Waspada Disinformasi! Benarkah Jubir ESDM Sarankan Pindah ke Solar Saat Harga Pertamax Meroket? Ini Faktanya
MenitIni — Fenomena disinformasi di era digital sering kali memanfaatkan momentum keresahan publik, terutama ketika menyangkut urusan isi kantong seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Baru-baru ini, sebuah narasi provokatif mendadak viral di jagat maya, menyeret nama Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kabar tersebut mengklaim bahwa pihak kementerian menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan Solar karena harga Pertamax yang kian melambung. Namun, benarkah demikian? Tim redaksi kami telah melakukan penelusuran mendalam untuk mengupas tuntas fakta di balik kegaduhan ini.
Kronologi Munculnya Kabar Miring di Media Sosial
Geliat media sosial, khususnya platform Threads, mendadak riuh pada pertengahan Juni 2026. Sebuah unggahan yang menyertakan tangkapan layar artikel berita memicu gelombang kemarahan netizen. Dalam gambar tersebut, terlihat judul yang sangat kontroversial: “Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?”.
Waspada Penipuan Digital! MenitIni Bongkar Serangkaian Hoaks Bahan Bakar yang Meresahkan Masyarakat
Unggahan yang mulai beredar luas sejak 14 Juni 2026 tersebut tidak hanya menyebarkan gambar, tetapi juga dibumbui dengan narasi sinis yang menyerang integritas pejabat publik. Akun pengunggah menuliskan kalimat pedas yang menuding bahwa uang pajak rakyat digunakan untuk menggaji pejabat dengan kualitas pernyataan yang dianggap rendah. Sontak, hal ini memicu ribuan komentar negatif dari masyarakat yang merasa tercekik oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Klarifikasi Langsung dari Juru Bicara Kementerian ESDM
Menanggapi isu yang semakin liar, MenitIni melakukan verifikasi langsung untuk memastikan keabsahan kutipan tersebut. Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM yang namanya dicatut dalam unggahan tersebut, memberikan pernyataan tegas bahwa informasi yang beredar adalah murni kebohongan atau hoaks.
Waspada Hoaks! Bantuan Token Listrik Rp 700 Ribu Atas Nama Prabowo-Gibran Ternyata Modus Penipuan
“Ini sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sekonyol itu. Ada pihak tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menyalahgunakan foto saya dan menempelkannya dengan kutipan palsu,” tegas Anggia saat memberikan klarifikasi resmi. Beliau juga menyoroti kejanggalan dalam tangkapan layar tersebut, di mana nama media yang dicatut ditulis secara salah sebagai ‘Kompos.corn’, yang jelas-jelas merupakan upaya peniruan identitas media besar untuk menyesatkan pembaca.
Anggia mengimbau agar masyarakat lebih selektif dan kritis dalam mengonsumsi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran fitnah semacam ini tidak hanya merugikan secara personal, tetapi juga berpotensi memprovokasi kemarahan publik yang tidak berdasar pada realita. Ia menegaskan bahwa pelaku penyebaran berita bohong ini seharusnya dapat dijerat secara hukum karena telah menyebarkan informasi menyesatkan di tengah situasi ekonomi yang sensitif.
CEK FAKTA: Heboh Isu Menteri Desa Bakal Tutup Indomaret dan Alfamart Demi Koperasi, Simak Fakta Sebenarnya!
Jejak Digital: Manipulasi dari Artikel Asli
Penelusuran lebih lanjut menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Foto Dwi Anggia yang digunakan dalam hoaks tersebut ternyata berasal dari artikel asli yang dipublikasikan oleh media kredibel pada 11 Juni 2026. Namun, judul aslinya sangat jauh berbeda dengan apa yang tersebar di Threads.
Artikel aslinya berjudul: “Pertamax Jadi Rp 16.250 Per Liter, ESDM: Itu Masih di Bawah Harga Keekonomian”. Dalam artikel yang sebenarnya, Jubir ESDM tengah menjelaskan konteks teknis mengenai penetapan harga Pertamax yang masih disubsidi secara terselubung oleh pemerintah karena belum mencapai nilai keekonomian pasar global. Tidak ada satu pun kalimat dalam artikel asli tersebut yang menyarankan masyarakat untuk pindah ke Solar, apalagi dengan alasan ‘sama-sama BBM’.
Waspada Badai Disinformasi: MenitIni Merangkum 6 Hoaks Paling Meresahkan Pekan Ini
Mengapa Hoaks Ini Berbahaya? Analisis Dampak dan Teknis
Penyebaran informasi palsu mengenai pengalihan penggunaan BBM bukan sekadar masalah komunikasi politik, tetapi juga menyangkut keamanan teknis kendaraan masyarakat. Secara teknis, mesin yang dirancang untuk bahan bakar bensin (seperti Pertamax) tidak akan bisa berjalan menggunakan Solar, dan begitu pula sebaliknya. Jika masyarakat benar-benar mengikuti saran palsu tersebut, hal itu justru akan merusak mesin kendaraan dan menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi warga.
Selain dampak teknis, disinformasi semacam ini bertujuan untuk mendelegitimasi pemerintah dan menciptakan ketidakstabilan sosial. Dengan memanfaatkan sentimen negatif terhadap kenaikan harga, pembuat hoaks mencoba memancing amarah massa terhadap kebijakan energi nasional yang sedang dijalankan oleh Kementerian ESDM.
Waspada Deepfake AI! MenitIni Bongkar Hoaks Dana Bantuan DAP Australia yang Mencatut Nama Ketum PGI
Edukasi Literasi Digital: Cara Mengenali Berita Palsu
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi literasi digital. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil oleh netizen untuk menghindari jebakan hoaks di masa depan:
- Periksa Nama Domain: Perhatikan alamat situs yang tertera. Dalam kasus ini, penggunaan ‘Kompos.corn’ alih-alih ‘Kompas.com’ adalah indikator utama bahwa situs tersebut palsu.
- Cek Konsistensi Judul dan Isi: Seringkali hoaks menggunakan judul yang bombastis atau clickbait yang tidak sinkron dengan fakta di lapangan.
- Verifikasi Melalui Media Kredibel: Jika menemukan berita yang terasa ganjil, carilah konfirmasi di setidaknya tiga media nasional yang memiliki reputasi baik.
- Gunakan Tool Cek Fakta: Manfaatkan layanan cek fakta independen atau fitur laporan di media sosial jika menemukan konten yang mencurigakan.
Kesimpulan: Sebuah Fitnah yang Terorganisir
Berdasarkan seluruh data dan verifikasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan secara mutlak bahwa narasi yang menyebutkan Jubir ESDM meminta masyarakat memakai Solar sebagai pengganti Pertamax adalah HOAKS. Ini adalah bentuk manipulasi informasi dengan cara mengubah judul artikel asli dan memalsukan identitas media massa.
Kementerian ESDM tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan terkait kebijakan energi nasional. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang tidak jelas sumbernya. Melawan hoaks adalah tanggung jawab kolektif kita untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat dan informatif.
Mari kita menjadi bagian dari solusi dengan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Ingat, satu klik ‘share’ Anda bisa berdampak luas pada stabilitas informasi nasional.