Waspada Penipuan Loker 2026: Daftar Hoaks Rekrutmen yang Mencatut Instansi Pemerintah dan BUMN

Bagus Pratama | Menit Ini
11 Apr 2026, 20:22 WIB
Waspada Penipuan Loker 2026: Daftar Hoaks Rekrutmen yang Mencatut Instansi Pemerintah dan BUMN

MenitIni — Di tengah tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari nafkah, bayang-bayang informasi palsu atau hoaks terus mengintai di jagat maya. Belakangan ini, tim redaksi kami mengidentifikasi tren penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang tersebar luas melalui platform media sosial. Para pelaku kejahatan siber ini tidak segan-segan mencatut nama besar kementerian hingga perusahaan negara (BUMN) untuk menjerat korban yang kurang waspada.

Modus operandi yang digunakan biasanya melibatkan pembuatan situs web tiruan dengan formulir digital yang meminta data sensitif. Mulai dari nama lengkap hingga nomor Telegram pribadi, data-data ini berisiko disalahgunakan untuk tindak kriminal lainnya. Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, mari bedah beberapa daftar rekrutmen fiktif yang sempat viral baru-baru ini.

Baca Juga

Waspada! Beredar Link Hoaks Pendaftaran CPNS Kemenkeu 2026 di TikTok, Jangan Sampai Terjebak

Waspada! Beredar Link Hoaks Pendaftaran CPNS Kemenkeu 2026 di TikTok, Jangan Sampai Terjebak

1. Manipulasi Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kementerian PU

Salah satu kabar bohong yang paling santer terdengar adalah klaim mengenai rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Unggahan yang beredar sejak April 2026 ini menyebutkan adanya kebutuhan besar-besaran untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 12.000 lokasi seluruh Indonesia.

Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, tautan pendaftaran yang disertakan menggunakan domain yang sangat mencurigakan, yakni .click, alih-alih menggunakan domain resmi pemerintah .go.id. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Kementerian PU tidak pernah merilis pendaftaran melalui jalur tersebut. Klik pada tautan tersebut hanya akan membawa Anda pada formulir pengumpulan data pribadi yang berisiko tinggi terhadap privasi Anda.

Baca Juga

Waspada! Inilah Sederet Modus Penipuan TASPEN yang Mengincar Pensiunan dan ASN

Waspada! Inilah Sederet Modus Penipuan TASPEN yang Mengincar Pensiunan dan ASN

2. Tawaran Menggiurkan PT Pegadaian dan Rekrutmen Bersama BUMN

Nama PT Pegadaian (Persero) Tbk juga tidak luput dari sasaran hoaks. Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim bahwa Pegadaian tengah membuka berbagai posisi mulai dari staf administrasi, kasir, hingga security melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2026. Penawaran ini dikemas dengan janji gaji fantastis berkisar Rp4,8 juta hingga Rp6,2 juta, ditambah berbagai tunjangan asuransi dan bonus.

Meski terlihat profesional, indikasi penipuan terlihat dari mekanisme pendaftarannya yang kembali mengarahkan pengguna ke situs pihak ketiga yang tidak resmi. Rekrutmen Bersama BUMN yang asli selalu dikelola secara terpusat melalui portal resmi FHCI BUMN, bukan melalui formulir gratisan atau situs dengan tautan yang tidak jelas asal-usulnya.

Baca Juga

Waspada Penipuan Dana PIP 2026: Panduan Resmi dan Cara Mengenali Modus Link Hoaks

Waspada Penipuan Dana PIP 2026: Panduan Resmi dan Cara Mengenali Modus Link Hoaks

3. Hoaks 30.000 Posisi di Koperasi Desa Merah Putih

Pola serupa juga muncul dalam narasi rekrutmen massal 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih. Unggahan ini menjanjikan posisi strategis bagi lulusan sarjana (S1) hingga magister (S2) dari semua jurusan. Para pembuat konten hoaks ini bahkan menyertakan poster yang terlihat meyakinkan untuk memancing minat calon pelamar.

Tautan pendaftaran yang digunakan, yaitu lokerterbaru.rlzapk.my.id, merupakan tanda bahaya (red flag) yang nyata. Situs dengan nama domain acak seperti ini sering kali digunakan untuk aktivitas phising. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi ulang di laman resmi instansi terkait sebelum memberikan informasi apa pun secara daring.

Cara Mengenali dan Menghindari Hoaks Lowongan Kerja

Untuk menghindari jebakan para aktor intelektual di balik berita bohong ini, ada beberapa langkah preventif yang bisa Anda lakukan. Pertama, perhatikan domain situs pendaftaran; instansi pemerintah selalu menggunakan akhiran .go.id, sementara perusahaan resmi biasanya menggunakan .com atau .co.id yang terdaftar secara sah.

Kedua, waspadai permintaan data yang tidak lazim di awal proses, seperti kode verifikasi aplikasi pesan singkat atau informasi kartu kredit. Waspada hoaks adalah kunci utama dalam berselancar di dunia digital. Jika Anda menemukan informasi rekrutmen yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, besar kemungkinan itu adalah sebuah jebakan. Tetaplah kritis dan selalu jadikan sumber informasi kredibel sebagai rujukan utama Anda dalam mencari karier impian.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *