Singo Edan Mengamuk di Kanjuruhan: Arema FC Libas PSM Makassar 3-0, Putus Tren Negatif BRI Super League
MenitIni — Gemuruh Stadion Kanjuruhan kembali membahana saat sang tuan rumah, Arema FC, menunjukkan taringnya dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Menjamu tim kuat asal Sulawesi, PSM Makassar, skuad berjuluk Singo Edan itu tampil tanpa ampun. Dalam laga pekan ke-32 yang krusial ini, Arema FC berhasil mengunci kemenangan telak 3-0, sebuah hasil yang tidak hanya mengamankan tiga poin tetapi juga menjadi pernyataan kebangkitan setelah rentetan hasil minor di laga-laga sebelumnya.
Pertandingan yang digelar pada Sabtu (9/5) malam tersebut menjadi panggung pembuktian bagi taktik Marcos Santos. Setelah berada di bawah tekanan kritik menyusul kekalahan menyakitkan di Derby Jawa Timur, para pemain Arema FC menunjukkan determinasi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Di sisi lain, PSM Makassar yang berjuluk Juku Eja tampak kesulitan mengembangkan permainan dan harus rela pulang dengan tangan hampa, semakin mendekatkan mereka pada bayang-bayang zona degradasi.
Rivalitas Klasik Memanas: MU dan Liverpool Siap Saling Sikut Demi ‘Wonderkid’ Bournemouth Eli Junior Kroupi
Dominasi Sejak Menit Awal dan Penalti Dalberto
Memasuki babak pertama, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan ribuan Aremania yang memadati tribun seolah memberikan energi tambahan bagi John Alfarizi dan kawan-kawan. Baru sepuluh menit laga berjalan, tensi pertandingan langsung memanas. Sebuah pergerakan eksplosif dari Gabriel Silva di dalam kotak penalti terpaksa dihentikan secara ilegal oleh bek asing andalan PSM, Yuran Fernandes. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih meskipun sempat mendapatkan protes keras dari para pemain PSM Makassar.
Dalberto yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan mendatarnya yang akurat gagal diantisipasi oleh Hilman Syah, membuat papan skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah di menit ke-10. Gol cepat ini seakan meruntuhkan mental bertanding anak asuh Ahmad Amiruddin. Sepanjang sisa babak pertama, lini tengah Arema yang dikomandoi oleh Arkhan Fikri dan Matheus Blade sukses memutus aliran bola tim tamu, memaksa PSM lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik yang jarang membahayakan gawang Lucas Frigeri.
Evaluasi Pahit di Arab Saudi: Kurniawan Dwi Yulianto Pasang Badan Atas Kegagalan Timnas Indonesia U-17
Sihir Gabriel Silva dan Joel Vinicius di Babak Kedua
Keluar dari ruang ganti, tidak ada tanda-tanda Arema FC akan mengendurkan serangan. Justru, efektivitas serangan Singo Edan semakin menjadi-jadi. Pada menit ke-53, sebuah skema serangan balik cepat yang dibangun dari sisi sayap kiri berbuah manis. Gabriel Silva menunjukkan kelasnya sebagai penyerang papan atas. Mendapatkan bola di sudut yang cukup sempit, ia melepaskan tembakan kaki kanan melengkung yang menghujam pojok gawang lawan. Skor 2-0 ini membuat publik Kanjuruhan semakin bergemuruh merayakan dominasi Arema FC.
Tak puas dengan keunggulan dua gol, pesta gol Singo Edan ditutup oleh aksi Joel Vinicius pada menit ke-69. Berawal dari kesalahan koordinasi di lini belakang Juku Eja, Vinicius mendapatkan ruang tembak yang cukup ideal di luar kotak penalti. Dengan akurasi tinggi, ia melepaskan sepakan keras yang meluncur deras ke gawang Hilman Syah. Skor 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dahaga kemenangan Arema FC yang dalam tiga pekan terakhir selalu menemui jalan buntu.
Kai Havertz Bungkam Lisbon: Arsenal Pecah Telur di Portugal Lewat Drama Menit Akhir
Memutus Tren Negatif dan Menghapus Luka Derby
Kemenangan atas PSM Makassar ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi sejarah perjalanan Arema FC musim ini. Sebelum laga ini, Singo Edan tengah berada dalam periode kelam. Setelah sempat menang tipis atas Persis Solo, performa tim merosot tajam. Mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Persib Bandung, dan yang paling menyakitkan adalah dua kekalahan beruntun dalam laga sarat gengsi melawan rival abadi, Persebaya Surabaya (0-4) dan Persik Kediri (2-3).
Kritik tajam sempat mengarah pada lini pertahanan yang dianggap rapuh. Namun, dalam laga kontra PSM, duet Julian Guevara dan Hansamu Yama tampil sangat solid, memberikan rasa aman bagi barisan penyerang untuk berkreasi. Keberhasilan menjaga gawang tetap suci (clean sheet) di laga ini diharapkan menjadi titik balik bagi pertahanan Singo Edan untuk menghadapi sisa kompetisi yang semakin berat.
Drama Perburuan Takhta BRI Super League 2025/2026: Borneo FC dan Persib Bandung Terlibat Duel Saraf di Tikungan Terakhir
Peta Klasemen: Arema Menanjak, PSM Terancam
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat posisi Arema FC di klasemen sementara BRI Super League semakin kokoh. Kini, mereka menduduki peringkat kesepuluh dengan koleksi 42 poin. Hasil ini sekaligus menjauhkan mereka dari kejaran PSIM Yogyakarta dan Persik Kediri yang sebelumnya membuntuti dengan poin yang sama. Bagi Marcos Santos, posisi sepuluh besar adalah target realistis yang harus dipertahankan hingga akhir musim untuk mengembalikan kepercayaan diri klub.
Sebaliknya, kondisi berbanding terbalik dialami oleh PSM Makassar. Kekalahan telak ini memaku mereka di posisi ke-13 dengan torehan 34 poin. Posisi mereka kini sangat tidak aman, karena hanya terpaut tujuh angka dari Persis Solo yang menghuni zona merah degradasi. Jika tidak segera melakukan evaluasi menyeluruh di sisa pekan yang ada, tim kebanggaan warga Makassar ini terancam turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Alasan Martin Zubimendi Tolak Real Madrid Demi Arsenal: Proyek di London Jauh Lebih Menjanjikan
Susunan Pemain Kedua Tim
Dalam pertandingan ini, kedua pelatih menurunkan komposisi terbaik mereka guna meraih hasil maksimal:
- Arema FC (4-3-3): Lucas Frigeri (PG); John Alfarizi, Julian Guevara, Hansamu Yama, Rio Fahmi; Betinho Filho, Matheus Blade, Arkhan Fikri; Gabi, Joel Vincius, Dalberto.
Pelatih: Marcos Santos. - PSM Makassar (4-3-3): Hilmansyah (PG); Yuran Fernandes, Neto Soares, Dusan Lagator, Mufli Hidayat; M Arfan, Akbar Tanjung, Savio Roberto; Victor Dethan, Rizky Eka, Alex Tanque.
Pelatih: Ahmad Amiruddin.
Secara keseluruhan, Arema FC layak mendapatkan apresiasi atas perubahan gaya main yang lebih klinis dan agresif. Bagi para penggemar sepak bola nasional, persaingan di papan tengah klasemen Liga 1 semakin menarik untuk disimak, terutama melihat bagaimana tim-tim besar berjuang untuk bangkit dari keterpurukan di fase akhir kompetisi.