Indonesia Melaju Pesat! Kini Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Kedua di Dunia Versi GMTI 2026

Rendi Saputra | Menit Ini
20 Jun 2026, 18:52 WIB
Indonesia Melaju Pesat! Kini Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Kedua di Dunia Versi GMTI 2026

MenitIni — Dunia internasional kembali memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pariwisata Indonesia. Dalam laporan terbaru Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Indonesia secara spektakuler berhasil menduduki peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari konsistensi pemerintah dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berstandar global.

Mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menegaskan bahwa pencapaian ini kian memperkokoh posisi Indonesia dalam peta wisata halal dunia. Keberhasilan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap bersaing dengan negara-negara besar lainnya dalam menggaet pasar wisatawan Muslim yang terus tumbuh secara eksponensial di kancah internasional.

Baca Juga

Rahasia Dimsum Ayam Udang Kenyal ala Restoran: Trik Praktis Pakai Chopper yang Bikin Nagih!

Rahasia Dimsum Ayam Udang Kenyal ala Restoran: Trik Praktis Pakai Chopper yang Bikin Nagih!

Loncatan Prestasi yang Signifikan

Pencapaian tahun 2026 ini tercatat sebagai salah satu momen paling membanggakan bagi industri pariwisata tanah air. Bagaimana tidak, dalam waktu singkat, Indonesia mampu memperbaiki posisinya secara drastis. “Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” ungkap Bayu Aji dalam seremoni penghargaan yang berlangsung di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis 18 Juni 2026.

Kenaikan peringkat ini disambut hangat oleh para pelaku industri. Indonesia kini bersanding dengan destinasi-destinasi elit dunia dalam hal kenyamanan dan kemudahan bagi pelancong Muslim. Penghargaan yang diberikan oleh CrescentRating dan Mastercard ini menjadi parameter paling tepercaya di industri pariwisata Muslim, mengingat penilaiannya yang sangat ketat dan komprehensif.

Baca Juga

Tren Makan Tanpa Gadget: Mengapa Restoran Dunia Mulai ‘Mengharamkan’ Ponsel di Meja Makan?

Tren Makan Tanpa Gadget: Mengapa Restoran Dunia Mulai ‘Mengharamkan’ Ponsel di Meja Makan?

Mengenal Parameter ACES: Rahasia di Balik Skor Tinggi Indonesia

Keberhasilan Indonesia meraih skor 79—yang merupakan capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan di GMTI—tidak lepas dari performa apik dalam kerangka penilaian ACES. Parameter ini mencakup empat pilar utama: Access, Communication, Environment, dan Services. Mari kita bedah satu per satu mengapa Indonesia begitu unggul di mata dunia.

Pertama adalah aspek Access. Di sini, tim penilai melihat sejauh mana kemudahan aksesibilitas sebuah negara bagi wisatawan mancanegara. Indonesia dinilai sangat progresif dalam meningkatkan konektivitas udara, memberikan kemudahan dalam pengurusan visa, hingga menyediakan infrastruktur transportasi yang terintegrasi di berbagai destinasi wisata unggulan. Kemudahan mobilitas dari satu pulau ke pulau lainnya menjadi poin plus yang membuat wisatawan merasa nyaman mengeksplorasi keindahan nusantara.

Baca Juga

Rahasia Kilau Alami dari Dalam: Sido Muncul C+Collagen Dominasi Tren di TikTok ForYouBeauty 2026

Rahasia Kilau Alami dari Dalam: Sido Muncul C+Collagen Dominasi Tren di TikTok ForYouBeauty 2026

Kedua, pilar Communication. Faktor ini menyoroti kemampuan sumber daya manusia dalam berkomunikasi dengan wisatawan, promosi destinasi yang gencar di ranah digital, hingga tingkat kesadaran para pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap pentingnya layanan ramah Muslim. Kementerian Pariwisata dinilai sukses melakukan sosialisasi masif sehingga narasi keramah-tamahan Indonesia terdengar hingga ke pelosok dunia.

Ketiga adalah Environment. Aspek ini menitikberatkan pada faktor keamanan, keberlanjutan (sustainability), serta ketersediaan utilitas dasar yang mendukung kenyamanan pengunjung. Keindahan alam Indonesia yang dipadukan dengan kebijakan pariwisata berkelanjutan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Terakhir, dan yang paling krusial, adalah pilar Services. Indonesia mendapatkan nilai yang sangat memuaskan berkat ketersediaan tempat ibadah yang tersebar luas, pilihan kuliner yang memiliki sertifikasi halal, serta fasilitas bandara dan hotel yang secara khusus didesain untuk memenuhi kebutuhan religius wisatawan Muslim. Pengalaman wisata berbasis warisan budaya Islam di berbagai daerah juga menjadi daya tarik unik yang sulit ditemukan di negara lain.

Baca Juga

Rahasia Roti Gulung Super Lembut Ala Bakery Hanya dengan Takaran Gelas, Praktis dan Anti Gagal!

Rahasia Roti Gulung Super Lembut Ala Bakery Hanya dengan Takaran Gelas, Praktis dan Anti Gagal!

Strategi di Balik Layar: Upaya Kolektif Pemerintah

Peringkat kedua dunia ini tidak diraih dengan cara instan. Ada rangkaian program strategis yang dijalankan secara sistematis oleh pemerintah. Salah satu langkah paling nyata adalah penguatan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai desa wisata. Dengan adanya sertifikasi ini, kepercayaan wisatawan terhadap produk lokal meningkat tajam.

Selain itu, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia juga menjadi motor penggerak utama. Program ini memastikan bahwa standar pelayanan di setiap daerah memiliki kualitas yang seragam dan terjaga. Promosi melalui platform Indonesia.travel juga dioptimalkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga tentang kenyamanan beribadah di tengah liburan.

Baca Juga

Rahasia Resep Grontol Kelapa Pulen: Menghidupkan Kembali Memorabilia Kuliner Tradisional yang Empuk dan Gurih

Rahasia Resep Grontol Kelapa Pulen: Menghidupkan Kembali Memorabilia Kuliner Tradisional yang Empuk dan Gurih

Persaingan Global: Menilik Hong Kong dan Destinasi Non-OIC

Menariknya, tren wisata ramah Muslim ini tidak hanya menjadi dominasi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Negara dan wilayah non-Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti Hong Kong juga mulai memperkuat posisi mereka. Hong Kong Tourism Board (HKTB) diketahui tengah gencar menarik minat wisatawan asal Indonesia dengan menyediakan fasilitas ibadah yang lebih banyak dan menambah jumlah restoran halal.

Persaingan global ini justru dipandang positif bagi Indonesia. Menurut Regional Director of Southeast Asia HKTB, CJ Liew, meningkatnya antusiasme wisatawan Muslim menjadi inspirasi bagi penyedia jasa pariwisata untuk terus berinovasi. Namun, Indonesia tetap memiliki keunggulan kompetitif sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, yang mana budaya ramah Muslim sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya (way of life).

Optimisme Menuju Peringkat Pertama di Tahun Mendatang

Melihat tren positif ini, Bayu Aji menyatakan optimismenya bahwa Indonesia tidak akan berhenti di peringkat kedua. Target besar sudah dipancang untuk tahun depan: menjadi nomor satu di dunia. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan ambisi tersebut.

“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” tegas Bayu Aji. Upaya ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dasar, penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi yang lebih mendalam, serta kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan ekosistem pariwisata Indonesia tetap berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Dengan segala pencapaian ini, Indonesia membuktikan bahwa pariwisata yang ramah bagi semua golongan bukan hanya sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang tengah kita bangun bersama. Prestasi di GMTI 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga keramahan dan kelestarian negeri, demi pariwisata Indonesia yang semakin jaya di mata dunia.

Rendi Saputra

Rendi Saputra

Kontributor berita umum dengan keahlian investigasi. Fokus pada isu-isu viral yang membutuhkan penelusuran lebih dalam agar tetap akurat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *