Waspada Penipuan Digital! MenitIni Bongkar Fakta Link Pendaftaran BLT Rp 900 Ribu yang Viral di Media Sosial

Bagus Pratama | Menit Ini
21 Jun 2026, 18:52 WIB
Waspada Penipuan Digital! MenitIni Bongkar Fakta Link Pendaftaran BLT Rp 900 Ribu yang Viral di Media Sosial

MenitIni Di tengah upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, informasi mengenai bantuan pemerintah selalu menjadi magnet perhatian yang luar biasa. Sayangnya, antusiasme ini sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu atau hoaks. Baru-baru ini, sebuah narasi yang mengklaim adanya link pendaftaran pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui handphone telah memicu kegaduhan di jagat maya, khususnya di platform Facebook.

Munculnya Narasi BLT Rp 900 Ribu di Facebook

Berdasarkan pemantauan tim redaksi, sebuah unggahan dari akun media sosial tertanggal 16 Juni 2026 mendadak viral. Unggahan tersebut menampilkan poster digital yang sangat persuasif, lengkap dengan iming-iming dana segar. Dalam poster tersebut, tertulis kalimat provokatif: “BLT (Bantuan langsung tunai) KLAIM SEKARANG BLT RP.900RB SIAP MASUK KANTONG.”

Baca Juga

Waspada! Deretan Hoaks Artikel Palsu yang Mencatut Nama Mantan Presiden Jokowi: Dari Janji Ekonomi Hingga Isu Suap Triliunan Rupiah

Waspada! Deretan Hoaks Artikel Palsu yang Mencatut Nama Mantan Presiden Jokowi: Dari Janji Ekonomi Hingga Isu Suap Triliunan Rupiah

Tidak berhenti di situ, keterangan unggahannya pun dibuat seolah-olah mendesak dengan menggunakan huruf kapital dan tanda seru yang berlebihan: “BANTUAN BLT TELAH CAIR SEGERA CEK DAN CAIRKAN PENDAFTARAN LEWAT HANPHONE…!!!” Narasi semacam ini dirancang khusus untuk memicu respons emosional pengguna agar segera mengeklik tautan yang disediakan tanpa berpikir panjang. Ini adalah taktik klasik dalam dunia kejahatan siber yang dikenal dengan sebutan social engineering.

Menelisik Tautan Mencurigakan dan Modus Phishing

Ketika tim mencoba menelusuri lebih jauh, terdapat sebuah tombol atau menu daftar yang jika diklik akan mengarahkan pengguna ke situs pihak ketiga dengan domain yang sangat mencurigakan, yaitu https://bansospkh.daftarinf0.my.id/.... Dari alamatnya saja, sudah terlihat bahwa situs ini tidak menggunakan domain resmi pemerintah Indonesia, yang seharusnya berakhiran .go.id.

Baca Juga

Waspada Predator Digital! Menguak Modus Hoaks KTP Berisi Bansos yang Mengintai Data Pribadi Anda

Waspada Predator Digital! Menguak Modus Hoaks KTP Berisi Bansos yang Mengintai Data Pribadi Anda

Setelah halaman tersebut terbuka, pengunjung akan disuguhi formulir digital yang meminta data-data sensitif. Salah satu permintaan yang paling mencolok dan berbahaya adalah kewajiban mengisi nomor Telegram. Mengapa nomor Telegram? Kuat dugaan bahwa pelaku ingin mengambil alih akun pesan singkat korban untuk menyebarkan hoaks lebih lanjut atau melakukan penipuan finansial lainnya. Hal ini merupakan bentuk nyata dari phishing, di mana pelaku mencoba memancing korban untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela.

Klarifikasi Resmi dari Kementerian Sosial RI

Menanggapi keresahan yang timbul, Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah memberikan pernyataan tegas melalui kanal resminya. Kemensos menyatakan bahwa mereka tidak pernah membuat situs atau tautan sembarang terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial melalui pesan berantai atau media sosial seperti yang beredar saat ini.

Baca Juga

Waspada Penipuan! MenitIni Bongkar Fakta di Balik Link Pendaftaran Kupon Subsidi BBM Pertalite Gratis yang Viral

Waspada Penipuan! MenitIni Bongkar Fakta di Balik Link Pendaftaran Kupon Subsidi BBM Pertalite Gratis yang Viral

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh mekanisme penyaluran bantuan sosial, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Masyarakat yang berhak menerima bantuan adalah mereka yang namanya sudah tercantum dalam basis data tersebut melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat oleh pemerintah daerah setempat.

Cara Resmi Mendaftar Bansos Melalui Jalur Legal

Agar tidak terjebak dalam lubang penipuan, masyarakat perlu memahami prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pendaftaran untuk menjadi calon penerima manfaat tidak dilakukan melalui link-link liar di media sosial, melainkan melalui sistem yang terintegrasi dan aman.

1. Menggunakan Aplikasi Cek Bansos

Kementerian Sosial telah menyediakan solusi digital resmi berupa aplikasi bernama “Cek Bansos” yang dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store. Berikut adalah langkah-langkah yang benar:

Baca Juga

Waspada Gelombang Hoaks Mengatasnamakan Dedi Mulyadi: Dari Kuis Ratusan Juta hingga Jebakan Motor Murah

Waspada Gelombang Hoaks Mengatasnamakan Dedi Mulyadi: Dari Kuis Ratusan Juta hingga Jebakan Motor Murah
  • Unduh Aplikasi Resmi: Pastikan pengembang aplikasi adalah Kementerian Sosial Republik Indonesia. Jangan mengunduh dari sumber tidak resmi.
  • Registrasi Akun: Pilih menu “Buat Akun Baru” dan masukkan data sesuai KTP dan KK. Anda akan diminta mengunggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi identitas.
  • Verifikasi Admin: Setelah mendaftar, akun Anda tidak langsung aktif. Petugas Kemensos akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu yang memakan waktu beberapa hari.
  • Menu Usul-Sanggah: Jika sudah aktif, Anda bisa menggunakan fitur “Daftar Usulan” untuk mengajukan diri sendiri atau orang lain yang dirasa layak menerima bantuan.

2. Melalui Musyawarah Desa/Kelurahan

Selain jalur digital, masyarakat juga bisa menempuh jalur konvensional dengan melapor ke perangkat desa atau kelurahan setempat. Data yang diusulkan nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Desa (Musdes) atau Musyawarah Kelurahan (Muskel) untuk kemudian diinput ke dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

Baca Juga

Waspada Jeratan Kejahatan Siber: Mengupas Modus Penipuan Daring Terbaru dan Strategi Ampuh Melindungi Aset Digital Anda

Waspada Jeratan Kejahatan Siber: Mengupas Modus Penipuan Daring Terbaru dan Strategi Ampuh Melindungi Aset Digital Anda

Pentingnya Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks

Maraknya hoaks mengenai BLT palsu menunjukkan bahwa tingkat literasi digital sebagian masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Ada beberapa ciri utama informasi hoaks yang patut diwaspadai:

  • Domain Situs Tidak Jelas: Situs resmi pemerintah selalu menggunakan akhiran .go.id. Jika Anda menemukan domain seperti .my.id, .blogspot.com, atau .site untuk urusan bansos, dipastikan itu adalah palsu.
  • Permintaan Data Sensitif: Waspadalah jika ada situs yang meminta kode OTP, password, atau akses ke akun media sosial/pesan singkat Anda.
  • Bahasa yang Mengancam atau Mendesak: Penipu sering menggunakan kata-kata seperti “Segera,” “Batas Waktu Hampir Habis,” atau “Cairkan Sekarang” untuk membuat korban panik.
  • Sumber Tidak Jelas: Periksa apakah informasi tersebut juga dimuat oleh media massa nasional yang kredibel atau hanya beredar di grup WhatsApp dan Facebook.

Kesimpulan: Hoaks yang Berulang dan Berbahaya

Berdasarkan seluruh data dan fakta yang berhasil dihimpun, narasi mengenai link pendaftaran BLT melalui handphone yang beredar di Facebook tersebut adalah HOAKS. Ini adalah modus penipuan lama yang dikemas kembali dengan narasi baru untuk mengelabui masyarakat awam. Kementerian Sosial secara konsisten mengingatkan warga untuk selalu melakukan kroscek melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menggunakan aplikasi resmi.

Kami di MenitIni berkomitmen untuk terus memerangi penyebaran informasi palsu yang merugikan publik. Melawan hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau jurnalis, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai pengguna internet yang bijak. Sebelum menyebarkan informasi, pastikan Anda telah memverifikasi kebenarannya agar tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran kebohongan.

Jangan biarkan data pribadi Anda jatuh ke tangan yang salah. Tetap waspada, tetap kritis, dan selalu percayakan informasi Anda pada sumber-sumber yang memiliki kredibilitas tinggi dan integritas jurnalistik yang kuat.

Bagus Pratama

Bagus Pratama

Pengamat otomotif dan teknisi bersertifikat. Gemar menguji coba (test drive) kendaraan terbaru dan memberikan ulasan jujur untuk pembaca.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *