Jangan Salah Kaprah, Kenali Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera Serius Menurut Pakar

Siska Wijaya | Menit Ini
17 Apr 2026, 06:52 WIB
Jangan Salah Kaprah, Kenali Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera Serius Menurut Pakar

MenitIni — Semangat membara untuk mencapai target kebugaran seringkali membuat para penggiat olahraga mengabaikan sinyal-sinyal penting yang dikirimkan oleh tubuh mereka sendiri. Salah satu fenomena yang paling sering ditemui adalah munculnya rasa nyeri setelah melakukan aktivitas fisik yang intens. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya: apakah rasa sakit tersebut merupakan tanda otot sedang berkembang, atau justru sinyal awal dari sebuah malapetaka medis?

Memahami Karakteristik Nyeri: DOMS vs Kram

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Zeth Boroh, menjelaskan bahwa rasa nyeri pasca-latihan secara umum terbagi menjadi dua kategori utama, yakni kram dan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Pemahaman mengenai keduanya sangat krusial agar kita tidak salah dalam mengambil tindakan kesehatan.

Baca Juga

Jangan Anggap Remeh Gejala ISPA: Kenali Batas Waktu Kapan Anda Harus Segera Menemui Dokter

Jangan Anggap Remeh Gejala ISPA: Kenali Batas Waktu Kapan Anda Harus Segera Menemui Dokter

Kram biasanya terjadi secara mendadak melalui kontraksi otot yang tidak terkendali, menimbulkan rasa sakit tajam yang seketika menghambat pergerakan. Di sisi lain, DOMS memiliki pola yang lebih lambat. Rasa nyeri ini biasanya baru muncul dalam rentang waktu 12 hingga 24 jam setelah seseorang melakukan sesi olahraga yang intensitasnya baru atau jarang dilakukan sebelumnya.

Kapan Anda Harus Mulai Khawatir?

Banyak penganut gaya hidup aktif yang memegang teguh moto “no pain, no gain”. Namun, dr. Zeth memperingatkan bahwa pola pikir ini bisa menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan kewaspadaan. Menurutnya, nyeri otot yang bersifat wajar biasanya akan mereda dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

Baca Juga

Studi Terbaru: Anemia dan Stunting Jadi ‘Pencuri’ Fokus dan Daya Ingat Anak, Ini Penjelasan Pakar

Studi Terbaru: Anemia dan Stunting Jadi ‘Pencuri’ Fokus dan Daya Ingat Anak, Ini Penjelasan Pakar

“Itu yang kadang tidak dikenali oleh sport enthusiast. Mereka pikir sakit itu harus ada untuk hasil maksimal. Padahal, jika nyeri bertahan lebih dari tiga hari, itu sudah menjadi indikasi kuat adanya cedera atau injury ringan,” tegasnya. Rasa nyeri yang berkepanjangan adalah cara tubuh berkomunikasi bahwa ada jaringan yang mengalami kerusakan lebih dari sekadar kelelahan otot biasa.

Langkah Penanganan dan Pemulihan yang Tepat

Jika Anda mulai merasakan sensasi tidak nyaman yang melampaui batas kewajaran, dr. Zeth menyarankan untuk segera menghentikan aktivitas fisik dan memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan regenerasi. Memaksakan diri untuk terus berlatih di tengah rasa nyeri hanya akan memperburuk kondisi jaringan yang terluka.

Baca Juga

Bukan Sekadar Estetika, Menelisik Urgensi Medis di Balik Prosedur Bedah Plastik

Bukan Sekadar Estetika, Menelisik Urgensi Medis di Balik Prosedur Bedah Plastik

Untuk mengatasi nyeri otot, terdapat beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan medis:

  • Metode Kompresi: Penggunaan kinesio taping dapat membantu menyangga otot dan mengurangi beban pada area yang terasa sakit.
  • Terapi Farmakologi: Pemberian obat pereda nyeri atau painkiller, baik yang dikonsumsi secara oral maupun dioleskan secara topikal pada kulit.
  • Istirahat Total: Memberikan jeda dari rutinitas latihan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

Kesimpulannya, mendengarkan tubuh adalah kunci utama dalam menjaga konsistensi berolahraga dalam jangka panjang. Jangan biarkan ambisi sesaat justru membuat Anda harus menepi dalam waktu yang lama akibat mengabaikan sinyal cedera sejak dini.

Siska Wijaya

Siska Wijaya

Editor Cek Fakta yang berdedikasi menelusuri sumber data primer guna memastikan informasi yang tersaji di Menit Ini bebas dari disinformasi.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *