Kembalinya Sang Ratu Mode: Anne Hathaway dan Meryl Streep Pukau Publik di Promo The Devil Wears Prada 2

Rendi Saputra | Menit Ini
09 Apr 2026, 09:25 WIB
Kembalinya Sang Ratu Mode: Anne Hathaway dan Meryl Streep Pukau Publik di Promo The Devil Wears Prada 2

MenitIni — Kerinduan para pencinta mode terhadap dinamika dunia editorial yang tajam dan glamor akhirnya terobati. Promosi film yang paling dinanti, The Devil Wears Prada 2, resmi digulirkan dengan kembalinya dua ikon besar, Anne Hathaway dan Meryl Streep. Dalam rangkaian acara perdana, Anne Hathaway langsung mencuri perhatian dunia lewat pilihan aksesori yang terbilang terjangkau namun memiliki cita rasa tinggi, yakni sebuah tas bahu model East-West dari label Warp seharga 350 dolar AS atau sekitar Rp6 juta.

Gaya busana Hathaway kali ini membuktikan bahwa tren tas horizontal kini sedang berada di puncak popularitas. Desainnya yang ramping dan memanjang memberikan kesan modern sekaligus bersih, jauh berbeda dari siluet tas vertikal konvensional. Melalui akun media sosialnya, pemeran Andrea Sachs ini memperlihatkan bagaimana tas tersebut menjadi pelengkap sempurna untuk gaya fashion terbaru yang praktis namun tetap terlihat mewah.

Reuni Ikonis di Mexico City

Panggung promosi di Mexico City berubah menjadi landasan pacu bagi kedua bintang utama ini. Meryl Streep, yang kembali memerankan pemimpin redaksi legendaris Miranda Priestly, tampil dengan wibawa yang tak tertandingi. Ia mengenakan mantel biru tua berikat pinggang rancangan Schiaparelli, lengkap dengan detail kancing emas yang mencolok. Penampilannya kian sempurna dengan anting menjuntai dan tas jinjing berstruktur tegas yang seolah meneriakkan otoritas seorang Miranda Priestly.

Di sisi lain, Anne Hathaway menunjukkan transformasi karakter Andrea Sachs yang kian matang. Ia tampil berani mengenakan gaun mini merah muda bertabur payet dari Stella McCartney. Busana dari koleksi Musim Gugur 2026 tersebut dipadukan dengan sepatu bot cokelat tua setinggi paha, menciptakan kontras yang segar namun tetap elegan. Penampilan ini dipertegas dengan pulasan lipstik merah menyala yang memberikan kesan percaya diri yang kuat.

Sentuhan Nostalgia ‘Cerulean Blue’

Bagi para penggemar setia film orisinalnya yang dirilis tahun 2006, promosi kali ini penuh dengan easter egg yang menggugah memori. Salah satu momen paling berkesan adalah saat penata gaya Ashley Afriyie mengunggah foto Hathaway mengenakan hoodie putih bertuliskan “ceruleo”. Ini merupakan penghormatan langsung terhadap adegan ikonis di mana Miranda Priestly memberikan kuliah panjang mengenai sejarah warna biru cerulean kepada Andy yang saat itu masih awam soal mode.

Hathaway sendiri tampak sangat menikmati proses kembalinya ia ke peran ini. Melalui unggahan TikTok, ia sempat menggoda penggemar dengan video persiapan syuting yang memperlihatkan dirinya mengenakan sweter biru cerulean dengan rambut sedikit berantakan, persis seperti karakter Andy Sachs yang kita kenal dulu. Reuni ini dipastikan akan semakin menarik karena melibatkan kembali Emily Blunt dan Stanley Tucci dalam jajaran pemain utama.

Plot yang Relevan dengan Era Modern

Sekuel film ini tidak hanya menawarkan parade busana mewah, tetapi juga alur cerita yang sangat relevan dengan kondisi industri media saat ini. Dikabarkan, plot The Devil Wears Prada 2 akan menyoroti perjuangan Miranda Priestly dalam menavigasi kariernya di tengah lesunya industri majalah cetak. Menariknya, ia akan berhadapan dengan karakter Emily Blunt yang kini telah sukses menjadi eksekutif berpengaruh di sebuah grup barang mewah—posisi yang memegang kendali atas dana iklan yang sangat dibutuhkan oleh Miranda.

Dengan perpaduan akting kelas atas, drama industri yang tajam, dan tentu saja kurasi mode yang luar biasa, film ini diprediksi akan kembali menjadi rujukan gaya global saat dirilis nanti. Penampilan memukau Hathaway dan Streep di Mexico City hanyalah awal dari perjalanan panjang promosi yang dipastikan akan terus menghiasi tajuk utama berita mode dunia.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *