Waspada Penipuan! Deretan Hoaks Bantuan Pertamina yang Mengincar Saldo dan Data Pribadi Anda

Bagus Pratama | Menit Ini
17 Mei 2026, 08:51 WIB
Waspada Penipuan! Deretan Hoaks Bantuan Pertamina yang Mengincar Saldo dan Data Pribadi Anda

MenitIni — Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang, informasi palsu atau hoaks tidak hanya sekadar menjadi bumbu di media sosial, namun telah bertransformasi menjadi alat kejahatan siber yang sangat terorganisir. Salah satu taktik yang paling sering digunakan oleh para oknum tidak bertanggung jawab adalah dengan mencatut nama besar perusahaan milik negara, PT Pertamina (Persero). Dengan iming-iming bantuan finansial hingga subsidi bahan bakar gratis, para pelaku mencoba menjerat masyarakat yang kurang waspada ke dalam jebakan penipuan online yang merugikan.

Tim redaksi kami telah merangkum berbagai temuan mengenai narasi palsu yang mengatasnamakan Pertamina. Tren ini menunjukkan bahwa motif ekonomi tetap menjadi penggerak utama di balik penyebaran konten menyesatkan tersebut. Tidak hanya mengandalkan satu platform, penyebaran hoaks ini merambah mulai dari pesan berantai di WhatsApp, unggahan di Facebook, hingga pesan singkat (SMS) yang masuk langsung ke ponsel pribadi warga.

Baca Juga

Malaysia Tabuh Genderang Perang Lawan Hoaks Krisis Energi, Pelaku Terancam Denda Miliaran

Malaysia Tabuh Genderang Perang Lawan Hoaks Krisis Energi, Pelaku Terancam Denda Miliaran

Siasat Licik Link Subsidi BBM Gratis 50 Liter

Salah satu modus yang paling viral dan sempat menghebohkan jagat maya adalah klaim mengenai pembagian kupon subsidi e-voucher BBM gratis sebesar 50 liter. Narasi ini biasanya muncul di platform Facebook dengan narasi yang seolah-olah sangat resmi, membawa-bawa nama Kementerian BUMN sebagai pihak yang menyalurkan bantuan tersebut demi menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat umum.

Dalam unggahan yang beredar, masyarakat diminta untuk mengklik sebuah tautan atau link yang memiliki alamat menyerupai situs resmi, seperti voucher.pertamina.biz.id. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, tautan tersebut bukanlah bagian dari infrastruktur digital resmi milik Pertamina. Ini adalah teknik klasik yang dikenal sebagai phishing, di mana pelaku mencoba mencuri data sensitif pengguna dengan cara mengarahkan mereka ke situs web palsu yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat kredibel.

Baca Juga

Waspada Phishing! Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Insentif Guru Rp 2,1 Juta Mencatut Nama Pemerintah

Waspada Phishing! Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Insentif Guru Rp 2,1 Juta Mencatut Nama Pemerintah

Pengguna yang tergiur biasanya akan diminta mengisi data diri lengkap, mulai dari nama, nomor telepon, hingga data perbankan. Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari pengambilalihan akun media sosial hingga pengurasan saldo rekening bank. Pertamina sendiri secara tegas menyatakan bahwa setiap program promosi maupun bantuan resmi selalu diumumkan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan dan aplikasi MyPertamina.

Jeratan Hadiah Rp 189 Juta Lewat Pesan WhatsApp

Selain modus subsidi BBM, skema hoaks bantuan lainnya yang tak kalah berbahaya adalah pesan yang menyebutkan bahwa nomor WhatsApp pengguna terpilih sebagai penerima bantuan tunai senilai Rp 189 juta. Pesan ini biasanya menyertakan “Kode PIN” khusus dan menginstruksikan penerima untuk segera menghubungi nomor tertentu yang diklaim sebagai “Admin Pertamina”.

Baca Juga

Waspada Perangkap Digital! Menelusuri Ragam Hoaks Subsidi yang Mengancam Data dan Finansial

Waspada Perangkap Digital! Menelusuri Ragam Hoaks Subsidi yang Mengancam Data dan Finansial

Gaya bahasa yang digunakan dalam pesan ini cenderung menekan dan menciptakan rasa urgensi (sense of urgency), sehingga calon korban merasa harus segera bertindak agar hadiah tersebut tidak hangus. Padahal, jika dicermati dengan logika sederhana, sebuah perusahaan besar tidak akan pernah membagikan dana dalam jumlah fantastis hanya melalui pesan singkat tanpa ada proses verifikasi yang jelas dan transparan melalui kantor cabang atau mekanisme perbankan resmi.

Modus ini biasanya berujung pada permintaan sejumlah uang sebagai “biaya administrasi” atau “pajak pemenang” yang harus dibayar di muka. Setelah korban mentransfer uang tersebut, pelaku akan menghilang dan memblokir nomor korban. Penting untuk diingat bahwa hadiah resmi dari instansi mana pun tidak akan pernah memungut biaya di muka dari para pemenangnya.

Baca Juga

Waspada Hoaks KIP Kuliah 2026: Panduan Lengkap Pendaftaran Jalur Resmi dan Tips Menghindari Penipuan

Waspada Hoaks KIP Kuliah 2026: Panduan Lengkap Pendaftaran Jalur Resmi dan Tips Menghindari Penipuan

Menelisik Kembali Hoaks Dana Bantuan COVID-19

Meskipun pandemi telah mereda, memori publik terhadap masa-masa sulit tersebut masih sering dimanfaatkan oleh penyebar hoaks. Beberapa waktu lalu, sempat beredar SMS massal yang menyatakan bahwa SIM Card pelanggan terpilih untuk menerima dana bantuan COVID-19 dari PT Pertamina Persero. Pesan tersebut mencantumkan sebuah ID unik dan mengarahkan korban ke situs dengan domain .cf atau domain gratisan lainnya.

Penggunaan domain gratisan merupakan indikator utama bahwa informasi tersebut adalah palsu. Perusahaan sekelas Pertamina pastinya menggunakan domain resmi .com atau .id yang terdaftar dan memiliki tingkat keamanan tinggi. Literasi digital masyarakat sangat diuji dalam menghadapi pesan-pesan semacam ini. Jangan pernah mengklik tautan dari nomor tidak dikenal, terutama yang menjanjikan uang dalam jumlah besar tanpa alasan yang logis.

Baca Juga

Waspada Teror Spam Call: Mengupas Lihainya Modus Penipuan Digital dan Panduan Lengkap Melindungi Diri

Waspada Teror Spam Call: Mengupas Lihainya Modus Penipuan Digital dan Panduan Lengkap Melindungi Diri

Mengapa Pertamina Sering Menjadi Sasaran Hoaks?

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Pertamina selalu menjadi objek pencatutan nama dalam berbagai skema penipuan? Jawabannya terletak pada tingkat kepercayaan publik (public trust). Sebagai perusahaan energi nasional yang melayani hajat hidup orang banyak, nama Pertamina memiliki daya tarik yang kuat. Masyarakat cenderung lebih mudah percaya pada informasi yang membawa nama instansi pemerintah atau BUMN besar.

Selain itu, isu mengenai BBM adalah isu sensitif yang selalu menarik perhatian masyarakat luas. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para produsen hoaks untuk menciptakan konten yang memancing interaksi (engagement) tinggi, baik itu untuk sekadar mencari trafik ke situs web tertentu atau memang murni untuk melakukan tindak pidana penipuan.

Langkah Antisipasi: Bagaimana Cara Memverifikasi Informasi?

Untuk menghindari kerugian materiil maupun immateriil, masyarakat dihimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing”. Berikut adalah beberapa langkah langkah konkret yang bisa dilakukan untuk memverifikasi informasi yang mengatasnamakan Pertamina:

  • Cek Kanal Resmi: Selalu rujuk informasi ke situs web resmi di pertamina.com atau akun media sosial terverifikasi (centang biru) milik Pertamina di Instagram, Twitter, dan Facebook.
  • Gunakan Aplikasi MyPertamina: Segala bentuk program loyalitas, promo, dan voucher BBM hanya dikelola secara terpusat melalui aplikasi MyPertamina yang dapat diunduh di toko aplikasi resmi.
  • Hubungi Call Center 135: Pertamina menyediakan layanan pelanggan 24 jam melalui nomor 135. Jika Anda menerima pesan mencurigakan, segera telepon nomor tersebut untuk melakukan konfirmasi secara langsung.
  • Perhatikan Alamat URL: Situs resmi Pertamina tidak akan pernah menggunakan domain gratisan atau singkatan yang aneh. Pastikan alamat situs dimulai dengan protokol keamanan ‘https://’.

Kesimpulan: Lawan Hoaks dengan Kecerdasan Digital

Kejahatan siber yang berbalut hoaks bantuan akan terus bermetamorfosis menjadi bentuk-bentuk baru yang lebih canggih. Namun, senjata terkuat kita bukanlah teknologi perlindungan yang mahal, melainkan sikap skeptis dan kritis terhadap setiap informasi yang kita terima di dunia maya. Pertamina, sebagai pilar energi nasional, terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam pusaran informasi sesat ini.

Mari kita bangun ekosistem digital yang sehat dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Melawan hoaks adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi orang-orang di sekitar kita dari ancaman kerugian finansial yang nyata. Tetap waspada, tetap kritis, dan selalu percayakan informasi Anda pada sumber yang kredibel.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *