kepemimpinan yang Tak Tergantikan
Krisis ini bukan sekadar soal angka di atas kertas. Dampak yang dirasakan para pemain sudah menyentuh aspek kebutuhan hidup dasar. Laporan menyebutkan bahwa pasokan air minum pasca-latihan sering kali nihil, ketersediaan konsumsi bagi pemain lokal terhenti, bahkan kendaraan operasional tim pun ditarik kembali. Situasi semakin mencekam bagi pemain asing yang mulai menerima peringatan pengosongan tempat tinggal akibat sewa yang tak kunjung dibayar.
Respons Tegas Erick Thohir: Ikuti Mekanisme Hukum
Menanggapi krisis sepak bola yang dialami tim berjuluk Badai Pasifik tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa federasi telah menyiapkan instrumen hukum untuk menangani kasus semacam ini. Ia mengarahkan agar persoalan ini diselesaikan melalui operator kompetisi dan badan arbitrase resmi.
Menuju Puncak Musim: Jadwal Lengkap Liga Italia Serie A 17-21 April 2026, Inter dan Juve Siap Tempur
“Sebenarnya dalam ekosistem persepakbolaan kita, penyelenggara liga sudah memiliki mekanismenya sendiri. PSSI pun telah menyediakan payung hukum yang kuat melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC),” ujar Erick Thohir saat ditemui di Jakarta pada Jumat (17/4).
Sebagai informasi, NDRC Indonesia merupakan badan arbitrase independen yang diakui oleh FIFA. Badan ini dibentuk khusus untuk memediasi serta memutus sengketa antara klub, pemain, dan pelatih, terutama yang berkaitan dengan tunggakan gaji atau pemutusan kontrak sepihak.
Penguatan Club Licensing dan Perlindungan Pemain
Lebih lanjut, Erick Thohir menekankan pentingnya peran operator liga dalam mengawasi stabilitas finansial setiap klub peserta. Menurutnya, operator memiliki kewenangan penuh untuk melakukan supervisi terhadap manajemen klub agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk dalam hal kesejahteraan pemain.
Kebangkitan Macan Kemayoran: Persija Jakarta Lumat Persebaya Surabaya di Gelora Bung Karno
Ia juga menyinggung pentingnya mekanisme club licensing sebagai instrumen filtrasi agar klub-klub yang berkompetisi benar-benar memiliki kesehatan finansial yang mumpuni. Meski memberikan ruang luas bagi I.League untuk bertindak, Erick memastikan bahwa PSSI akan terus memantau perkembangan kasus ini agar tidak ada pihak yang dirugikan secara berkepanjangan.
Hingga saat ini, publik sepak bola tanah air masih menanti langkah nyata dari manajemen PSBS Biak untuk segera melunasi kewajibannya. Kasus ini menjadi alarm bagi tata kelola klub profesional di Indonesia agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mencederai integritas kompetisi.