Pedal Gas Bermasalah: Nissan Tarik 70 Ribu Unit di China dan Segarkan Tampilan Mobil Listrik Sakura

Dewi Amalia | Menit Ini
26 Mei 2026, 06:51 WIB
Pedal Gas Bermasalah: Nissan Tarik 70 Ribu Unit di China dan Segarkan Tampilan Mobil Listrik Sakura

MenitIni — Industri otomotif global kembali dikejutkan dengan kabar penarikan kembali atau recall skala besar yang melibatkan raksasa otomotif asal Jepang, Nissan. Kabar yang berembus dari pasar Tiongkok ini menyebutkan bahwa hampir 70.000 unit kendaraan harus masuk ke bengkel resmi akibat ditemukannya potensi malfungsi pada komponen vital, yakni pedal akselerator. Masalah ini dipandang serius karena berkaitan langsung dengan keamanan berkendara di jalan raya.

Langkah proaktif ini diambil setelah adanya temuan teknis yang menunjukkan bahwa desain pedal gas pada beberapa model tertentu rentan mengalami kegagalan fungsi dalam jangka panjang. Nissan, melalui mitra lokalnya di China, berkomitmen untuk memprioritaskan keselamatan konsumen di atas segalanya, meskipun proses ini melibatkan logistik dan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga

Gebrakan BYD Seagull 2026: Evolusi City Car Listrik Canggih dengan Harga di Bawah Rp 160 Juta

Gebrakan BYD Seagull 2026: Evolusi City Car Listrik Canggih dengan Harga di Bawah Rp 160 Juta

Detail Kendaraan yang Terdampak di Pasar China

Berdasarkan laporan resmi dari regulator pasar di Tiongkok, yaitu State Administration for Market Regulation (SAMR), kampanye penarikan ini mencakup dua model andalan Nissan yang dipasarkan di sana. Model tersebut adalah Nissan N7 yang merupakan kendaraan berbasis listrik murni (EV) dan Nissan N6 yang mengusung teknologi hybrid.

Data menunjukkan angka yang cukup signifikan, yakni total 68.265 unit kendaraan yang terdampak. Jika dirinci lebih dalam, populasi terbesar berasal dari model Nissan N7 sebanyak 49.465 unit. Sementara itu, untuk model Nissan N6, terdapat 18.800 unit yang juga masuk dalam daftar pemanggilan kembali ini. Angka ini mencerminkan besarnya skala produksi dan distribusi Nissan di wilayah tersebut.

Baca Juga

Wuling Eksion Gebrak Bekasi: Revolusi SUV Keluarga dengan Dual Teknologi EV dan PHEV, Siap Menempuh 1.000 KM!

Wuling Eksion Gebrak Bekasi: Revolusi SUV Keluarga dengan Dual Teknologi EV dan PHEV, Siap Menempuh 1.000 KM!

Akar Masalah: Keausan pada Mekanisme Pedal Gas

Mengapa pedal gas ini menjadi masalah? Investigasi mendalam mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada desain internal rakitan pedal akselerator. Seiring dengan durasi pemakaian yang lama, komponen-komponen di dalam rakitan tersebut cenderung mengalami tingkat keausan yang tidak wajar. Gesekan antarbagian internal ini kemudian menciptakan hambatan mekanis yang mengkhawatirkan.

Kondisi yang paling ditakuti adalah ketika pedal gas tidak kembali ke posisi semula atau posisi diam (idle) setelah diinjak oleh pengemudi. Hal ini bisa terjadi karena mekanisme pegas atau engsel yang terhambat oleh residu gesekan atau perubahan bentuk komponen akibat keausan tersebut. Dalam dunia teknologi otomotif, kegagalan pedal untuk kembali secara instan adalah ancaman serius bagi keselamatan.

Baca Juga

Kinerja Gemilang 2025: FIFGroup Cetak Laba Rp 4,63 Triliun dan Perkuat Komitmen ESG

Kinerja Gemilang 2025: FIFGroup Cetak Laba Rp 4,63 Triliun dan Perkuat Komitmen ESG

Risiko Kecelakaan yang Mengintai

Bayangkan ketika Anda sedang melaju di tengah kemacetan kota yang padat, lalu tiba-tiba mobil terus meluncur meskipun kaki Anda sudah diangkat dari pedal gas. Skenario inilah yang coba dicegah oleh Nissan. Jika mekanisme pedal tidak merespons sesuai perintah pengemudi, risiko tabrakan beruntun atau kehilangan kendali saat bermanuver menjadi sangat tinggi.

Sejauh ini, pihak regulator maupun Nissan sendiri belum menerima laporan mengenai adanya korban cedera atau kecelakaan fatal yang secara langsung disebabkan oleh masalah pedal ini. Namun, perusahaan tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Upaya recall ini merupakan langkah pencegahan sebelum jatuh korban di masa mendatang.

Baca Juga

Lexus TZ: Mengintip Kehadiran SUV Listrik Tiga Baris yang Siap Menjadi Standar Baru Kemewahan

Lexus TZ: Mengintip Kehadiran SUV Listrik Tiga Baris yang Siap Menjadi Standar Baru Kemewahan

Solusi Menyeluruh dari Dongfeng Nissan

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dongfeng Nissan selaku produsen dan distributor di China akan melakukan penggantian rakitan pedal akselerator secara utuh. Proses perbaikan ini dipastikan tidak akan memungut biaya sepeser pun dari pemilik kendaraan alias gratis. Nissan telah menyiapkan stok komponen pengganti dengan desain yang telah disempurnakan agar masalah serupa tidak terulang kembali.

Menariknya, perlakuan khusus diberikan untuk model Nissan N6. Selain mengganti pedal gas, pabrikan juga akan mengganti rakitan pedal rem. Mengapa demikian? Langkah ini diambil agar desain dan ergonomi pedal rem tetap selaras dengan bentuk pedal akselerator yang baru. Hal ini menunjukkan perhatian Nissan terhadap kenyamanan dan presisi pengemudi saat mengoperasikan kendaraan.

Baca Juga

Strategi ‘Lari Kencang’ VinFast: Melepas Aset Produksi Senilai Rp9,3 Triliun Demi Ambisi Global

Strategi ‘Lari Kencang’ VinFast: Melepas Aset Produksi Senilai Rp9,3 Triliun Demi Ambisi Global

Jadwal Pelaksanaan dan Komunikasi Konsumen

Program perbaikan massal ini dijadwalkan akan dimulai secara resmi pada tanggal 25 Mei 2026. Mengingat jumlah kendaraan yang mencapai puluhan ribu, proses ini akan dilakukan secara bertahap. Nissan beserta jaringan dealer resminya di seluruh China akan menghubungi para pemilik kendaraan yang terdampak.

Komunikasi akan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari surat resmi, sambungan telepon, hingga pesan singkat. Para pemilik kendaraan disarankan untuk segera melakukan penjadwalan servis begitu menerima pemberitahuan resmi agar proses penggantian dapat berjalan dengan efisien dan tanpa antrean panjang di bengkel resmi.

Kabar Segar dari Jepang: Transformasi Nissan Sakura

Di saat pasar China sedang fokus pada isu teknis, Nissan di Jepang justru membawa kabar gembira bagi para pecinta mobil mungil atau kei car. Mobil listrik mungil andalan mereka, Nissan Sakura, baru saja mendapatkan penyegaran atau facelift untuk tahun model 2026. Langkah ini dilakukan agar Sakura tetap kompetitif menghadapi gempuran rival-rival tangguh di kelasnya.

Nissan Sakura, yang sejak peluncuran perdananya langsung mencuri perhatian masyarakat Jepang, kini hadir dengan wajah yang lebih modern. Perubahan paling mencolok terlihat pada area fasia depan, di mana desain grille dan bumper telah diperbarui secara signifikan. Bahasa desain terbaru Nissan yang tajam dan futuristik kini terpancar jelas dari sosok mungil ini.

Sentuhan Estetika Baru: Minamono Sakura

Salah satu daya tarik utama dari versi terbaru ini adalah diperkenalkannya pilihan warna eksklusif yang diberi nama ‘Minamono Sakura’. Warna ini terinspirasi dari keindahan kelopak bunga sakura yang jatuh dan terapung di permukaan air yang tenang. Sentuhan warna ini memberikan kesan elegan, menenangkan, sekaligus unik bagi siapa saja yang melihatnya di jalanan.

Selain eksterior, bagian interior pun tidak luput dari perhatian ringan. Meskipun layout dasbor tetap dipertahankan karena sudah dianggap sangat fungsional, Nissan menambahkan fitur kepraktisan berupa cup holder baru. Hal ini mungkin terlihat sederhana, namun bagi pengguna harian di perkotaan, tambahan tempat penyimpanan kecil sangat berarti untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Performa Efisien yang Tetap Dipertahankan

Untuk sektor dapur pacu, Nissan merasa spesifikasi yang ada saat ini masih sangat mumpuni untuk kebutuhan komuter perkotaan. Nissan Sakura facelift tetap mengandalkan satu motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 63 hp (47 kW) dengan torsi instan mencapai 195 Nm. Angka ini lebih dari cukup untuk membuat mobil lincah saat membelah kemacetan kota.

Daya listriknya disuplai oleh baterai lithium-ion berkapasitas 20 kWh. Dalam sekali pengisian daya penuh, Nissan Sakura mampu menempuh jarak hingga 180 kilometer berdasarkan pengujian siklus WLTC. Jarak tempuh ini sangat ideal bagi mereka yang menggunakan mobil untuk mobilitas harian dari rumah ke kantor atau sekadar berbelanja di pusat kota.

Persaingan di Pasar Kei Car Listrik

Langkah Nissan menyegarkan Sakura bukan tanpa alasan. Saat ini, persaingan di pasar kei car listrik semakin memanas dengan hadirnya model-model baru dari kompetitor, termasuk tantangan dari produsen mobil listrik global seperti BYD yang mulai melirik segmen kendaraan kompak. Dengan pembaruan ini, Nissan optimis Sakura akan tetap menjadi pemimpin pasar di kelasnya.

Secara keseluruhan, meskipun Nissan sedang menghadapi tantangan recall di China, inovasi yang terus dilakukan pada model seperti Sakura membuktikan bahwa perusahaan tetap agresif dalam mengembangkan ekosistem kendaraan ramah lingkungan. Bagi konsumen, transparansi dalam menangani masalah teknis dan keberlanjutan dalam menghadirkan produk baru adalah kunci kepercayaan terhadap sebuah merek otomotif.

Dewi Amalia

Dewi Amalia

Penulis spesialis gaya hidup dan kesehatan. Dewi memiliki minat besar pada isu mental health dan tren diet berkelanjutan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *