Waspada Deepfake! MenitIni Bongkar Sederet Hoaks AI yang Mencatut Nama Wapres Gibran
MenitIni — Di era digital yang kian canggih, wajah dan suara pejabat publik bukan lagi jaminan mutlak keaslian sebuah informasi. Belakangan ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kerap menjadi sasaran empuk para produsen berita hoaks yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari janji bantuan dana hingga iming-iming barang mewah dengan harga tak masuk akal.
Manipulasi Digital yang Kian Halus
Teknologi teknologi AI kini menjadi pedang bermata dua. Di tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, teknologi ini digunakan untuk menciptakan video deepfake yang mampu menirukan gestur dan suara tokoh publik secara presisi. Tim MenitIni merangkum beberapa kasus menonjol yang sempat menghebohkan jagat maya dan mengecoh banyak pengguna media sosial.
Waspada Penipuan! Deretan Hoaks yang Mencatut Nama Dedi Mulyadi, dari Motor Murah hingga Giveaway Fiktif
1. Modus Motor Murah Rp 600 Ribu
Salah satu narasi menyesatkan yang viral di Facebook mengeklaim bahwa Wapres Gibran mengumumkan program tebus murah sepeda motor hanya seharga Rp 600 ribu. Video tersebut bahkan mencatut nama pesohor Raffi Ahmad dan toko daring milik istrinya untuk meyakinkan korban. Faktanya, video itu adalah hasil rekayasa suara yang ditempelkan pada cuplikan visual Gibran saat sedang memberikan keterangan pers di momen yang berbeda.
Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap akun yang meminta nomor WhatsApp dengan dalih pendaftaran promo motor murah tersebut, karena merupakan bentuk penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi atau dana masyarakat.
2. Janji Bantuan Dana Ramadan Rp 25 Juta
Menjelang momen hari besar, hoaks biasanya meningkat drastis. Salah satu video yang beredar memperlihatkan sosok Gibran seolah-olah menjanjikan bantuan dana spesial Ramadan sebesar Rp 25 juta bagi mereka yang membutuhkan biaya sekolah hingga modal usaha. Narasi ini dibungkus dengan perintah untuk melakukan like, share, dan memberikan komentar asal kota domisili.
Waspada Penipuan! Inilah Deretan Hoaks yang Mencatut Nama Mahfud MD di Media Sosial
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut adalah manipulasi. Visual Gibran diambil dari potongan video lama yang tidak ada kaitannya dengan pembagian uang tunai. Modus ini sering digunakan untuk meningkatkan engagement akun bodong atau sebagai gerbang awal skema penipuan digital.
3. Hoaks Bansos Tunai Rp 40 Juta
Tak berhenti di situ, narasi mengenai bantuan sosial (bansos) tunai senilai Rp 40 juta juga sempat beredar luas. Dalam video hasil rekayasa AI tersebut, Gibran seolah mengajak rakyat yang belum pernah menerima bansos untuk segera mendaftar dengan menekan tombol suka dan panah (share).
Perlu ditegaskan bahwa pemberian bantuan pemerintah selalu melalui jalur resmi kementerian terkait dan tidak pernah dilakukan melalui ajakan interaksi acak di media sosial oleh pejabat negara secara pribadi. Narasi ini murni merupakan upaya manipulasi publik yang memanfaatkan harapan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.
Mengupas Sederet Disinformasi yang Menyerang Menteri Bahlil Lahadalia: Dari Denda Kulkas hingga Token Listrik
Cara Mengenali Video Deepfake
Sebagai pembaca yang cerdas, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk mendeteksi cek fakta secara mandiri:
- Perhatikan sinkronisasi bibir dengan suara; biasanya pada video AI terdapat jeda yang terasa tidak alami.
- Cek keaslian akun; pejabat negara umumnya menggunakan akun terverifikasi (centang biru).
- Selalu verifikasi informasi melalui kanal berita resmi pemerintah atau media terpercaya.
MenitIni mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh janji-janji manis yang beredar di platform sosial. Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan ruang digital kita dari polusi informasi yang menyesatkan.