PEVS 2026: Gebrakan Kendaraan Listrik Menuju Era Emisi Nol, Targetkan Transaksi Setengah Triliun Rupiah
MenitIni — Gelombang transformasi otomotif di Indonesia kian tak terbendung. Langkah kaki menuju masa depan mobilitas yang lebih hijau akan kembali dipentaskan dalam ajang akbar Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026. Pameran yang menjadi kiblat teknologi transportasi masa depan ini dijadwalkan bakal menghentak JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai dari tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026 mendatang.
Mengusung tema besar “The Future of A Clean and Efficient Mobility”, PEVS 2026 bukan sekadar pameran otomotif biasa. Perhelatan ini merupakan pernyataan sikap Indonesia dalam menghadapi tantangan krisis iklim global. Tidak tanggung-tanggung, penyelenggara mematok target yang cukup ambisius untuk nilai transaksi selama empat hari pameran berlangsung.
Target Fantastis di Tengah Gairah Pasar Hijau
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, dengan penuh optimisme menyatakan bahwa PEVS 2026 diharapkan mampu mencatatkan angka perdagangan yang signifikan. “Target transaksi kita di tahun ini dipatok mencapai Rp 500 miliar,” ungkap Moeldoko saat memberikan keterangan pers di Jakarta. Angka setengah triliun rupiah tersebut dianggap sangat realistis mengingat antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik yang terus meroket tajam.
Update Lokasi Samsat Keliling Jadetabek 15 April 2026: Cara Praktis Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Antre Lama
Optimisme ini bukannya tanpa landasan. Jika menilik data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar Electric Vehicle (EV) di tanah air memang tengah mengalami periode bulan madu. Sepanjang Januari hingga April 2026 saja, penjualan unit EV telah menembus angka 47.781 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 89,4 persen. Pertumbuhan nyaris dua kali lipat ini membuktikan bahwa edukasi mengenai efisiensi kendaraan berbasis baterai mulai membuahkan hasil manis di kalangan konsumen Indonesia.
Membangun Ekosistem Strategis: B2B, B2C, dan B2G
PEVS 2026 dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar ajang pamer unit kendaraan baru. Pameran ini adalah sebuah katalisator bagi terciptanya ekosistem otomotif yang komprehensif. Melalui integrasi tiga pilar utama—Business to Business (B2B), Business to Consumer (B2C), dan Business to Government (B2G)—acara ini berupaya menjembatani seluruh pemangku kepentingan dalam satu wadah strategis.
BYD Atto 1 STD Resmi Meluncur: Dominasi Mobil Listrik di Bawah Rp 200 Juta Semakin Nyata
Dalam skema B2B, para pelaku industri, mulai dari penyedia sel baterai hingga produsen komponen pengisian daya, diberikan ruang untuk melakukan ekspansi bisnis dan kolaborasi lintas sektoral. Sementara itu, pilar B2C hadir untuk menyentuh langsung sisi emosional dan rasional masyarakat umum. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat fisik kendaraan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung (test drive) serta informasi edukatif mengenai penghematan biaya operasional jangka panjang menggunakan kendaraan listrik.
Tak kalah penting adalah pilar B2G. Fokus ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan ketersediaan teknologi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif berbagai instansi pemerintahan, diharapkan pengadaan kendaraan dinas listrik maupun pengembangan infrastruktur pengisian daya publik dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Inilah cara PEVS memperkuat fondasi ekosistem EV nasional secara menyeluruh.
Dominasi Pasar Global, Chery Group Cetak Rekor Penjualan Tertinggi Sepanjang Sejarah di Maret 2026
Terobosan di Tengah Ketidakpastian Global
Moeldoko juga menyoroti urgensi peralihan energi ini dari perspektif geopolitik. Menurutnya, situasi dunia yang tidak menentu telah membuat harga minyak mentah menjadi variabel yang sangat sulit dikendalikan. Ketergantungan pada bahan bakar fosil dinilai sebagai risiko besar bagi stabilitas ekonomi nasional dan efisiensi mobilitas masyarakat di masa depan.
“Bagaimana kita bermobilitas dengan cara efisien dan bersih tidak bisa lagi diabaikan. Pilihannya hanya dua: kita berdiam diri melihat situasi, atau menciptakan sebuah terobosan besar. Penyelenggaraan PEVS adalah salah satu bentuk terobosan nyata yang kami lakukan,” tegas Moeldoko. Pernyataan ini menegaskan bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan sebuah kebutuhan strategis nasional.
Uji Ketahanan Ekstrem! Yamaha Gear Ultima Libas Lintasan Balap 1 Jam Nonstop Tanpa Kendala
Akses Gratis untuk Publik: Demokratisasi Teknologi Masa Depan
Satu hal yang paling menarik dari penyelenggaraan PEVS 2026 adalah kebijakan aksesnya. Berbeda dengan pameran-pameran otomotif skala internasional lainnya yang biasanya memungut biaya tiket masuk, PEVS 2026 diputuskan untuk dibuka secara gratis bagi seluruh pengunjung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk melakukan demokratisasi teknologi masa depan agar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dengan meniadakan tiket masuk, panitia berharap volume pengunjung akan melampaui pencapaian tahun 2025. Sebagai informasi, pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu, pameran ini sukses menarik minat 143 peserta pameran dan dikunjungi oleh lebih dari 40.000 orang. Untuk tahun 2026, angka tersebut diprediksi akan meningkat signifikan seiring dengan semakin banyaknya merek kendaraan listrik baru yang masuk ke pasar Indonesia, mulai dari segmen entry-level hingga luxury.
Gebrakan Suzuki di Segmen Skutik Premium: Bocoran UHR150 dan UFR150 Siap Menantang Dominasi NMax dan PCX
Edukasi dan Pengalaman Interaktif
Pengunjung yang hadir di JIExpo Kemayoran nantinya tidak hanya akan disuguhi barisan kendaraan yang mengkilap. Berbagai program interaktif telah disiapkan untuk mengisi agenda selama empat hari tersebut. Seminar mengenai cara merawat baterai, simulasi perhitungan efisiensi energi dibandingkan bensin, hingga diskusi panel yang menghadirkan para pakar teknologi energi terbarukan akan menjadi daya tarik utama.
PEVS 2026 juga akan menampilkan area khusus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang konversi kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa semangat elektrifikasi tidak hanya milik perusahaan raksasa, tetapi juga menyentuh kreativitas lokal dalam mengubah kendaraan konvensional lama menjadi kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
Dengan segala persiapan matang dan target transaksi yang besar, PEVS 2026 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan Indonesia menuju negara yang lebih bersih, mandiri energi, dan modern. Jakarta kembali bersiap menjadi saksi bisu di mana teknologi masa depan dipamerkan dan mimpi akan udara bersih mulai diwujudkan melalui roda-roda yang berputar tanpa emisi.