Sejarah Baru Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Singkirkan Korea Selatan, Meksiko Sapu Bersih Grup A

Aris Setiawan | Menit Ini
25 Jun 2026, 10:51 WIB
Sejarah Baru Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Singkirkan Korea Selatan, Meksiko Sapu Bersih Grup A

MenitIni — Gemuruh sorak-sorai membuncah di Estadio BBVA, Monterrey, saat peluit panjang dibunyikan. Sebuah lembaran sejarah baru saja dituliskan dengan tinta emas oleh tim nasional Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya dalam partisipasi mereka di panggung tertinggi sepak bola jagat raya, skuad berjuluk Bafana Bafana itu berhasil memastikan diri melaju ke babak gugur. Keberhasilan ini dipastikan setelah mereka menumbangkan raksasa Asia, Korea Selatan, dengan skor tipis namun krusial, 1-0, pada laga pamungkas Grup A Piala Dunia 2026, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan sebuah pertaruhan harga diri dan ambisi besar bagi kedua tim. Afrika Selatan yang datang sebagai tim non-unggulan, mampu membuktikan bahwa determinasi dan organisasi permainan yang solid bisa meruntuhkan dominasi tim yang lebih berpengalaman. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka mendampingi tuan rumah Meksiko ke babak 32 besar, sebuah pencapaian yang bahkan tidak berani dimimpikan oleh sebagian besar publik Pretoria sebelumnya.

Baca Juga

Akhir Sebuah Era: Tangis Haru Pep Guardiola di Etihad Stadium dan Warisan Emas untuk Manchester City

Akhir Sebuah Era: Tangis Haru Pep Guardiola di Etihad Stadium dan Warisan Emas untuk Manchester City

Duel Sengit di Monterrey: Taktik Menunggu yang Membuahkan Hasil

Sejak peluit pertama dibunyikan, laga antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan berjalan dalam tensi yang sangat tinggi. Kedua tim tampak bermain sangat berhati-hati, menyadari bahwa satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi nasib mereka di turnamen ini. Babak pertama didominasi oleh duel-duel fisik di lini tengah. Korea Selatan mencoba mengendalikan ritme dengan penguasaan bola, sementara Afrika Selatan lebih memilih menunggu di area pertahanan sendiri sambil mengincar celah lewat serangan balik cepat.

Hingga 45 menit pertama berakhir, papan skor masih menunjukkan angka kacamata. Meskipun ada beberapa peluang setengah matang, pertahanan kedua tim masih terlalu tangguh untuk ditembus. Afrika Selatan menunjukkan disiplin yang luar biasa dalam menutup ruang gerak para pemain sayap Korea yang dikenal lincah. Pantauan MenitIni di lapangan menunjukkan betapa frustrasinya barisan penyerang Negeri Gingseng dalam membongkar barisan belakang Bafana Bafana yang rapat.

Baca Juga

Visi Beppe Marotta: Evolusi Skuad Inter Milan Menuju Dinasti Baru di Serie A

Visi Beppe Marotta: Evolusi Skuad Inter Milan Menuju Dinasti Baru di Serie A

Kejutan Taktis: Son Heung-min yang Terlambat Panas

Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam laga ini adalah keputusan mengejutkan dari pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo. Sang megabintang dan kapten tim, Son Heung-min, secara tidak terduga tidak tercantum dalam daftar 11 pemain utama. Pemain yang kini merumput bersama LA FC tersebut baru dimasukkan pada babak kedua sebagai upaya terakhir untuk mengubah keadaan. Namun, masuknya Son rupanya belum cukup untuk memecah kebuntuan yang melanda timnya.

Justru di saat Korea Selatan mulai meningkatkan intensitas serangan, sebuah serangan balik kilat dari Afrika Selatan pada menit ke-63 menjadi petaka. Berawal dari pergerakan cerdik Tshepang Moremi di sisi lapangan, ia mengirimkan umpan terukur yang disambut oleh Thapelo Maseko. Dengan tenang, Maseko melepaskan tendangan rendah yang mengarah tepat ke tiang jauh, melewati jangkauan kiper Korea Selatan. Gol! Skor berubah 1-0 untuk Afrika Selatan.

Baca Juga

Garansi Tiket Semifinal! Duel Saudara Ganda Putri Indonesia di Perempat Final Indonesia Open 2026 Bakal Memanas

Garansi Tiket Semifinal! Duel Saudara Ganda Putri Indonesia di Perempat Final Indonesia Open 2026 Bakal Memanas

Drama Menit Akhir dan Tiket Bersejarah

Tersentak oleh gol tersebut, Korea Selatan mengurung pertahanan Afrika Selatan di sisa waktu pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan, namun penyelesaian akhir yang buruk dan kegemilangan kiper Afrika Selatan membuat gawang mereka tetap perawan hingga akhir laga. Dengan hasil ini, Afrika Selatan resmi mengoleksi empat poin dari tiga laga, mengangkangi Korea Selatan yang harus puas dengan tiga poin dan turun ke posisi ketiga klasemen akhir Grup A.

Nasib Korea Selatan kini berada di ujung tanduk. Mereka harus menggantungkan harapan pada hasil di grup lain untuk bisa lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik. Sementara itu, bagi Afrika Selatan, posisi runner-up grup adalah prestasi monumental yang akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola nasional mereka. Keberhasilan ini membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola dunia kini semakin merata.

Baca Juga

Pengakuan Jujur Alexis Mac Allister: Mengapa Meniru Sihir Lionel Messi Adalah Misi yang Mustahil

Pengakuan Jujur Alexis Mac Allister: Mengapa Meniru Sihir Lionel Messi Adalah Misi yang Mustahil

Meksiko: Sang Tuan Rumah yang Sempurna

Di pertandingan lain yang berlangsung secara bersamaan, sang tuan rumah Meksiko menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara. Bertanding di Estadio Banorte, El Tri sukses menggilas Republik Ceko dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini membuat Meksiko mencatatkan rekor sempurna di fase grup dengan menyapu bersih sembilan poin dari tiga pertandingan. Dukungan ribuan suporter fanatik yang memadati stadion benar-benar membakar semangat anak asuh Javier Aguirre.

Republik Ceko sebenarnya memulai laga dengan agresif. Mereka yang sangat membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos langsung menekan pertahanan Meksiko. Peluang emas sempat didapat oleh Michal Sadilek dan Denis Visinsky di awal laga, namun akurasi yang buruk membuat bola urung bersarang di gawang tuan rumah. Meksiko sendiri sempat kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama, dengan peluang terbaik hanya datang dari Jorge Sanchez yang masih bisa diamankan oleh kiper Ceko, Matej Kovar.

Baca Juga

Drama Le Mans: Pecco Bagnaia Rebut Pole Position MotoGP Prancis 2026, Gagalkan Ambisi Rekor Marc Marquez

Drama Le Mans: Pecco Bagnaia Rebut Pole Position MotoGP Prancis 2026, Gagalkan Ambisi Rekor Marc Marquez

Dominasi El Tri di Babak Kedua

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55 melalui aksi individu memukau Mateo Chavez Garcia. Melakukan solo run dari tengah lapangan, ia melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan tendangan mendatar kaki kiri yang menghujam pojok gawang. Tak butuh waktu lama, hanya berselang enam menit, Julian Quinones menggandakan keunggulan Meksiko setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Ceko. Koordinasi pertahanan yang buruk dari wakil Eropa tersebut harus dibayar mahal dengan gol kedua yang bersarang di gawang mereka.

Menjelang akhir pertandingan, Alvaro Fidalgo menyempurnakan pesta kemenangan Meksiko dengan gol ketiga di menit-menit akhir. Tendangan kerasnya setelah menerima umpan matang dari Roberto Alvarado tidak mampu dibendung oleh Kovar. Kemenangan 3-0 ini memastikan Meksiko lolos ke babak 32 besar dengan predikat juara grup yang tak tergoyahkan. Anda bisa memantau berita bola terbaru mengenai statistik lengkap pertandingan ini melalui laman pencarian kami.

Guillermo Ochoa: Sang Legenda Abadi

Momen emosional terjadi pada menit ke-78 ketika pelatih Javier Aguirre memutuskan untuk memasukkan kiper veteran Guillermo Ochoa menggantikan Jose Rangel. Sorak-sorai penonton pecah menyambut masuknya sang legenda. Penampilan ini menandai sejarah luar biasa bagi Ochoa, di mana ia resmi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda. Kehadiran Ochoa di lapangan bukan sekadar rotasi pemain, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasinya yang luar biasa bagi tim nasional Meksiko selama dua dekade terakhir.

Meskipun sudah tidak lagi di usia produktif, karisma dan kepemimpinan Ochoa di bawah mistar gawang tetap menjadi inspirasi bagi rekan-rekan setimnya. Keputusan memainkan Ochoa menunjukkan betapa harmonisnya skuad Meksiko saat ini, memadukan talenta muda yang eksplosif dengan pengalaman para senior yang kenyang pengalaman internasional.

Kesimpulan Klasemen Akhir Grup A

Dengan berakhirnya seluruh pertandingan di Grup A, peta kekuatan untuk babak selanjutnya sudah terlihat jelas. Meksiko memuncaki klasemen dengan poin sempurna (9), diikuti oleh Afrika Selatan sebagai runner-up yang membuat kejutan besar (4 poin). Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 3 poin, sementara Republik Ceko harus rela menjadi juru kunci dengan hanya mengemas 1 poin. Perjalanan di Piala Dunia masih panjang, namun kejutan yang dihadirkan oleh Afrika Selatan dan dominasi Meksiko telah memberikan warna tersendiri bagi turnamen tahun ini.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Jurnalis olahraga dengan pengalaman 5 tahun meliput kompetisi sepak bola. Fokus pada analisis statistik dan strategi pertandingan.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *