Drama di Levi’s Stadium: Aljazair Comeback Gemilang, Mimpi Yordania di Piala Dunia 2026 Terhenti
MenitIni — Intensitas tinggi menyelimuti Levi’s Stadium, California, saat dua kekuatan besar dari wilayah berbeda bertemu dalam laga hidup mati Grup J Piala Dunia 2026. Yordania, yang datang dengan ambisi besar mencatatkan sejarah, harus menerima kenyataan pahit setelah keunggulan mereka sirna di tangan Aljazair. Skor akhir 1-2 menjadi penanda berakhirnya petualangan The Chivalrous di panggung sepak bola paling bergengsi sejagat raya tersebut.
Kekalahan ini menjadi pil pahit kedua bagi Yordania setelah sebelumnya mereka juga dipaksa menyerah oleh Austria pada laga pembuka. Tanpa satu pun poin dari dua pertandingan, anak asuh Hussein Ammouta dipastikan tersisih dari persaingan menuju babak 32 besar. Sebaliknya, kemenangan dramatis ini menghidupkan kembali asa Timnas Aljazair untuk terus melangkah jauh di turnamen ini.
Keajaiban Istanbul: Unai Emery Bawa Aston Villa Akhiri Puasa Gelar 44 Tahun dan Segel Sejarah Abadi
Babak Pertama: Keunggulan Mengejutkan Yordania
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer stadion terasa begitu elektrik. Yordania menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke Amerika Serikat hanya untuk menjadi penggembira. Di menit pertama, mereka langsung menggebrak lewat sundulan tajam Nasir yang memanfaatkan umpan silang akurat, meski bola masih menyamping tipis di sisi gawang. Sepak bola internasional kembali menunjukkan betapa dinamisnya alur pertandingan di level tertinggi.
Aljazair mencoba merespons melalui aksi Amine Gouiri. Penyerang lincah ini berkali-kali merepotkan lini belakang Yordania dengan pergerakan eksplosifnya, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat peluang emas tersebut terbuang percuma. Di sisi lain, Luca Zidane yang mengawal gawang Aljazair harus bekerja ekstra keras. Pada menit ke-11, ia melakukan penyelamatan heroik dengan menepis tendangan keras Musa Al Taamari yang mengarah tepat ke sudut gawang.
El Clasico 2026: Misi Barcelona Segel Gelar Juara La Liga di Hadapan Real Madrid
Keresahan mulai tampak di wajah pemain Aljazair saat bintang mereka, Riyad Mahrez, gagal mengonversi peluang emas di menit ke-21. Setelah berhasil lolos dari jebakan offside, eks pemain Manchester City itu kehilangan kontrol bola di momen krusial, memungkinkan barisan pertahanan Yordania menyapu bersih ancaman tersebut. Kegagalan ini harus dibayar mahal tak lama kemudian.
Pada menit ke-36, kebuntuan akhirnya pecah. Nizar Al Rashdan melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Meskipun Luca Zidane sempat menyentuh bola, derasnya laju si kulit bundar tak terbendung dan bersarang di pojok gawang Aljazair. Sorak-sorai pendukung Yordania membahana, skor 1-0 bertahan hingga jeda antarparuh waktu, memberikan harapan besar bagi wakil Asia tersebut.
Misi Besar Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Mengubur Narasi Politik dalam Duel Kontra Iran
Perubahan Taktis di Ruang Ganti
Memasuki babak kedua, pelatih Aljazair menyadari bahwa kreativitas di lini tengah menjadi masalah utama. Keputusan berani diambil dengan memasukkan Nabil Bentaleb untuk menggantikan Ramiz Zerrouki. Kehadiran Bentaleb terbukti menjadi katalisator perubahan permainan Aljazair yang lebih terorganisir dan menekan. Analisis taktik ini menjadi kunci keberhasilan mereka membalikkan keadaan.
Ibrahim Maza hampir menyamakan kedudukan di menit ke-54, namun kiper Yordania, Yazeed Abulaila, tampil gemilang di bawah mistar. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh tim berjuluk Desert Warriors tersebut. Mereka mendominasi penguasaan bola dan memaksa pemain Yordania untuk bertahan lebih dalam di area pertahanan sendiri.
Momen Comeback: Sundulan Bentaleb dan Gol Kemenangan Gouiri
Kesabaran Aljazair akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan sempurna oleh Riyad Mahrez, Nabil Bentaleb melompat paling tinggi untuk menyambut bola. Sundulannya yang tajam meluncur deras ke dalam gawang tanpa mampu diantisipasi oleh Abulaila. Kedudukan imbang 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas.
Dominasi Global PSG: Menakar Peluang Luis Enrique Menjadi Legenda Abadi di Liga Champions
Yordania sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk kembali unggul hanya tiga menit setelah gol penyama kedudukan. Mahmoud Al Mardi melepaskan tembakan melengkung yang sangat berbahaya, namun lagi-lagi Luca Zidane menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang kelas dunia dengan tepisan yang krusial. Kegagalan Yordania memanfaatkan momentum ini menjadi titik balik sesungguhnya dalam laga ini.
Drama memuncak di menit ke-82. Aljazair berhasil membalikkan keadaan melalui gol Amine Gouiri yang memanfaatkan bola liar hasil kemelut di depan gawang pasca sepak pojok. Seisi stadion sempat terdiam saat wasit memutuskan untuk meninjau Video Assistant Referee (VAR) karena adanya dugaan offside. Setelah beberapa menit yang penuh ketegangan, wasit akhirnya menunjuk titik tengah dan mengesahkan gol tersebut. Aljazair memimpin 2-1.
Prediksi Manchester City vs Crystal Palace: Pertaruhan Takhta Etihad di Tengah Bayang-bayang Arsenal
Nasib Tragis Yordania dan Harapan Aljazair
Hingga peluit panjang ditiupkan, Yordania berusaha keras untuk mencari gol penyeimbang, namun pertahanan kokoh Aljazair yang dipimpin oleh Ramy Bensebaini tak tergoyahkan. Kekalahan ini memastikan Yordania tetap berada di dasar klasemen Grup J dan akan menghadapi laga formalitas melawan Argentina di partai pamungkas. Perjalanan mereka di turnamen dunia kali ini harus berakhir lebih awal dengan catatan yang menyakitkan.
Bagi Aljazair, kemenangan ini menempatkan mereka di posisi ketiga dengan koleksi tiga poin, hanya terpaut selisih gol dari Australia di posisi kedua. Pertandingan terakhir melawan Austria akan menjadi penentu siapa yang berhak mendampingi Argentina menuju babak 32 besar. Persaingan di Grup J terbukti menjadi salah satu yang paling sengit dalam perhelatan Piala Dunia kali ini.
Susunan Pemain Resmi
Yordania: Yazeed Abulaila; Husam Abu Dahab (Obaid 90′), Yazan Al Arab, Abdallah Nasib; Mohannad Abu Taha (Hashish 85′), Noor Al Rawabdeh, Nizar Al Rashdan, Ehsan Haddad; Ali Olwan (Abu Zrayq 90′), Mahmoud Al Mardi (Al Fakhouri 76′), Mousa Al Tamari (Azaizeh 86′).
Aljazair: Luca Zidane; Rayan Ait-Nouri (Hadj Moussa 86′), Ramy Bensebaini, Aïssa Mandi, Rafik Belghali; Ramiz Zerrouki (Bentaleb 46′), Hicham Boudaoui (Benbouali 46′), Ibrahim Maza; Farès Chaïbi, Riyad Mahrez (Moussa 76′), Amine Gouiri (Belaid 86′).
Pertandingan ini bukan sekadar tentang angka di papan skor, melainkan tentang daya juang dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan oleh kedua tim. Aljazair membuktikan kematangan mereka, sementara Yordania memberikan pelajaran berharga bagi dunia bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di masa depan.