Raphinha Meledak! Tuding Wasit Jadi Biang Keladi Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions
MenitIni — Atmosfer panas menyelimuti akhir perjalanan Barcelona di panggung kasta tertinggi Eropa. Meski berhasil memetik kemenangan tipis di markas lawan, Blaugrana harus menelan pil pahit tersingkir dari babak perempat final Liga Champions 2025/2026. Namun, bukan skor akhir yang menjadi sorotan utama, melainkan amarah membuncah dari winger andalan mereka, Raphinha.
Pemain asal Brasil tersebut tak kuasa membendung kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit saat bertandang ke Riyad Air Metropolitano, markas Atletico Madrid. Dalam laga yang penuh tensi tersebut, Barcelona sebenarnya mampu unggul 1-2. Sayangnya, kemenangan itu tak cukup untuk membalikkan keadaan setelah mereka menyerah 2-0 pada leg pertama, yang membuat agregat akhir terkunci di angka 3-2 untuk keunggulan Los Rojiblancos.
Juventus Bungkam Bologna 2-0: Si Nyonya Tua Kian Kokoh di Zona Liga Champions
Raphinha: “Kami Seperti Dirampok”
Berbicara dengan nada emosional usai pertandingan, Raphinha melontarkan kritik pedas yang jarang terdengar sebelumnya. Baginya, kegagalan ini bukan sekadar soal taktik di lapangan hijau, melainkan adanya faktor eksternal yang merugikan timnya secara sistematis. Ia merasa sang pengadil lapangan jauh dari kata netral dan cenderung berpihak pada tuan rumah.
“Jujur saja, perasaan saya saat ini adalah kami seperti dirampok. Hasil pertandingan ini terasa sangat tidak adil bagi perjuangan kami di lapangan,” ujar Raphinha dengan nada getir, sebagaimana dikutip dari laporan Mundo Deportivo.
Pemain lincah ini menyoroti bagaimana wasit seolah menutup mata terhadap serentetan pelanggaran keras yang dilakukan oleh para pemain Atletico Madrid. Ia menilai Barcelona sengaja dibuat kesulitan untuk mengembangkan permainan karena tekanan fisik lawan yang dibiarkan begitu saja tanpa sanksi tegas.
Tragedi dan Elegansi: Mengenang Tandukan Zinedine Zidane di Final Piala Dunia 2006 yang Melegenda
Soroti Standar Ganda dan Minimnya Kartu
Lebih lanjut, Raphinha mengungkapkan keheranannya terhadap minimnya hukuman yang diterima kubu tuan rumah. Menurut pengamatannya, banyak insiden yang seharusnya berbuah kartu, namun wasit justru bersikap sangat permisif terhadap tim asuhan Diego Simeone tersebut.
“Mereka melakukan begitu banyak pelanggaran sepanjang laga. Namun, Anda bisa lihat sendiri, hampir tidak ada kartu kuning yang keluar untuk mereka. Ini sangat aneh dan merugikan kami yang mencoba bermain secara sportif,” tegasnya lagi.
Kekesalan Raphinha ternyata tidak muncul secara spontan hanya dari satu pertandingan. Ia menarik benang merah dari pertemuan pertama di mana Barcelona juga merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan kontroversial. Baginya, ada pola yang janggal dalam dua laga berturut-turut tersebut.
Duel Sengit di Bandung Arena, Tim Yudha Saputera Bungkam Tim Prastawa di IBL All-Star 2026
“Saya mulai bertanya-tanya, kenapa seolah ada pihak yang tidak ingin melihat Barcelona menang? Kesalahan dalam sepak bola itu manusiawi, tapi jika kesalahan yang sama terjadi dalam dua leg berturut-turut, itu memunculkan tanda tanya besar,” pungkasnya menutup pernyataan.
Kini, Barcelona harus mengubur mimpi mereka untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar musim ini. Sementara itu, kubu Atletico Madrid melenggang ke semifinal, meninggalkan luka mendalam bagi skuad Catalan yang merasa perjuangan mereka telah dikhianati oleh keputusan pengadil lapangan.