Menanti Debut Freelander 8 First Edition: Revolusi SUV Mewah Hasil Perkawinan JLR dan Chery

Dewi Amalia | Menit Ini
24 Jun 2026, 16:53 WIB
Menanti Debut Freelander 8 First Edition: Revolusi SUV Mewah Hasil Perkawinan JLR dan Chery

MenitIni — Dunia otomotif global kembali diguncang dengan kemunculan perdana Freelander 8 First Edition yang mulai menampakkan wujud aslinya. SUV mewah yang lahir dari rahim kolaborasi strategis antara raksasa Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), dan pabrikan Tiongkok, Chery, ini tertangkap kamera tengah dipamerkan secara resmi di daratan Tiongkok. Langkah ini bukan sekadar pamer estetika, melainkan sinyalemen kuat bahwa sang legenda yang kini bertransformasi menjadi merek premium ramah lingkungan akan segera mengaspal secara global.

Transformasi Freelander dari sekadar nama ikonik menjadi sebuah entitas kendaraan masa depan menunjukkan ambisi besar JLR dalam merambah pasar mobil listrik dan hybrid. Dengan desain yang tetap mempertahankan kegagahan khas SUV Eropa namun dibalut dengan sentuhan futuristik, Freelander 8 First Edition diprediksi akan menjadi standar baru bagi para pecinta petualangan yang tidak ingin mengorbankan kenyamanan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga

Harga iCAR V23 Resmi Dirilis: SUV Listrik Ikonik dengan Gaya Off-Road Modern Mulai Rp 389 Jutaan

Harga iCAR V23 Resmi Dirilis: SUV Listrik Ikonik dengan Gaya Off-Road Modern Mulai Rp 389 Jutaan

Kebangkitan Nama Legendaris dalam Wujud EREV

Banyak yang bertanya-tanya, apa yang membuat Freelander 8 ini begitu spesial? Jawabannya terletak pada jantung penggeraknya. Berbeda dengan model pendahulunya yang mengandalkan bahan bakar fosil murni, generasi terbaru ini mengadopsi teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV). Ini adalah solusi cerdas bagi konsumen yang masih merasa ragu dengan infrastruktur pengisian daya listrik namun ingin merasakan sensasi berkendara senyap tanpa emisi di dalam kota.

Dalam sistem EREV ini, roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Namun, ada peran penting dari mesin bensin 1.5 liter turbocharged yang bertugas layaknya genset berjalan. Mesin ini tidak terhubung ke as roda, melainkan bekerja secara otomatis untuk mengisi ulang daya baterai ketika kapasitasnya mulai menipis. Hal ini memastikan bahwa SUV mewah ini memiliki daya jelajah yang jauh melampaui mobil listrik murni konvensional.

Baca Juga

Eksplorasi Chery TIGGO 8 CSH: SUV 7-Penumpang yang Menyeimbangkan Performa Gahar dan Efisiensi PHEV yang Radikal

Eksplorasi Chery TIGGO 8 CSH: SUV 7-Penumpang yang Menyeimbangkan Performa Gahar dan Efisiensi PHEV yang Radikal

Arsitektur Listrik 800V dan Keajaiban Baterai CATL

Freelander 8 First Edition tidak main-main dalam urusan performa elektrik. Mobil ini dibangun di atas platform kelistrikan bertegangan tinggi 800V. Arsitektur canggih ini memungkinkan efisiensi energi yang jauh lebih baik dan, yang paling krusial, mendukung proses pengisian daya super cepat. Di tengah mobilitas yang serba cepat, kemampuan mengisi daya dalam hitungan menit adalah nilai jual yang tak tertandingi.

Sebagai penyimpan energi, JLR dan Chery mempercayakan baterai besutan CATL dengan kapasitas 60,331 kWh. Menariknya, baterai ini sudah mendukung teknologi pengisian cepat 6C. Jika Anda menemukan stasiun pengisian daya DC berkekuatan 350 kW, baterai ini mampu menyedot energi dengan sangat kilat. Dalam mode listrik murni saja, Freelander 8 sanggup meluncur sejauh 221 kilometer—sebuah jarak yang lebih dari cukup untuk keperluan commuting harian di kota besar tanpa setetes pun bahan bakar bensin.

Baca Juga

Ambisi Hijau Indonesia: Presiden Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik pada 2028

Ambisi Hijau Indonesia: Presiden Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik pada 2028

Ketangguhan Off-Road dengan Sentuhan Kecerdasan Buatan

Meskipun tampil necis dan penuh teknologi, darah Land Rover yang mengalir di tubuh Freelander 8 memastikan kemampuan off-road tetap menjadi prioritas utama. Dengan bobot kotor mencapai 3.495 kg, tantangan medan berat dijawab dengan integrasi sistem kontrol traksi pintar i-ATS. Menariknya, perangkat lunak sistem ini dikembangkan oleh raksasa teknologi Huawei, yang memastikan respons pengendalian tetap halus meski permukaan jalan sangat tidak bersahabat.

Untuk menaklukkan tanjakan curam atau jalanan berlumpur, Freelander 8 dibekali dengan tiga locking differential. Kombinasi antara pengunci mekanis di roda depan, electronic limited-slip differential di belakang, serta virtual center lock memberikan traksi maksimal pada setiap putaran roda. Tak hanya itu, sistem suspensi udara dual-chamber tertutup memungkinkan mobil ini menyesuaikan ground clearance secara otomatis, memberikan kenyamanan layaknya terbang di atas karpet saat melintasi jalanan rusak.

Baca Juga

Cristiano Ronaldo Boyong Mercedes-AMG G63 Cabriolet Edisi Terbatas, Mahakarya Otomotif Seharga Rp 21 Miliar

Cristiano Ronaldo Boyong Mercedes-AMG G63 Cabriolet Edisi Terbatas, Mahakarya Otomotif Seharga Rp 21 Miliar

Kabin Masa Depan: Chipset Flagship dan Sensor LiDAR

Memasuki area interior, nuansa kemewahan digital langsung menyambut penumpang. Konsol tengah didominasi oleh layar responsif yang ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8397. Chipset kelas wahid ini menjamin seluruh fungsi hiburan dan sistem navigasi berjalan tanpa kendala sedikit pun. Pengalaman berkendara pun menjadi lebih interaktif dan terkoneksi.

Dari sisi keselamatan, Freelander 8 First Edition membenamkan sensor LiDAR 896-line yang terpasang manis di bagian atas kaca depan. Sensor radar laser ini bekerja sama dengan sistem bantuan pengemudi Huawei Qiankun ADS 5. Teknologi ini menciptakan pemetaan lingkungan tiga dimensi secara real-time, memungkinkan fitur keselamatan aktif dan kemampuan berkendara semi-otonom bekerja dengan presisi tinggi, memberikan rasa aman ekstra bagi pengemudi maupun penumpang.

Baca Juga

Strategi Hino di GIICOMVEC 2026: Membangun Budaya Keselamatan Lewat Kompetensi Pengemudi dan Perawatan Kendaraan

Strategi Hino di GIICOMVEC 2026: Membangun Budaya Keselamatan Lewat Kompetensi Pengemudi dan Perawatan Kendaraan

Investasi Fantastis dan Masa Depan Pasar Global

Lahirnya produk secanggih ini tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. JLR dan Chery dikabarkan telah menggelontorkan investasi patungan hingga 12 miliar yuan atau setara dengan Rp27 triliun. Angka yang fantastis ini digunakan untuk membangun infrastruktur produksi modern serta pusat riset dan pengembangan yang mampu melahirkan kendaraan-kendaraan masa depan berkualitas tinggi.

Walaupun harga resminya masih disimpan rapat, antusiasme pasar di Tiongkok sudah meledak. Pesanan awal dilaporkan mengalir deras, membuktikan bahwa pasar sangat merindukan kembalinya nama Freelander dengan nafas baru. Jaguar Land Rover tampaknya berhasil meramu resep jitu: menggabungkan warisan prestise Inggris dengan kecepatan inovasi teknologi Tiongkok.

Kesimpulan: Standar Baru SUV Elektrifikasi

Freelander 8 First Edition bukan sekadar mobil baru; ia adalah representasi dari pergeseran industri otomotif dunia. Dengan teknologi EREV yang menghilangkan kekhawatiran jarak tempuh, kemampuan off-road yang tetap perkasa, serta dukungan ekosistem digital dari Huawei, mobil ini siap menantang dominasi pemain lama di segmen SUV premium. Bagi mereka yang mencari kendaraan yang mampu diajak bertualang ke pelosok sekaligus tampil elegan di pusat kota, Freelander 8 adalah jawabannya.

Kehadiran model ini juga menandai babak baru kolaborasi internasional yang saling menguntungkan. Di satu sisi, JLR mendapatkan akses ke teknologi baterai dan perangkat lunak terdepan, sementara di sisi lain, Chery memperkuat posisinya sebagai produsen yang mampu memenuhi standar kualitas merek mewah Eropa. Kita tunggu saja kapan unit ini akan mulai menyapa para penggemarnya di belahan dunia lain, termasuk potensi kehadirannya di pasar tanah air.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *