Rapor Merah Keselamatan: Kia Sonet dan GWM Haval Jolion Terpuruk dalam Uji Tabrak Global NCAP

Dewi Amalia | Menit Ini
21 Jun 2026, 12:52 WIB
Rapor Merah Keselamatan: Kia Sonet dan GWM Haval Jolion Terpuruk dalam Uji Tabrak Global NCAP

MenitIni — Keamanan dalam berkendara merupakan aspek krusial yang tidak boleh ditawar lagi bagi konsumen modern. Namun, hasil pengujian terbaru yang dirilis oleh Global NCAP dalam inisiatif #SaferCarsForAfrica memberikan kejutan yang kurang menyenangkan bagi dunia otomotif. Dua unit Sport Utility Vehicle (SUV) yang tengah naik daun dan cukup populer di pasar Afrika Selatan, yakni Kia Sonet dan GWM Haval Jolion, dilaporkan meraih skor keselamatan yang mengecewakan. Hasil ini menjadi alarm keras bagi para manufaktur mengenai pentingnya integritas struktur dan kelengkapan fitur keselamatan standar pada setiap unit yang dipasarkan.

Hasil Mengejutkan Kia Sonet: Hanya Satu Bintang

Dalam serangkaian pengujian yang ketat, Kia Sonet mencatat hasil yang sangat mengkhawatirkan bagi perlindungan penumpang dewasa. SUV kompak ini hanya mampu mengantongi satu bintang dari total lima bintang yang tersedia. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar, mengingat reputasi Kia yang selama ini dikenal cukup progresif dalam menghadirkan teknologi terbaru.

Baca Juga

Waspada Musim Hujan! Cek Komponen Vital Mobil Ini demi Keamanan Berkendara

Waspada Musim Hujan! Cek Komponen Vital Mobil Ini demi Keamanan Berkendara

Analisis mendalam dari Global NCAP mengungkapkan bahwa struktur area kaki (footwell) pada Kia Sonet dinilai tidak stabil. Kondisi ini sangat berbahaya karena jika terjadi benturan frontal yang keras, area tersebut berisiko mengalami deformasi parah yang dapat mencederai kaki pengemudi secara serius. Tidak hanya itu, bodi kendaraan secara keseluruhan juga dianggap tidak mampu menahan beban benturan tambahan, yang berarti integritas rangka mobil ini masih membutuhkan perbaikan besar.

Pada aspek perlindungan dada pengemudi dalam simulasi benturan samping, Kia Sonet mendapatkan nilai yang buruk. Hal inilah yang menjadi faktor utama mengapa skor perlindungan dewasa anjlok hingga ke titik terendah. Meskipun area perut menunjukkan tingkat perlindungan yang cukup memadai, ketiadaan perlindungan maksimal pada bagian vital lainnya membuat mobil ini dianggap berisiko tinggi saat terjadi kecelakaan nyata di jalan raya.

Baca Juga

Investasi SDM Masa Depan, Daihatsu Hadirkan Fasilitas DOJO di SMK Islam 1 Blitar untuk Standarisasi Industri Otomotif

Investasi SDM Masa Depan, Daihatsu Hadirkan Fasilitas DOJO di SMK Islam 1 Blitar untuk Standarisasi Industri Otomotif

GWM Haval Jolion: Dua Bintang dan Absennya Side Curtain Airbag

Di sisi lain, SUV asal Tiongkok yang juga populer, GWM Haval Jolion, bernasib sedikit lebih baik namun tetap belum memuaskan. Haval Jolion berhasil meraih dua bintang untuk kategori perlindungan penumpang dewasa. Meski secara angka lebih tinggi dari Sonet, hasil ini tetap dikategorikan sebagai rapor merah dalam standar keselamatan global saat ini.

Haval Jolion sebenarnya menunjukkan performa yang cukup solid dalam uji tabrak frontal. Perlindungan pada bagian kepala, leher, dan dada pengemudi serta penumpang depan dinilai dalam kategori ‘baik’. Namun, perlindungan untuk area lutut masih berada di level marginal, yang menunjukkan adanya risiko cedera pada ekstremitas bawah saat terjadi tabrakan depan.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Samsat Keliling Jadetabek 15 Juni 2026: Solusi Praktis Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu

Jadwal Lengkap Samsat Keliling Jadetabek 15 Juni 2026: Solusi Praktis Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu

Satu catatan kritis bagi Haval Jolion adalah absennya airbag pelindung kepala (side curtain airbag) sebagai fitur standar. Ketiadaan komponen ini membuat Global NCAP tidak dapat melakukan uji tabrak tiang samping (side pole test). Uji ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kendaraan dapat melindungi kepala penumpang dari benturan benda keras seperti tiang listrik atau pohon. Tanpa fitur ini, perlindungan terhadap benturan samping dianggap tidak komprehensif.

Perlindungan Anak: Cahaya Terang di Tengah Kritik

Meskipun performa perlindungan dewasa pada kedua mobil ini menuai kritik tajam, ada sedikit kabar baik di sektor perlindungan penumpang anak. Baik Kia Sonet maupun GWM Haval Jolion sama-sama berhasil memperoleh skor tiga bintang untuk kategori Child Occupant Protection (COP).

Baca Juga

Revolusi Senyap di Garasi: Mengapa Pemilik Mobil Bensin Mulai Berbondong-bondong Beralih ke Kendaraan Listrik?

Revolusi Senyap di Garasi: Mengapa Pemilik Mobil Bensin Mulai Berbondong-bondong Beralih ke Kendaraan Listrik?

Dalam pengujian dinamis menggunakan dummy anak, kedua kendaraan ini mampu memberikan perlindungan yang penuh saat simulasi tabrakan terjadi. Namun, nilai akhir mereka tertahan di angka tiga bintang karena beberapa alasan teknis. Misalnya, pada Kia Sonet, ditemukan kekurangan berupa ketiadaan sabuk pengaman tiga titik di seluruh posisi duduk, yang seharusnya menjadi standar dasar untuk menahan posisi kursi anak dengan aman.

Selain itu, kedua model tersebut juga dikritik karena minimnya penandaan sistem keselamatan anak serta tidak adanya sakelar penonaktifan airbag penumpang depan. Fitur penonaktifan airbag sangat penting jika kursi bayi dipasang menghadap ke belakang di kursi depan, guna mencegah cedera fatal akibat hantaman airbag saat mengembang.

Baca Juga

Kebangkitan Raksasa Korea: Hyundai Ioniq V Resmi Mengaspal di Beijing Auto Show 2026, Incar Takhta Pasar China

Kebangkitan Raksasa Korea: Hyundai Ioniq V Resmi Mengaspal di Beijing Auto Show 2026, Incar Takhta Pasar China

Urgensi Fitur Keselamatan Standar yang Lebih Lengkap

Hasil dari uji tabrak ini menyoroti tren yang mengkhawatirkan di mana beberapa produsen otomotif mungkin melakukan penyesuaian spesifikasi untuk pasar-pasar tertentu, yang berujung pada pengurangan fitur keselamatan esensial. Kia Sonet yang diuji sebenarnya sudah dilengkapi dengan dua airbag depan dan Electronic Stability Control (ESC) sebagai standar. Namun, tanpa struktur rangka yang kokoh, fitur elektronik tersebut tidak dapat bekerja maksimal dalam melindungi nyawa penumpang.

Haval Jolion juga sudah menyertakan airbag samping untuk melindungi tubuh, namun lagi-lagi, absennya perlindungan kepala menjadi poin pengurangan yang fatal. Global NCAP terus mendorong agar fitur-fitur seperti side curtain airbag dan struktur bodi yang stabil menjadi standar global tanpa melihat kasta harga kendaraan atau wilayah pemasaran.

Penggunaan fitur fitur keselamatan aktif maupun pasif harus berjalan beriringan. Jika bodi kendaraan tidak mampu mendistribusikan energi benturan dengan baik, maka sistem airbag pun tidak akan mampu menolong sepenuhnya. Inilah mengapa integritas struktural atau ‘chassis stiffness’ menjadi fokus utama dalam penilaian keselamatan modern.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar Otomotif

Publikasi hasil pengujian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi konsumen sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan baru. Keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama di atas fitur hiburan atau estetika desain. Di pasar negara berkembang, kesadaran akan pentingnya skor keselamatan bintang lima mulai meningkat, dan produsen yang mengabaikan aspek ini berisiko kehilangan kepercayaan dari pasar.

Bagi Kia dan GWM, hasil ini merupakan tantangan besar untuk segera melakukan pembaruan pada model-model tersebut. Peningkatan material baja berkekuatan tinggi pada struktur rangka serta penambahan airbag kepala di seluruh varian diharapkan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Persaingan di kelas SUV yang sangat ketat menuntut setiap brand untuk tidak hanya unggul dalam performa mesin, tetapi juga menjadi yang terdepan dalam menjaga nyawa penumpangnya.

Dengan adanya laporan dari Global NCAP ini, diharapkan pemerintah di berbagai negara juga semakin memperketat regulasi standar keselamatan kendaraan yang boleh dipasarkan secara massal. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap mobil yang meluncur di jalan raya telah memenuhi standar perlindungan minimum bagi seluruh penghuni kabin, baik dewasa maupun anak-anak.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *